Selasa, 05 Maret 2013

Tujuan Pelaporan Akuntansi dan Keuangan Pemerintahan


Meskipun tujuan utama antara perusahaan dan pemerintah berbeda, pada
prinsipnya tujuan akuntansi pemerintahan dan akuntansi komersial adalah sama,
yaitu memberikan informasi keuangan atas transaksi keuangan yang dilakukan oleh
organisasi tersebut dalam periode tertentu dan juga melaporkan posisi keuangan
(neraca) pada tanggal tertentu kepada para penggunanya dalam rangka untuk
mengambil keputusan.
Menurut Muhammad Gade (2002), akuntansi pemerintahan secara umum
mempunyai dua tujuan, yaitu sebagai media akuntabilitas dan menyediakan
informasi untuk manajemen. Sedangkan Bachtiar Arif, Muchlis, dan Iskandar (2002)
menyebutkan bahwa akuntansi pemerintahan mempunyai tiga tujuan, yaitu
akuntabilitas, manajerial, dan pengawasan. Penjelasan selengkapnya adalah sebagai
berikut:

1. Akuntabilitas
Fungsi akuntabilitas lebih luas daripada sekedar ketaatan pada peraturan
perundangan yang berlaku, tetapi juga mempertimbangkan penggunaan sumber
daya secara bijaksana, efisien, efektif, dan ekonomis. Tujuan sebagai alat
akuntabilitas ditetakankan karena setiap pengelola atau manajemen dapat
menyampaikan akuntabilitas keuangan dengan menyampaikan suatu laporan
keuangan.
Keuangan       negara       yang       dikelola       oleh       pemerintah       harus       dapat
dipertanggungjawabkan sesuai perintah konstitusi. Di Indonesia, pelaksanaan
fungsi tersebut dicantumkan dalam Undang-undang Dasar 1945. Pasal 23E UUD
1945 mengamanatkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melaksanakan
pemeriksaan kinerja pengelolaan keuangan negara. Menurut Penjelasan Pasal 9
huruf g Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003, penyusunan dan penyajian
laporan keuangan oleh kementerian atau lembaga adalah dalam rangka
akuntabilitas dan keterbukaan dalam pengelolaan keuangan negara, termasuk
prestasi kerja yang dicapai unit yang bersangkutan atas penggunaan anggaran.

2. Manajerial
Akuntansi pemerintahan menyediakan informasi keuangan bagi pemerintah
untuk melakukan fungsi manajerial. Jika ditinjau dari fungsi-fungsi manajemen,
yaitu     perencanaan      (planning),    pengorganisasian     (organizing),    pelaksanaan
(actuating), dan pengendalian (controlling), maka fungsi manajerial akuntansi
pemerintahan dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. akuntansi pemerintahan memungkinkan pemerintah melakukan perencanaan
berupa penyusunan RAPBN dan strategi pembangunan lainnya,
b. akuntansi pemerintahan sangat berperan dalam proses pelaksanaan APBN
karena perannya mencatat penerimaan dan pengeluaran dalam tahun
anggaran yang bersangkutan,
c. akuntansi pemerintahan sangat berperan dalam pengendalian kegiatan
pemerintah agar dalam rangka pencapaian ketaatan terhadap peraturan
perundang-undangan, serta efisiensi dan efektifitas dari kegiatan tersebut.

3. Pengawasan
Akuntansi       pemerintahan        yang        baik       memungkinkan       dilakukannya
pemeriksaan atas pengurusan keuangan negara oleh aparat pemeriksaan
eksternal, yaitu BPK. Tujuan pemeriksaan ini menurut Undang-undang Nomor 15
Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan
negara adalah:
a. untuk mengidentifikasikan hal-hal yang perlu menjadi perhatian lembaga
perwakilan (DPR),
b. sedangkan bagi pemerintah, pemeriksaan kinerja dimaksudkan agar kegiatan
yang dibiayai dengan keuangan negara/daerah diselenggarakan secara
ekonomis dan efisien, serta memenuhi sasarannya secara efektif.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar