Sabtu, 09 Februari 2013

Syarat-Syarat Penerapan Akuntansi Pertanggung jawaban


      Sistem akuntansi pertanggungjawaban dapat dikatakan berhasil jika rencana (anggaran) yang disusun oleh    manajemen dapat direalisasikan. Agar sistem akuntansi pertanggungjawaban dapat diterapkan dan dilaksanakan dengan baik oleh suatu organisasi perusahaan, syarat-syarat yang harus dipenuhi menurut Mulyadi (2003 : 412), sebgai berikut:
1.   Struktur organisasi yang menetapkan secara tegas  sesuai wewenang dan tanggungjawab setiap tingkatan manajemen.
2.   Anggaran biaya disusun menurut pusat pertanggungjawaban.
3.   Penggolongan biaya sesuai dengan dapat tidaknya dikendalikan oleh manajer yang pusat pertanggungjawaban.
4.   Sistem akuntansi biaya yang disesuaikan dengan struktur organisasi.
5.   Sistem pelaporan biaya kepada manajer yang bertanggung jawab.
ad 1.  Struktur  Organisasi  yang  menetapkan  secara  tegas wewenang dan tanggungjawab tiap tingkatan manajemen
           Pada Struktur organisasi yang baik adalah struktur organisasi yang mampu menghubungkan wewenang dan tanggung jawab dalam organisasi itu sendiri dengan tanggung jawab biaya secara langsung. Penggunaan biaya atau pelaksanaan anggaran harus pada tingkat pimpinan suatu pusat pertanggun jawaban dimana biaya itu terjadi, sehingga akan memudahkan menunjuk siapa yang bertanggungjawab. Dari pusat-pusat pertanggungjawaban dalam organisasi itu kemudian disususn laporan yang menunjukkan prestasi setia pimpinan yang bertanggung jawabn atas biaya yang dapat dikendalikan.
           Untuk itu dalam suatu penyusunan sistem akuntansi yang harus sesuai pertanggungjawaban selalu didahului pembebannan terhadap struktur dan proses organisasi manajemen serta penyesuaian antara sistem akuntansi pertanggungjawaban dengan keadaan organisasi. 
ad 2.  Anggaran biaya disusun menurut pertanggungjawaban.
Anggaran menghendaki adanya organisasi yang baik, dimana tiap-tiap manajer mengetahui wewenang dan tanggung jawabnya masing-masing. Dengan demikian jika terjadi    sesuatu yang tidak sesuai dengan yang direncanakan dalam anggaran akan mudah siapa yang bertanggungjawab.
Untuk tujuan pengendalian biaya, anggaran biaya harus disusun sesuai dengan tingkatan manajemen dalam organisasi. Tiap-tiap bagian dalam pusat pertanggungjawaban menyerahkan anggaran biayanya kepada manajer di atasnya, kemudian oleh manajer pusat pertanggungjawaban menyerahkan yang rancangan-rancangan anggaran tersebut untuk kemudian dikoordinasikan dan diselaraskan satu sama lain oleh komite anggaran. Setiap perubahan yang dilakukan terhadap rancangan anggaran harus dirundingkan dan diberitahukan kepada manajer pe   nyusunan anggaran biaya, sehingga menciptakan peran serta dan kemitmen mereka dalam mencapai target yang ditetapkan. Dengan  demikian,  tiap-tiap  manajer akan merasa bahwa anggaran biaya untuk pusat pertanggungjawaban yang dimpim pinnya adalah anggarannya sendiri, sehingga pada saat pertanggungjawaban mereka akan bersedia dinilai atas dasar tolak ukur anggaran.
          Pada hakekatnya anggaran biaya hanyalah alat bantu dan petunjuk saja, karena pada akhirnya ukuran keberhasilan tergantung  pada  aktivitas  para  pelaksananya, tetapi anggaran biaya merupakan salah satu alat untuk dapat mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan terlebih dahulu, bukan merupakan alat bantu untuk mencari kesalahan orang lain.
ad 3.  Penggolongan biaya  sesuai dengan  dapat tidaknya  dikendalikan oleh manajer pusat pertanggungjawaban.
Pada akuntansi pertanggungjawaban proses penyusunan anggaran setiap manajer turut berpartisipasi menyusun bagiannya masing-masing kegiatan akan dimintai pertanggung jawaban mengenai realisasi anggaran. Karena tidak semua biaya yang terjadi pada semua bagian dapat dikendalikan oleh manajer pusat pertanggungjawaban, maka pemisahan biaya kedalam biaya terkendali dan biaya tidak terkendali perlu dilakukan dalam sistem akuntansi pertanggungjawaban.
Biaya terkendalikan adalah biaya yang secara langsung dipengaruhi oleh seorang manajer dalam jangka waktu tertentu, sedangkan biaya tidak terkendalikan adalah biaya yang tidak dapat dipengaruhi secara signifikan oleh manajer pusat pertanggungjawaban tertentu jangka waktu tertentu.
ad 4. Sistem   akuntansi  biaya   yang  dapat disesuaikan dengan struktur organisasi
Dalam akuntansi pertanggungjawaban pengumpulan dan pelaporan biaya dilakukan untuk tiap tingkatan manajemen. Tiap tingkatan tersebut  pertanggungjawaban atas biaya yang berada di bawah pengendaliannya dasn biaya yang terjadi dihubungkan dengan manajer yang bertanggung jawab atas terjadinya biaya tersebut. Karena itu untuk kepentingan pengumpulan biaya di dalam suatu akuntansi pertanggung  jawaban, maka setiap pusat pertanggungjawaban yang terdapat dalam perusahaan diberi kode sesuai dengan tingkat manajemen dalam struktur organisasi perusahaan. Pada Kode tersebut merupakan kode organisasi (organisation code) dengan struktur organisasi kode, seperti yang dikendalikan oleh Mulyadi (2003 : 188), sebagai berikut :
a.  Jenjang organisasi dibagi  menjadi tiga  tingkatan yang yaitu Direksi, tingkat departemen, dan tingkat bagian. Oleh karena itu jenjang organisasi diberi kode dengan memakai tiga angka, setiap posisi angka mencerminkan jenjang organisasi.
b. Angka ke satu menunjukkan jenjang direksi angka kedua menunjukkan jenjang departemen, sedangkan angka ketiga menunjukkan jenjang bagian.
ad 5.   Sistem pelaporan biaya kepada manajer
Akuntansi pertanggungjawaban menyajikan informasi mengenai pendapatan, biaya yang dikaitkan dengan suatu atau unit di dalam perusahaan. Untuk menyajikan laporan yang efektif tidak semua informasi yang ada dilaporkan tetapi informasi tersebut harus dipilih sesuai kebutuhan agar dapat digunakan sebagai dasar bertindak bagi manajer yang berkepentingan.
Agar laporan yang ada dapat dilaporkan secara efektif J.B. Herkert (2000 : 559) mengemukakan prinsip-prinsip dasar penyajian laporan, sebagai berikut :
1. Harus tetap konsep pertanggungjawaban   
2. Secara umum angka-angka dapat diperbandingkan
3. Sejauh  yang  dapat  dilaksanakan,  data  harus semakin ringkas untuk jenjang pimpinan yang semakin tinggi/ ke atas.
4. Laporan harus mencakup komentar interpretatif yang jelas sendirinya.  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar