Senin, 19 Agustus 2013

HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KARYAWAN TERHADAP PENINGKATAN KINERJA KARYAWAN

2.1        Pengertian Manajemen
Dalam  menguraikan definisi manajemen ini, masing-masing pengarang mempunyai tafsiran yang berbeda tergantung dari pendekatan yang digunakan oleh pengang itu. Beberapa pengarang mendefinisikan manajemen dengan menekan kepada manajemen sebagai seni, ilmu atau profesi, walaupun demikian jika disimak dari beberapa penedekatan tersebut pada prinsipnya sama.
Yaitu agar terdapat tata kerja yang baik didalam suatu oganisasi sehingga tujuan-tujuan yang ditetapkan dapat tercapai. Setiap manusia dalam pejalanan hidupnya selalu menjadi anggota daribeberapa macam organisasi, sepeti organisasi sekolah, perkumpulan olahraga, kelom[ok musik, militer ataupun organisasi perusahaan. Organisasi-organisasi ini mempeunyai kesamaan dasar walaupun dapat berbeda satu dengan yang lain dalam beberapa hal. Dari sini terlihat bahwa dalam mengelola suatu organisasi itu mereka harus melakukannya secara profesional ataupun secara sederhana.
Ini menunjukkan bahwa ilmu manajemen bersifat universal, dan mempergunakan kerangka ilmu  pengetahuan yang sistematis, mencakup kaidah-kaidah, prinsip-prinsip  dan konsep-konsep yang cenderung benar  dalam semua situasi manajerial. Hal ini terbukti bahwa  ilmu  manajemen   dapat diterapkan dlam semua organisasi manusi, seperti perusahaan, pemerintah, pendidikan, sosial, keagamaan dan lain-lain.
Manajemen dibutuhkan oleh semua organisasi, karena tanpa manajemen, semua  usaha  sia-sia  dan pencapaian tujuan akan lebih sulit. Disini jelas bahwa manajemen sangatlah dibutuhkan dalam suatu organisasi. Pendapat dari para ahli yang menyatakan pengertian manajemen antara lain: Menurut (james. A. F Stoner, 1996 )
” Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisisan, pemimpinan dan  pengendalian upaya anggota organisasi dan penggunaan semua   sumber  daya  organisasi  untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.”
Sedangkan menurut (The Liang Gie, 1982)
” Manajemen adalah unsur yang merupakan rangkaian perbuatan menggerakkan karyawan-karyawan dan mengarahkan segenap fasilitas kerja agar tujuan organisasi yang bersangkutan benar-benar tercapai.”
Menurut (T. Hani Handoko, 1998) alasan utama diperlukannya manajemen, yaitu :
a.                Untuk mencapai tujuan. Manajemen dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi dan pribadi.
b.      Untuk menjaga keseimbangan diantara tujuan-tujuan yang sangat bertentangan.   Manajemen    dibutuhkan   untuk   menjaga     keseimbangan
bertentangan dari pihak-pihak yang berkepentingan dalam organisasi, seperti pemilik dan karyawan  , maupun kreditur,  pelanggan,  supplier, serikat kerja, asosiasi perdagangan, masyarakat dan pemerintah.
c.                Untuk mencapai  efisiensi dan efektifitas. Suatu kerja organisasi dapat diukur dengan banyak cara berbeda. Salah satu cara umum adalah efisiensi dan efektivitas.
Dari uraian di atas  terlihat  bahwa salah satu ilmu manajemen digunakan untuk mencapai tujuan, menjaga keseimbangan dan efisiensi dan efektivitas. Jadi di sini menurut (James.A.A.Stoner, 1996) terlihat bahwa ilmu manajemen boleh dikatakan suatu seni.
” Manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melaui orang lain”.
Definisi ini   mengandung  arti  bahwa para manajer  mencapai    tujuan-tujuan organisasi melalui pengaturan orang-orang lain untuk melaksanakan berbagai tugas yang mungkin diperlukan atau berarti dengan tidak melakukan tugas-tugas itu sendiri. Para pakar ekonomi  mengatakan  bahwa  manajemen  itu mempunyai arti sangat luas,  sehingga dalam kenyataannya  tidak ada definisi yang digunakan secara konsisten oleh semua orang.
Sedangkan (George R. Terry, 1994) menyatakan sebagai berikut :
” Manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain ”.

” Manajemen merupakan sebuah proses yang khas, yang terdiri dari tindakan-tindakan : perencanaan, pengorganisasian, menggerakkan dan pengawasan, yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber-sumber daya manusia seta sumber-sumber lain”.
Dari definisi di atas bahwa ada yang mengatakan  bahwa manajemen   itu adalah seni dan proses. Manajemen dikatakan sebagai seni karena mengandung arti bahwa hal iti adalah kemampuan atau keterampilan pribadi. Sedangkan manajemen dikatakan sebagai suatu proses karena ada cara sistematis untuk melakukan pekerjaan atau karena manajemen tanpa memperdulikan kecakapan atau keterampilan khusus mereka. Harus melaksanakan kegiatan tertentu yang saling bersangkutan untuk tujuan yang mereka inginkan.
Dari  uraian  diatas menunjukkan juga bahwa para manajer menggunakan semua sumber daya organisasi keuangan, peralatan  dan informasi seperti halnya orang dalam pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Orang atau  manusia  adalah sumber daya yang terpenting bagi setiap organisasi,  tetapi  para manajer tidak akan dapat mencapai tujuan secara optimal bila mereka  mengabaikan sumber daya organisasi lainnya.



2.2.            Pengertian Organisasi
Di dalam usaha untuk mencapai tujuan tertentu maka manusia harus bekerja sama dengan pihak lainnya yaitu dengan berorganisasi. Dengan adanya organisasi mengakibatkan adanya pembagian kerja antara kelompok orang-orang yang bekerja sama.
Dalam organisasi yang kecil, pembagian kerjanya tidak begitu terlihat, tapi sebaliknya pada organisasi yang benar nampak jelas pembagian kerjanya dalam struktur oleh sebab itu dalam struktur organisasi harus secara jelas tercermin adanya pembagian kerja.
Dengan demikian kegiatan-kegiatan di dalam organisasi dengan berjalan sebagaimana mestinya guna mewujudkan tujuan yang hendak dicapai. Pendapat yang mengemukakan pengertian organisasi antara lain:
Pendapat (Sondang p. Siagian, 1986) :
”Organisasi adalah setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan bersama dan terikat secara formal dalam suatu ikatan hirarki dimana selalu terdapat hubungan antara seseorang atau sekelompok orang yang disebut pimpinan dan seorang atau sekelompok orang yang disebut bawahan”.
Sedangkan menurut 9James L. Gibson, a991) :
” organisasi adalah kesatuan yang memungkinkan masyaakat mencapai tujuan yang tidak dapat dicapai individu secara perorangan”.

Menurut (Leonard D White, 1979) memberikan 2 pengertian yaitu :
a.       Organisasi adalah pola hubungan yang ditetapakan secara formil oleh hukum dan top manajemen (organisasi formil)
b.      Organsasi adalah sejumlah tata hubungan kerjasama antara sejumlah orang dalam suatu jangka waktu yang panjang (organisasi informal).
            Dari definsi atau pengertian yang telah penulis kemukakan di atas, dapatlah diambil kesimpulan bahwa unsur-unsur dasar daripada organisasi adalah:
a.       Adanya dua orang atau lebih
b.      Adanya maksud untuk bekerja sama
c.       Adanya pengauran hubungan
d.      Adanya tujuan yang hendak dicapai
            Berdasarkan  unsur-unsur dasar di atas maka organisasi pada pokoknya adalah sekelompok manusia, dengan sengaja dipesatkan dalam suatu kerjasama yang efisien dan efektif untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Dari uraian ini ada tiga unsur yang menonjol yaitu :
a.       Organisasi bukanlah suatu tujuan melainkan suatu alat untuk mencapai tujuan
b.      Organisasi adalah wadah serta proses kerja sama dari sejumlah manusia yang terikat hubungan formal.
c.       Dengan adanya organisasi, bukan berarti manusia tergantung pada orang lain akan tetapi dengan adanya keterlibatan orang lain  mempunyai manfaat yang lebih positif yaitu dapat mempermudah usaha manusia dalam mencapai tujuan.

2.3.      Prinsip-prinsip Organisasi
               Menurut (Manullang, 1994) agar suatu organisasi dapat berjalan dengan baik atau dalam rangka membentuk suatu oganisasi yang baik atau dalam usaha  organisasi perlu kita perhatikan beberapa prinsip-prinsip organisasi sebagai berikut :
1.      Perumusan tujuan yang jelas
2.      Pembagian keja dan Delegasi Kekuasaan
3.      Rentang kekuasaan
4.      Tingkatan-tingkatan pengawasan
5.      Kesatuan perintah dan tanggung jawab
6.      koordinasi
Perumusan tujuan yang jelas
Bila akan melakukan sesuatu aktivitas, maka pertama-tama harus jelas ialah  apakah  tujuan  akativitas tesebut. Demikian  pula  kita mengorganiser atau  membuat  suatu  skema  organisasi  atau   membentuk  suatu  badan,  maka

pertama-tama harus  jelas apa  yang menjadi tujuannya. Bagi suatu benda, tujuan itu akan berperan sebagai:
1.      pedoman ke arah mana organisasi itu akan dibawa
2.      landaan bagi organisasi yang bersangkutan
3.      menetukan macam aktivitas yang akan dilakukan dan
4.      menentukan program, prosedur dan kiss me (koordinasi, integrasi, simplikasi, sinkronisasi dan mekanisasi).
Pembagian kerja
Di dalam sebuah organisasi, pembagian kerja atau tugas pekerjaan adalah keharusan mutlak tanpa itu kemungkinan terjadinya tumpang tindih menjadi amat besar. Pembagian tugas pekerjaan pada akhirnya akan menghasilkan departemen-departemen dan job  description dari masing-  masing departemen   sampai  unit-unit  terkecil  dalam organisasi. Dengan  pembahagian tugas pekerjaan, ditetapakan sekaligus susunan organisasi (struktur organisasi), tugas  dan  fungsi-fungsi  masing-masing unit dalam organisasi,  hubungan-hubungan serta  wewenang masing-masing unit oganisasi.
Pembagian tugas saja perlu dilihat dari manfaat yang diperoleh dari penerapan spesialisasi, tetapi pula dalam rangka mewujudkan penempatan orang yang tepat pada jabatan yang tepat dan pula dalam mempermudah pengawasan oleh atasan.

Delegasi kekuasaan
Salah satu prinsip pokok dalam setiap organisasi adalah delegasi kekuasaan. Kepada setiap pejabat harus didelegasikan kekuasaan, atau wewenang yang perlu ahar pejabat tersebut dapat melaksanakan tugasnya sebaik-baiknya. Wewenang atau kekuasaan itu mempunyai aspek, antara lain wewenang mengambil keputusan, wewenang menggunakan peralatan, bahan dari uang, wewenang memerintah, wewenang pemakaian waktu tettentu dan lain sebagainya.
Delegasi kekuasaan merupakan keahlian pimpinan yang penting dan elementer sebab dengan delegasi kekuasaan, seorang pemimpin dapat melipat gandakan waktu, perhaitan dan pengetahuannya yang terbatas. Bahkan dapat dikatakan, delegasi kekuasaan merupakan salah satu jalan utama bagi setiap pemimpin untuk dipercaya akan diri sendiri. Kesanggupan untuk menerima tanggung jawab adalah test pertama bagi seorang pemimpin, tetapi keberanian mendelegasikan kekuasaan kepada bawahan merupakan tanda nyata seorang pimpinan yang sukses.
Rentang kekuasaan
Mengenai prinsip rentang kekuasaan, dipergunakan berbagai istilah-istilah yang berbeda, seperti span of authority, span of control (rentan pengawasan), span of management  dan  span  of  managerial responsibilities  dan dalam bahasa  Indonesia  dipakai  istilah  lain  seperti  jenjang  pengawasan,

Jenjang  kekuasaan dan rentang kendali. Dengan rentang kekuasaan dimaksudkan berapa jumlah orang yang setepatnya yang menjadi bawahan seseorang pemimpin, sehingga pemimpin itu dapat memimpin, membimbing dan mengawasi dengan secara berhasil guna dan berdaya guna.
Tingkat-tingkat pengawasan
Menurut prinsip ini, tingkat pengawasan atau tingkat pemimpin hendaknya  diusahakan  sedini  mungkin.  Di  dalam suatu organisasi diusahakan agar organisasi sesederhana mungkin, selain memudahkan komunikasi pula agar ada motivasi  bagi  setiap  orang di dalam organisasi untuk mencapai timgkat-timgkat tertnggi di dalam struktur organisasi. Sehubungan dengan prinsip-prinsip tingkat-tingkat pengawasan  ini, maka  suatu organisasi yang baik yaitu berbentuk pipih dan tidak menjulang tinggi.
Kesatuan perintah dan tanggung-jawab
Menurut prinsip ini maka seorang bawahan hanya mempunyai seorang atasan dari siapa ia menerima perintah dan kepada siapa ia memberi pertanggungjawaban akan  pelaksanaan  tugasnya. Dengan kata lain prinsip tidak seorangpun dapat melayani dua atasan sekaligus
Koordinasi
Prinsip yang tidak kalah pentingnya dlam organisasi adalah prinsip koordinasi.  Adanya  pembaian  tugas  pekerjaan  dan  bahagian-bahagian  serta,


unit-unit terkecil di dalam suatu organisasi, cenderung timbul kekuatan memisahkan diri dari organisasi sebagai keseluruhan.

3.3.      Pentingnya Pendidikan dan Pelatihan Karyawan
Pelatihan sumber daya manusia berhubungan erat dengan penilaian terhadap hasil pekerjaan mereka, artinya pelatihan dilaksanakan setelah ada hasil penilaian. Pelatihan dilakukan agar para karyawan memiliki pengetahuan, kemampuan dan keterampilan sesuai dengan tuntutan pekerjaan yang mereka lakukan.
Melaksanakan pelatihan berarti mengembangkan pengetahuan para karyawan untuk lebih mengenal dan memahami :
1.      Seluk beluk pelaksanaan pekerjaan lebih mendalam.
2.      Perkembangan perusahaan.
3.      Sasaran yang akan dicapai perusahaan.
4.      Perlunya kerjasama dalam melaksanakan pekerjaan.
5.      Informasi yang disampaikan perusahaan.
6.      Kesulitan-kesulitan yang dihadapi perusahaan.
7.      Hubungan-hubungan dengan lingkungan.
8.      Kebijaksanaan dan peraturan yang berlaku dalam perusahaan.
9.      Sistem dan prosedur yang digunakan dalam pelaksanaan tugas perusahaan.
10.  Perilaku karyawan yang mendukung dan dituntut perusahaan.

Seseorang karyawan yang sudah terampil akan terlihat pada gejala-gejala sebagai berikut ;
1.      Tahu dan mengerti apa yang harus dikerjakan.
2.      Mempunyai gerak kerja yang cepat dan tepat.
3.      Jarang sekali melakukan kesalahan dan kekeliruan dalam bekerja.
4.      Sudah mempunyai kiat-kiat tertentu dalam melaksanakan pekerjaan.
5.      Produktivitas kerja meningkat dari biasanya.
Bila pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia tidak dilakukan dalam suatu perusahaan, maka akan terlihat pada gejala-gejala  sebagai  berikut :
1.      Sering berbuat kesalahan dalam melaksanakan pekerjaan.
2.      Tidak pernah berhasil  memenuhi  standard kerja seperti yang dituntut uraian pekerjaan.
3.      Mempunyai pola pikir yang sempit dan picik.
4.      Tidak  mampu  menggunakan  peralatan  yang  lebih  canggih dalam bekerja.
5.      Akan tetap tinggal bodoh dan terpaut path pekerjaan rutin.
6.      Produktivitas kerja tidak pernah meningkat.
7.      Kesinambungan perusahaan tidak bisa dijamin.
8.      Rasa kepedulian karyawan yang rendah terhadap perusahaan.
9.      Perusahaan tidak akan mampu bersaing dengan perusahaan lain.
10.  Perusahaan  selalu  ketinggalan  dalam  memberikan  pelayanan  yang    baik
Kepada pelanggan.
Manfaat yang diperoleh perusahaan bila perusahaan melaksanakan kegiatan pelatihan karyawan, sebagai beikut :
1.      Perusahaan akan berkemampuan menyesuaikan diri dengan kebutuhan sekarang.
2.      Perusahaan akan mempunyai SDM   yang    selalu tampil meyakinkan dalam melaksanakan pekerjaan.
3.      Perusahaan akan mampu menjawab tantangan    perkembangan keadaan masa depan.
4.      Perusahaan dapat meningkatkan prestasi   karyawan secar individual maupun kelompok
5.      Mekanisme  perusahaan   lebih fleksibel dan tidak kaku dalam menggunakan teknologi baru.
6.      Perusahaan dapat mempersiapkan karyawan-karyawan untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi.
Menurut ( Soekidjo Notoatmodjo, 1991) program pendidikan dan pelatihan bagi suatu perusahaan memiliki arti penting antara lain sebagai berikut:
a.                Sumber daya manusia atau karyawan yang menduduki suatu jabatan tertentu dalam organisasi, belum tentu mempunyai  kemampuan  yang sesuai  dengan persyaratan yang diperlukan dalam jabatan  tersebut.Hal  ini   terjadi
karena sering seseorang menduduki jabatan tertentu bukan                                karena kemampuannya, melainkan karena tersedianya formasi. Oleh sebab itu karyawan atau staf baru ini perlu penambahan kemampuan yang mereka perlukan.
b.      Dengan adanya kemajuan ilmu dan teknologi, jelas akan mempengaruhi suatu organisasi atau instansi. Oleh sebab itu jabatan-jabatan yang dulu belum diperlukan, sekarang diperlukan. Kemampuan orang yang akan menempati jabatan tersebut kadang-kadang tidak ada. Dengan demikian maka diperlukan penambahan atau peningkatan kemampuan yang diperlukan oleh jabatan tersebut.
c.                Promosi dalam suatu organisasi adalah suatu keharusan apabila organisasi itu mau berkembang. Pentingnya promosi bagi seseorang adalah sebagai salah satu ”reward dan insentive” (ganjaran dan perangsang).

d.      Di dalam masa pembangunan ini organisasi atau instansi, baik pemerintah maupun swasta merasa terpanggil untuk menyelenggarakan pelatihan-pelatihan bagi para karyawannya agar diperoleh efektivitas dan efisiensi kerja sesuai dengan masa pembangunan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar