Kamis, 07 Maret 2013

Laporan Keuangan Pokok (Standar Akuntansi Pemerintahan)


Laporan Keuangan merupakan laporan yang terstruktur mengenai posisi
keuangan dan transaksi-transaksi yang dilakukan oleh suatu entitas pelaporan.
Penyajian laporan mempunyai berbagai tujuan, yaitu tujuan umum dan tujuan
khusus.
Laporan keuangan untuk tujuan umum mengandung arti bahwa suatu
laporan keuangan menyajikan informasi mengenai posisi keuangan, realisasi
anggaran, arus kas, dan kinerja keuangan suatu entitas pelaporan yang bermanfaat
bagi para pengguna dalam membuat dan mengevaluasi keputusan mengenai alokasi
sumber daya. Dengan demikian, laporan keuangan mempunyai peranan prediktif -
yang menyediakan informasi yang berguna untuk memprediksi besarnya sumber
daya yang dibutuhkan untuk operasi yang berkelanjutan, risiko dan ketidakpastian
yang terkait - dan prospektif  yang menyajikan informasi mengenai indikasi apakah
sumber daya yang diperoleh dan digunakan telah sesuai dengan anggarannya dan
apakah telah seusai dengan ketentuan yang berlaku. Untuk memenuhi tujuan umum
ini, laporan keuangan menyediakan informasi mengenai aset, kewajiban, ekuitas
dana, pendapatan, belanja, transfer, pembiayaan dan arus kas.

Sedangkan laporan keuangan untuk tujuan khusus mengandung pengertian
bahwa suatu laporan keuangan menyajikan informasi yang berguna untuk
pengambilan keputusan dan untuk menunjukkan akuntabilitas entitas pelaporan atas
sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Untuk memenuhi tujuan khusus ini,
laporan keuangan menyajikan informasi tambahan, termasuk laporan non keuangan,
yang dapat dilaporkan bersama-sama dengan laporan keuangan untuk memberikan
gambaran yang lebih komprehensif mengenai aktivitas suatu entitas pelaporan
dalam satu periode laporan.

Dengan demikian, laporan keuangan pemerintahan akan berisi hal-hal
sebagai berikut:
1. Informasi mengenai posisi sumber daya ekonomi, kewajiban, dan ekuitas
dana pemerintah
2. Informasi mengenai perubahan posisi sumber daya ekonomi, kewajiban, dan
ekuitas dana pemerintah;
3. Informasi mengenai sumber, alokasi, dan penggunaan sumber daya ekonomi;
4. Informasi mengenai ketaatan realisasi terhadap anggarannya;
5. Informasi mengenai cara entitas pelaporan mendanai aktivitasnya dan
memenuhi kebutuhan kasnya;
6. Informasi mengenai potensi pemerintah untuk membiayai penyelenggaraan
kegiatan pemerintahan;
7. Informasi yang berguna untuk mengevaluasi kemampuan entitas pelaporan
dalam mendanai aktivitasnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar