Kamis, 07 Februari 2013

Tipe-tipe audit


Penulis menemukan beberapa pembagian kelompok audit berdasarkan tujuannya (objective). Berikut adalah tipe-tipe audit menurut Whittington dan Pany (2001:11), yaitu:
1.         Audit Laporan Keuangan
Audit atas laporan keuangan biasanya meliputi neraca dan laporan pendapatan terkait lainnya, laba ditahan dan arus kas. Tujuannya adalah untuk menentukan apakah laporan keuangan tersebut sudah dibuat sesuai dengan prinsip akuntansi berlaku umum. 

2.         Audit Ketaatan
Hasil dari audit ketaatan tergantung pada adanya data yang dapat diverifikasi, kriteria atau standar yang diakui, seperti hukum dan regulasi, atau kebijakan dan prosedur organisasi.
3.         Audit operasional
Audit operasional merupakan penelitian atas suatu unit tertentu dalam organisasi dengan tujuan untuk menilai kinerjanya. Misalnya operasi departemen penerimaan barang dari suatu perusahaan manufaktur, dievaluasi efektivitasnya untuk mengetahui keberhasilannya dalam mencapai sasaran dan tanggung jawab yang ditetapkan. Kinerja tersebut juga diukur dalam hal efisiensi, yaitu keberhasilannya dalam memanfaatkan secara optimal sumber daya yang disediakan bagi departemennya .

Karni (2000:4)  membagi audit menjadi beberapa kelompok sebagai berikut :
a.       Compliance, antara lain :
-          Financial auditing
-          Legal auditing, Fraud auditing, Forensic Auditing
b.      Recommendation, antara lain :
-          Operational Auditing
-          Management Auditing
-          Internal Control System Auditing
c.       Quality Assurance, antara lain :
-          Evaluator
-          Quality Audit 

Hamilton (1986:13) membedakan audit berdasarkan tujuannya menjadi tiga kelompok, yaitu:
1.         Financial audit, yang tujuannya adalah untuk membuktikan kewajaran keadaan keuangan pada perusahaan selama periode tertentu dengan memeriksa dan menganalisa laporan keuangan termasuk neraca dan laporan laba/rugi.
2.         Operational audit, yang tujuannya adalah untuk mengevaluasi sumber yang menyediakan data keuangan dan juga untuk menentukan apakah dasar-dasar transaksi telah dikendalikan dengan baik sehingga memberikan data yang akurat dan andal untuk sumber-sumber internal dan eksternal.
3.         Management audit, yang tujuannya adalah untuk mengevaluasi keberhasilan dan efisiensi organisasi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar