Kamis, 07 Maret 2013

Standar Akuntansi Koreksi Kesalahan (Standar Akuntansi Pemerintahan)


Kesalahan dapat timbul dari adanya keterlambatan penyampaian bukti transaksi
anggaran, kesalahan perhitungan matematis, kesalahan dalam penerapan standar
dan kebijakan akuntansi, kesalahan interpretasi fakta, kecurangan atau pun
kelalaian. Kesalahan-kesalahan tersebut mempunyai pengaruh yang penting pada
satu atau lebih laporan keuangan periode sebelumnya sehingga laporan keuangan
yang bersangkutan tidak dapat diandalkan lagi.
Kesalahan-kesalahan yang terjadi tersebut perlu dilakukan koreksi. Koreksi
kesalahan yang terjadi pada periode berjalan, cukup dengan pembetulan pada
perkiraan yang bersangkutan pada periode berjalan. Kesalahan yang terjadi pada
periode berjalan dan mempengaruhi posisi Kas, dilakukan dengan pembetulan
perkiraan pendapatan atau belanja yang bersangkutan.
Koreksi kesalahan atas pengeluaran belanja yang terlalu besar dikeluarkan dan
mempengaruhi posisi kas, yang ditemukan setelah laporan keuangan diterbitkan
dilakukan pembetulan dengan menambah perkiraan pendapatan lain-lain dan
menambah saldo Kas. Apabila kesalahan tersebut menambah jumlah belanja dan
mengurangi saldo Kas maka pembetulan dilakukan pada perkiraan ekuitas dana
lancar.
Koreksi kesalahan atas penerimaan pendapatan baik yang terlalu kecil maupun
terlalu besar diterima dan mempengaruhi posisi     Kas serta terjadi setelah laporan
keuangan diterbitkan, dilakukan dengan pembetulan ekuitas dana lancar.
Koreksi kesalahan yang terjadi pada periode-periode sebelumnya dan laporan
keuangan sudah diterbitkan serta tidak mempengaruhi posisi Kas maka dilakukan
pembetulan pada perkiraan-perkiraan neraca terkait.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar