Rabu, 15 Mei 2013

Penjualan, Laba. Laporan Laba Rugi



 Pengertian Penjualan
Penjualan merupakan salah satu fungsi pemasaran yang sangat penting dan menentukan bagi perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan yaitu memperoleh laba untuk menjaga kelangsungan hidup perusahaan. Sebenarnya pengertian penjualan sangat luas, beberapa para ahli mengemukakan tentang definisi penjualan antara lain :
Menurut Basu Swastha dalam buku Manajemen Penjualan yaitu :
“Menjual adalah ilmu dan seni mempengaruhi pribadi yang dilakukan oleh penjual untuk mengajak orang lain agar bersedia membeli barang/jasa yang ditawarkannya”. (1998 ; 8)
                  
Menurut Moekijat dalam buku Kamus Istilah Manajemen yaitu :
Selling : melakukan penjualan adalah suatu kegiatan yang ditujukan untuk mencari pembeli, mempengaruhi dan memberikan pentunjuk agar pembeli dapat menyesuaikan kebutuhannya dengan produk ditawarkan serta mengadakan perjanjian mengenai harga yang menguntungkan bagi kedua belah pihak”. (2000 ; 488)
                                                                                      
Menurut Win’s Anorga dalam buku Kamus Istilah Ekonomi yaitu:
Selling: aktivitas menjual adalah tindakan yang membangkitkan bagi yang membeli barang/jasa dan melaksanakan jual beli yang meliputi penyerahan hak milik dan pembayaran harga dalam jangka waktu perjanjian”.        (1993 ; 217)
                                                                                                     
Menurut Kusnadi dalam buku Akuntansi Keuangan Lanjutan yang menjelaskan bahwa :
“Penjualan (sales) adalah sejumlah uang yang dibebankan kepada pembeli atas barang atau jasa yang dijual ”. (2000 ; 19)



Menurut Aliminyah & Padji dalam buku Kamus Istilah Akuntansi, pengertian Volume Penjualan adalah :
“Jumlah penjualan yang berhasil dicapai atau ingin dicapai oleh suatu perusahaan pada periode tertentu”. (2003 ; 126)

            Menurut Soemarso dalam buku Akuntansi Suatu Pengantar Jilid I menyatakan bahwa :
“Penjualan bersih (net sales) adalah penjualan dikurangi dengan pengembalian, pengurangan harga, biaya transpor yang dibayar untuk langganan dan potongan penjualan yang diambil”. (1995 ; 253)

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa penjualan adalah suatu proses pembuatan dan cara untuk mempengaruhi pribadi agar terjadi pembelian (penyerahan) barang atau jasa yang ditawarkan berdasarkan harga yang telah sepakati oleh kedua belah pihak yang terkait di dalam kegiatan tersebut.

Jenis dan Bentuk Penjualan
Terdapat beberapa jenis penjualan yang biasa dikenal dalam masyarakat, diantaranya adalah :
1.      Trade Selling, penjualan yang terdapat terjadi bilamana prodesen dan pedagang besar mempersilahkan pengecer untuk berusaha memperbaiki distribusi produk mereka. Hal ini melibatkan para penyalur dengan kegiatan promosi, peragaan, persediaan dan produk baru. Jadi titik beratnya adalah pada penjualan melalui penyalur bukan pada penjualan ke pembeli akhir.
2.      Missionary Selling, penjualan berusaha ditingkatkan dengan mendorong pembeli untuk membeli barang dari penyalur perusahaan.
3.      Technical Selling, berusaha meningkatkan penjualan dengan pemberian saran dan nasihat kepada pembeli akhir dari barang dan jasa.
4.      New Business Selling, berusaha membuka transaksi baru dengan membuat calon pembeli menjadi pembeli seperti halnya yang dilakukan perusahaan asuransi.
5.      Responsive Selling, setiap tenaga penjual diharapkan dapat memberikan reaksi terhadap permintaan pembeli melalui route driving and retailing. Jenis penjualan ini tidak akan menciptakan penjualan yang besar, namun terjalinnya hubungan pelanggan yang baik yang menjurus pada pembelian ulang.
Selain dari jenis-jenisnya, penjualan juga mempunyai bentuk-bentuk sebagai berikut:
1.      Penjualan secara tunai
Adalah penjualan yang bersifat “cash and carry” dimana penjualan setelah terdapat kesepakatan harga antara penjual dengan pembeli, maka pembeli menyerahkan pembayaran secara kontan dan bisa langsung dimiliki oleh pembeli.
2.      Penjualan kredit
Adalah penjualan non cash dengan tenggang waktu rata-rata di atas 1 bulan.
3.      Penjualan secara tender
Adalah penjualan yang dilaksanakan melalui prosedur tender untuk memenuhi permintaan pihak pembeli yang membuka tender.


4.      Penjualan ekspor
Adalah penjualan yang dilaksanakan dengan pihak pembeli luar negeri yang mengimpor barang yang biasanya mengunakan fasilitas letter of credit (LC).
5.      Penjualan secara konsiyasi
Adalah penjualan barang secara “titipan” kepada pembeli yang juga sebagai penjual. Apabila barang tersebut tidak terjual maka akan dikembalikan pada penjual.
6.      Penjualan secara grosir
Adalah penjualan yang tidak langsung kepada pembeli, tetapi melalui pedagang perantara yang menjadi perantara pabrik/importir dengan pedagang eceran.

 Faktor-faktor yang mempengaruhi penjualan
Dalam praktek, kegiatan penjualan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu :
a.      Kondisi dan Kemampuan Penjual
Transaksi jual beli atas barang atau jasa itu pada prinsipnya melibatkan dua pihak yaitu penjual pada pihak pertama dan pembeli pada pihak yang kedua. Di sini penjual harus dapat meyakinkan pembelinya agar dapat berhasil mencapai sasaran penjualan yang diharapkan. Untuk maksud tersebut penjual harus dapat beberapa masalah penting yang berkaitan yaitu :

-          Jenis dan karateristik barang yang akan ditawarkan.
-          Syarat penjualan
-          Harga produk
-          Pelayanan purna jual, seperti pembayaran, garansi, dan sebagainya.
Masalah-masalah di atas biasa menjadi pusat perhatian pembeli sebelum melakukan pembelian. Dengan tenaga penjual yang baik dapat dihindari timbulnya rasa kecewa pada para pembeli dalam pembeliannya. Adapun sifat-sifat yang harus dimiliki seorang penjual antara lain sopan, pandai bergaul, pandai berbicara, mempunyai kepribadian yang menarik.
b.      Kondisi Pasar
Pasar sebagai pihak pembeli atau pihak yang menjadi sasaran dalam penjualan dapat pula mempengaruhi kegiatan penjualan. Adapun faktor-faktor kondisi pasar yang perlu diperhatikan adalah :
-          Jenis pasarnya, apabila pasar konsumen, pasar industri, pasar penjual, pasar pemerintah, ataukah pasar internasional.
-          Kelompok pembeli atau segmen pasarnya
-          Daya beli konsumen
-          Frekuensi pembeliannya
-          Keinginan atau kebutuhan
c.       Modal
Akan lebih sulit bagi penjual untuk menjual barangnya apabila barang yang dijual belum dikenal oleh calon pembeli atau apabila lokasi pembeli jauh dari tempat penjual dalam keadaan seperti ini, penjual harus memperkenalkan dulu/membawa barangnya ketempat pembeli. Untuk melaksanakan maksud tersebut diperlukan adanya sarana serta usaha seperti usaha promosi dan lain sebagainya. Semua ini hanya dapat dilakukan apabila penjual memiliki sejumlah modal yang diperlukan untuk itu.
d.      Kondisi Organisasi Perusahaan
Pada perusahaan yang besar, biasanya masalah penjualan ini ditangani oleh bagian penjualan yang dipegang oleh ahli bidang penjualan, lain halnya dengan perusahaan kecil dimana masalah penjualan juga ditangani oleh orang yang melakukan fungsi-fungsi lain. Hal ini disebabkan karena jumlah tenaga kerjanya lebih sedikit, sistem organisasinya lebih sederhana, masalah yang dihadapi serta sarana yang dimilikinya juga tidak sekomplek perusahaan besar, biasanya masalah penjualan ini ditangani oleh pimpinan dan tidak diberikan pada yang lain.
e.       Faktor Lain
Faktor-faktor lain seperti periklanan, peragaan, kampanye, pemberian hadiah, seiring mempengaruhi penjualan. Ada pengusaha yang berpegang pada satu prinsip bahwa “paling penting membuat barang yang baik”. Bilamana prinsip tersebut dilaksanakan maka diharapkan pembeli akan membeli lagi barang yang sama. Maka oleh karena itu perusahaan tersebut akan melakukan upaya para pembeli tertarik pada produknya.


 
Penjualan secara garis besar bisa dipengaruhi oleh dua faktor lingkungan, yaitu :
1.      Faktor lingkungan terkendali
a.  produk
b.  harga
c.  distribusi
d.      promosi
2.      Faktor lingkungan tidak terkendali
a.       lingkungan sosial dan budaya
b.      lingkungan ekonomi
c.       situasi bisnis yang ada
d.      lingkungan politik dan hukum
e.       sumber dan tujuan perusahaan

 Fungsi danTujuan Penjualan
Fungsi penjualan meliputi aktivitas-aktivitas  yang dilakukan oleh penjual untuk merealisasikan penjualan seperti :
1.      menciptakan permintaan
2.      mencari pembeli
3.      memberikan saran-saran
4.      membicarakan syarat-syarat penjualan
5.      memindahkan hak milik.
Secara umum penjualan juga biasa diartikan sebagai suatu bentuk perpindahan (transfer) dari penjual kepada pembeli sesuai dengan syarat dan kondisi yang disepakati. Tujuan dari penjualan yaitu menjual dari apa yang telah dihasilkan dan bukan menghasilkan apa yang dapat dijual. Penjualan dalam perusahaan mempunyai tujuan  diantaranya  adalah sebagai berikut :
  1. Mencapai volume penjualan tertentu
  2. Mendapatkan laba tertentu
  3. Menunjang pertumbuhan perusahaan
Perusahaan yang kegiatan utamanya melakukan penjualan biasanya menyatakan jumlah penjualannya dalam bentuk unit. Unit ini merupakan bagian dari hasil (penjualan produk yang terjual dibandingkan dengan produk yang tersedia yang biasa dinyatakan dalam bentuk data nomerik/deretan angka.

Perbedaan antara Penjualan dengan Pemasaran
Perbedaan Antara Penjualan (Selling) dan Pemasaran (Marketing) ialah :
Selling :
  1. Emphasis is on the product (menekankan kegiatan produk)
  2. Company first makes the product and then figures out how to sell it (perusahaan mula-mula membuat produk, kemudian berusaha menjualnya)
  3. Management is sales volume oriented (manajemen di sini berorientasi pada bagaimana tercapainya volume penjualan sebesar-besarnya)
  4. Planning is short run oriented, in terms of today’s products and markets (rencananya biasanya berjangka pendek, dengan kata lain produk sekarang, harus dipasarkan sekarang).
Marketing :
  1. Emphasis is on customer’s wants (menekankan pada apa yang diinginkan oleh konsumen)
  2. Company first determines what the customer want, and then figures out how to make and delivera product to satisfy those wants (perusahaan mula-mula  meneliti apa keinginan konsumen, kemudian merancang bagaimana membuat produk tersebut, agar memuaskan selera konsumen)
  3. Management is profit oriented (manajemen berorientasi pada profit dalam arti laba total bukan laba perunit barang).
  4. Planning is long run oriented, in terms of new product, tomorrow’s markets, and future growth (rencana dibuat jangka panjang, dalam arti memikirkan pertumbuhan perusahaan dimasa yang akan datang)
Pengertian Laba.
            Pengertian laba menurut Sofyan Syafri Harahap dalam bukunya Teori akuntansi adalah sebagai berikut :
Menurut FASB Gains (laba) adalah :
“Naiknya nilai equity dari transaksi yang sifatnya insidentil dan bukan kegiatan utama entity dan dari transaksi atau kejadian lainnya yang mempengaruhi entity selama satu periode tertentu kecuali yang berasal dari hasil atau investasi dari pemilik”. (2002 ; 228)

Menurut Committee on Terminology mendefinisikan laba sebagai :
“Jumlah yang berasal dari pengurangan harga pokok produksi, biaya lain, dan kerugian dari penghasilan atau penghasilan operasi”. (2002 ; 228)

Menurut APB Statement mengartikan laba sebagai :
“Laba adalah kelebihan (defisit) penghasilan di atas biaya selama satu periode akuntansi”. (2002 ; 228) 
                                                                                           
            Pengertian laba diungkapkan oleh Zaki Baridwan dalam bukunya Intermediate Accounting menyebutkan bahwa :
Gains (laba) adalah kenaikan modal (aktiva bersih) yang berasal dari transaksi sampingan atau transaksi yang jarang terjadi dari suatu badan usaha, dan dari semua transaksi atau kejadian lain yang mempengaruhi badan usaha selama satu periode kecuali yang timbul dari pendapatan (revenue) atau investasi oleh pemilik. Contoh : laba dari penjualan aktiva tetap”. (1997 ;31)
                                                                                       
Berdasarkan beberapa pengertian di atas maka penulis mengambil kesimpulan bahwa pada dasarnya laba kotor adalah merupakan selisih lebih dari pendapatan, penjualan bersih dengan harga pokok penjualan.

Jenis-Jenis Laba.
Jenis-jenis laba dalam hubungannya dengan perhitungan laba, yaitu :
  1. Laba kotor yaitu perbedaan antara pendapatan bersih dan penjualan dengan harga pokok penjualan.
  2. Laba dari operasi yaitu selisih antara laba kotor dengan total beban operasi.
  3. Laba bersih yaitu angka terakhir dalam perhitungan laba-rugi dimana untuk mencarinya laba operasi ditambah pendapatan lain-lain dikurangi dengan beban lain-lain.


2.2.3.      Pengklasifikasian Laba.
Dalam menyajikan laporan laba-rugi akan terlihat pengklasifikasian dalam penetapan pengukuran laba sebagai berikut :
1.      Laba kotor atas penjualan, merupakan selisih dari penjualan bersih dan harga pokok penjualan, laba ini dinamakan laba kotor hasil penjualan bersih belum dikurangi dengan beban operasi lainnya untuk periode tertentu.
2.      Laba bersih operasi perusahaan yaitu laba kotor dikurangi dengan sejumlah biaya penjualan, biaya administrasi dan umum.
3.      Laba bersih sebelum potongan pajak, merupakan pendapatan perusahaan secara keseluruhan sebelum potongan pajak perseroan, yaitu perolehan apabila laba operasi dikurangi atau ditambah dengan selisih pendapatan dan biaya lain-lain.
4.      Laba bersih sesudah potongan pajak yaitu laba bersih setelah ditambah atau dikurangi dengan pendapatan dan biaya non operasi dan dikurangi dengan pajak perseroan.

2.2.4.      Faktor-faktor yang Mempengaruhi Laba.
Faktor- faktor yang berpengaruh terhadap laba, antara lain :
1.   Biaya.
Biaya yang timbul dari perolehan atau mengolah suatu produk atau jasa akan mempengaruhi harga jual produk yang bersangkutan.

2.   Harga jual.
Harga jual produk atau jasa akan mempengaruhi besarnya volume penjualan produk atau jasa yang bersangkutan.
3.  Volume penjualan dan produksi.
Besarnya volume penjualan berpengaruh terhadap volume produksi produk atau jasa tersebut, selanjutnya volume produksi akan mempengaruhi besar kecilnya biaya produksi.

2.2.5.   Konsep laba.
            Didalam kehidupan yang nyata konsep laba sangat diperlukan dalam proses dunia usaha atau bisnis, dimana konsep ini sebagai pedoman dalam pembuatan laporan keuangan bagi pihak-pihak tertentu, dan berguna dalam pengambilan keputusan atau kebijakan yang akan dikeluarkan.
            Salah satu sasaran penting bagi organisasi yang berorientasi pada profit orientied adalah menghasilkan laba. Oleh karena itu jumlah laba yang dihasilkan dapat dipakai sebagai salah satu alat ukur efektivitas, karena laba adalah selisih antara pandapatan dan pengeluaran.
            Laba merupakan keuntungan yang diterima perusahaan karena perusahaan telah melakukan pengorbanan untuk kepentingan pihak lain.
            Konsep laba terdiri dari beberapa macam bentuk atau jenis diantaranya adalah :
A. Konsep laba akuntansi, dimana konsep ini menyatakan lima sifat laba akuntansi diantaranya adalah :
1.      Laba akuntansi didasarkan pada transaksi actual yang dilakukan oleh sebuah perusahaan (terutama pendapatan yang timbul dari penjualan barang atau jasa dikurangi biaya yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut).
2.      Laba akuntansi didasarkan pada postulat periodik dan berhubungan dengan prestasi keuangan perusahaan selama periode tertentu.
3.      Laba akuntansi didasarkan pada prinsip pendapatan dan membutuhkan definisi, pengukuran dan pengakuan pendapatan.
4.      Laba akuntansi membutuhkan perhitungan terhadap biaya dalam bentuk biaya histories yang dikeluarkan perusahaan untuk mendapatkan hasil tertentu.
5.      Laba akuntansi didasarkan pada prinsip “Matching” artinya hasil dikurangi biaya yang diterima atau dikeluarkan dalam periode yang sama.
B.     Konsep laba ekonomi yang menyatakan bahwa laba adalah kenaikan dalam kekayaan dan dikaitkan dengan praktis bisnis. Menurut Fischer  laba ekonomi mencakup tiga tahapan yaitu :
1.      Physical Income, yaitu konsumsi barang dan jasa pribadi yang sebenarnya     memberikan kesenangan fisik dan pemenuhan kebutuhan, laba jenis ini tidak dapat diukur.
2.      Real Income adalah ungkapan kejadian yang memberikan peningkatan terhadap kesenangan fisik. Ukuran yang digunakan adalah “Biaya hidup” (Cost of living).
3.      Money Income merupakan hasil uang yang diterima dan dimaksudkan  untuk konsumsi dalam memenuhi kebutuhan hidup.
C. Konsep “capital maintenance” menurut belkaoui ada dua konsep utama pemeliharaan modal atau pemulihan biaya yaitu :
1.  Financial Capital  (dalam satuan unit uang) yang terdiri dari :
     a..  Money Maintenance  yaitu modal keuangan diukur dengan jumlah unit uang. Modal keuangan diinvestasikan, dipelihara dan laba yang dihasilkan sama dengan perubahan aktiva bersih yang disesuaikan dengan transaksi modal yang dinyatakan dalam satuan uang.    
b.      General Purchasing power money maintenance yaitu modal keuangan diukur dengan jumlah unit daya beli yang sama. Daya beli modal keuangan yang diinvestasikan dipelihara, laba yang dihasilkan sama dengan perubahan dalam aktiva bersih diselesaikan dengan transaksi modal yang dinyatakan dalam jumlah unit daya beli.
2.       Physical Capacity (dalam satuan unit daya beli umum) terdiri dari :
a. Productive Capacity Maintenance yaitu modal fisik diukur dalam jumlah unit uang. Kapasitas produksi yang digunakan  dipelihara, kapasitas produksi dapat diartikan sebagai kapasitas fisik kapasitas untuk berproduksi, volume barang dan jasa yang sama dengan kapasitas atau memproduksi nilai barang dan jasa yang sama.
b. General Purchasing Power Productive Capacity Maintenance, yaitu modal fisik diukur dalam jumlah unit daya beli yang sama. Konsep ini disesuaikan dengan tingkat harga umum.
2.2.6.   Analisa Perubahan Laba Kotor.
            Analisa perubahan laba kotor (Gross Profit Analysis) adalah suatu analisis untuk mengetahui sebab-sebab perubahan laba kotor suatu perusahaan dari satu periode ke periode yang lain atau perubahan laba kotor suatu periode dengan laba yang dibudgetkan untuk periode tersebut.
            Adapun faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perubahan laba kotor adalah sebagai berikut :
1.  Perubahan harga jual (Sales Price Variance), yaitu ada perubahan harga jual realisasi dengan harga jual anggaran. Perubahan laba kotor yang disebabkan adanya perubahan harga jual ditentukan dengan rumus (HJR-HJA)KR.
Dimana :
HJR     = Harga Jual Realisasi (tahun yang berlaku sekarang).
HJA     = Harga Jual Anggaran tahun lalu.
KR    = Kuantitas Realisasi.
      Apabila (HJR-HJA) hasilnya positif berarti ada kenaikan harga yang menunjukan keadaan yang menguntungkan, sebaliknya bila hasilnya negatif berarti ada penurunan harga jual dan menunjukan keadaan yang merugikan.
2.  Perubahan kuantitas produk yang dijual (Sales Volume Variance), yaitu ada perbedaan antara kuantitas produk anggaran (tahun lalu) dengan kuantitas produk realisasi. Perubahan laba kotor yang disebabkan adanya perubahan kuantitas produk yang dijual ditentukan dengan rumus : (KR-KA).HJA.
            Apabila (KR-KA) hasilnya positif menunjukan bahwa kuantitas produk yang sesungguhnya dijual lebih dari kuantitas yang dianggarkan hal ini menunjukan keadaan yang menguntungkan atau bagian penjualan bekerjanya lebih baik, sebaliknya bila hasilnya negatif berarti penjualan turun dan menunjukan keadaan yang merugikan.
3. Perubahan harga pokok penjualan persatuan produk (Cost Price Variance), yaitu adanya perbedaan antara harga pokok penjualan persatuan dengan produk (Unit Cost) menurut perencanaan tahun sebelumnya dengan harga pokok penjualan, realisasi perubahan laba kotor yang disebabkan adanya perubahan harga pokok penjualan atau satuan produk yang dijual ditentukan dengan rumus : (HPPR-HPPA).KR
            Apabila hasil  (HPPR- HPPA) positif, maka HPP mengalami kenaikan dalam sektor biaya dan sebaliknya bila hasilnya negatif maka menunjukan keadaan yang merugikan
4.  Perubahan kuantitas Harga pokok penjualan (Cost Volume Variance), yaitu ada  perubahan harga pokok penjualan, karena perubahan kuantitas atau volume penjualan. Perubahan laba kotor yang disebabkan adanya kuantitas harga pokok penjualan per satuan produk yang dijual ditentukan dengan rumus : (KR-KA).HPPA.
         Apabila (KR-KA) hasilnya positif berarti kuantitas yang dijual atau yang diproduksi bertambah (mengalami kenaikan), jika kuantitas bertambah maka harga pokok penjualan akan mengalami kenaikan pula, Hal ini menunjukan keadaan yang merugikan.



  Pengertian Laporan Laba Rugi
Menurut Munawir dalam buku Analisa Laporan Keuangan yang menjelaskan bahwa :
“Laporan Laba Rugi adalah merupakan suatu laporan yang sistematis tentang penghasilan, biaya, rugi-laba yang diperoleh oleh suatu perusahaan selama periode tertentu”. ( 1995 ; 26)
                                                                                             
Menurut Soemarso dalam buku Pengantar Akuntansi Suatu Pengantar yang menjelaskan bahwa :
“Perhitungan Laba Rugi adalah ikhtisar pendapatan biaya suatu perusahaan untuk suatu jangka waktu tertentu yang menunjukkan hasil usaha perusahaan jangka waktu tertentu”. (1995 ; 58)

Menurut Budi Rahardjo dalam buku Memahami laporan keuangan menyatakan bahwa :
“Perhitungan Laba Rugi yaitu berisi informasi mengenai jumlah yang diterima dari penjualan barang dan pendapatan lain, dikurangi dengan biaya dan beban pengeluaran yang telah dikeluarkan perusahaan untuk beroperasi atau melaksanakan kegiatan usahanya, yang hasilnya adalah suatu laba atau keuntungan bersih atau kerugian untuk tahun tersebut”. (1994 ; 33)

Menurut Kusnadi dalam buku akuntansi keuangan lanjutan yang menjelaskan bahwa :
“Laporan laba rugi adalah suatu laporan yang disusun secara sistematis berdasarkan prinsip akuntansi hasil operasi perubahan selama satu tahun atau satu periode akuntansi”. (2000 ; 19)


Prinsip-Prinsip Umum Laporan Laba Rugi
Walaupun belum ada keseragaman tentang susunan laporan laba rugi bagi tiap tiap perusahaan, namun prinsip yang umumnya diterapkan adalah sebagai berikut :



1.      Bagian yang pertama menunjukkan penghasilan yang diperoleh dari usaha pokok perusahaan (penjualan barang dagang atau memberikan service) diikuti dengan harga pokok  dari barang/service yang dijual, sehingga diperoleh laba kotor.
2.      Bagian kedua menunjukkan biaya-biaya operationil yang terdiri dari biaya penjualan dan biaya umum/administrasi (operating expenses).
3.      Bagian ketiga menunjukkan hasil-hasil yang diperoleh di luar operasi pokok perusahaan, yang diikuti dengan biaya-biaya yang terjadi di luar usaha pokok perusahaan (non operating/financial income dan expenses).
4.      Bagian keempat menunjukkan laba atau rugi yang insidentil (extra ordinary gain or loss) sehingga akhirnya diperoleh laba bersih sebelum pajak pendapatan.

 Bentuk Laporan Laba Rugi
Bentuk dari laporan laba rugi yang biasa digunakan adalah sebagai berikut:
1.        Bentuk single step, yaitu dengan mengabungkan semua penghasilan menjadi satu kelompok dan semua biaya dalam satu kelompok, sehingga untuk menghitung rugi/laba bersih hanya memerlukan satu langkah yaitu mengurangkan total biaya terhadap total penghasilan. Bentuk tersebut adalah sebagai berikut :


PT. X
Laporan Laba Rugi
Untuk Tahun XXXX
Penghasilan pokok (operating revenue)………………Rp. xxx
Penghasilan non-operasional………………………….Rp. xxx
Penghasilan insidentil…………………………………Rp. xxx  (+)
            Total Penghasilan……………………………...Rp. xxx
Harga pokok yang dijual……………..Rp. xxx
Biaya Operasionil…………………….Rp. xxx
Biaya non operasionil………………...Rp. xxx
Kerugian yang insidentif……………..Rp. xxx  (+)
            Total Biaya……………………………………Rp. xxx  (-)
            Pendapatan Bersih…………………………….Rp. xxx

2.        Bentuk multi step, yaitu dalam bentuk ini dilakukan pengelompokan yang lebih teliti sesuai dengan prinsip yang digunakan secara umum. Bentuk tersebut adalah sebagai berikut :






PT. X
Laporan Laba Rugi
Untuk Tahun XXXX
Penjualan Bruto………………………………………….Rp. xxx
Potongan/retur Penjualan………………………………..Rp. xxx  (-)
Penjualan Netto………………………………………….Rp. xxx
Harga pokok Penjualan………………………………….Rp. xxx  (-)
            Laba Penjualan…………………………………..Rp. xxx
Biaya-biaya Operasi :
Biaya Penjualan…………………Rp. xxx
Biaya umum dan administrasi…..Rp. xxx  (+)
                                                                                          Rp. xxx  (-)
Laba Bersih Operasionil………………………...Rp. xxx
Penghasilan dan biaya non-operasionil :
Penghasilan……………………..Rp. xxx
Biaya……………………………Rp. xxx
                                                                                         Rp. xxx  (+)
                                                                                         Rp. xxx
Rugi/laba insidentil…………………………………….Rp. xxx  (+)
Pendapatan netto sebelum pajak……………………….Rp. xxx



     Elemen-elemen Laporan Laba Rugi
Ada tiga elemen pokok dalam laporan laba rugi antara lain :
1.      Pendapatan operasional yang didefinisikan sebagai asset masuk atau asset yang naik nilainya atau hutang yang semakin berkurang atau kombinasi ketiga hal dimuka, selama periode dimana perusahaan memproduksi dn menyerahkan barang atau memberikan jasa, atau aktivitas lain yang merupakan operasi pokok perusahaan.
2.      Beban operasional yang didefinisikan sebagai asset keluar atau pihak lain memanfaatkan asset perusahaan atau munculnya hutang atau kombinasi antar ketiganya selama periode dimana perusahaan memproduksi dan menyerahkan barang, memberikan jasa, atau melaksanakan aktivitas lain yang merupakan operasi pokok perusahaan.
3.      Untung atau Rugi
      Untung yang didefinisikan sebagai kenaikan modal saham dari transaksi yang bersifat insidentil dan bukan merupakan kegiatan pokok perusahaan dan dari transaksi lainnya yang mempengaruhi perusahaan selama periode tertentu, kecuali yang berasal dari pendapatan operasional dan investasi pemilik saham. Rugi didefinisikan sebagai penurunan modal saham dari transaksi yang bersifat insidental dan bukan merupakan kegiatan pokok perusahaan dan dari transaksi lainnya yang mempengaruhi perusahaan selama periode tertentu, kecuali yang berasal dari beban operasional dan distribusi ke pemilik saham.   

2.4.      Hubungan Antara Volume Penjualan Dengan Laba Bersih
 Dalam hal ini untuk mengetahui hubungan antara volume penjualan dengan laba bersih dapat di lihat pada komponen-komponen dalam laporan laba rugi perusahaan yang saling terkait yang menyatakan adanya hubungan yang erat mengenai hubungan antara keduanya. Karena dalam hal ini dapat diketahui bahwa laba akan timbul jika penjualan produk perusahaan lebih besar dibandingkan dengan biaya-biaya yang dikeluarkan. Faktor utama yang mempengaruhi besar kecilnya laba adalah pendapatan. Pendapatan dapat diperoleh dari hasil penjualan barang dagangan perusahaan.
Keberhasilan suatu perusahaan dapat dilihat pada tingkat laba yang diperoleh perusahaan itu sendiri karena tujuan utama perusahaan pada umumnya adalah untuk memperoleh laba yang sebesar-besarnya dan laba merupakan faktor yang menentukan bagi kelangsungan hidup perusahaan itu sendiri.
Seperti diketahui bahwa pendapatan utama perusahaan dagang adalah pendapatan penjualan biasa disingkat menjadi penjualan, yang menunjukkan penambahan dalam ekuitas pemilik dari pengiriman persediaannya kepada para pelanggan. (Penjualan bersih adalah pendapatan penjualan dikurangi dengan berbagai pengurangan penjualan). Beban utama dari perusahaan dagang adalah harga pokok penjualan. Pada saat persediaan di jual kepada pelanggan maka biaya persediaan menjadi beban bagi perusahaan. Kelebihan pendapatan penjualan dari harga pokok penjualan disebut sebagai laba bruto (gross profit). Ukuran usaha ini dapat membantu mengukur keberhasilan suatu usaha. Laba kotor yang tinggi merupakan kunci keberhasilan.       

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar