Kamis, 07 Maret 2013

Laporan Keuangan Konsolidasian. (Standar Akuntansi Pemerintahan)


Laporan Keuangan untuk tujuan umum dari unit pemerintahan yang
ditetapkan menurut aturan perundangan sebagai entitas pelaporan disajikan secara
terkonsolidasi agar mencerminkan satu kesatuan entitas. Laporan keuangan untuk
unit pemerintah pusat mencakup laporan keuangan semua entitas akuntansi 
kementerian departemen, lembaga, instansi dan proyek, termasuk laporan keuangan
badan layanan umum. Sedangkan, laporan keuangan untuk unit pemerintah daerah
mencakup laporan keuangan semua entitas akuntansi  dinas yang ada pada
pemerintah daerah.
Laporan Keuangan yang harus dikonsolidasi terdiri dari Laporan Realisasi
Anggaran, Neraca dan Catatan atas Laporan Keuangan. Laporan Arus Kas tidak
memerlukan laporan konsolidasi, karena suatu entitas pelaporan hanya mempunyai
satu laporan arus kas, mengingat laporan kas hanya disusun oleh unit yang
mempunyai fungsi kebendaharaan saja, baik untuk pemerintah pusat maupun
pemerintah daerah.
Laporan keuangan konsolidasi disajikan untuk periode pelaporan yang sama
dengan periode pelaporan keuangan entitas pelaporan dan berisi jumlah komparatif
dengan periode sebelumnya. Konsolidasi dilakukan dengan cara menggabungkan
dan menjumlah rekening yang diselenggerakan oleh entitas pelaporan dengan
entitas pelaporan lainnya. Proses konsolidasi diikuti dengan eliminasi rekening-
rekening       timbal      balik       (reciprocal)              misalnya      sisa       uang      yang       harus dipertanggungjawabkan       (UYHD)       yang       belum      dipertanggungjawabkan       oleh bendaharawan pembayar sampai akhir periode akuntansi, kecuali eliminasi tersebut
belum dimungkinkan. Apabila kondisi ini terjadi, hal tersebut harus diungkapkan
dalam catatan atas laporan keuangan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar