Sabtu, 09 Februari 2013

Risiko Portofolio


Resiko itu sendiri dapat didefinisikan sebagai kemungkinan pendapatan yang diterima akan menyimpang dari keuntungan yang diharapkan.
            Menurut Charles (1994:116),risk is define as the chage that the actual outcome from an investment will differ from expected outcome.
Selanjutnya, Bambang menjelaskan ada tiga resiko dalam berinvestigasi :
1.    Resiko Financial, yaitu resiko yang diderita oleh investor sebagai akibat dari ketidakmampuan emiten saham atau obligasi memenuhi kewajiban pembayaran deviden saham atau bunga obligasi serta produk investasi.
2.    Resiko Pasar, yaitu resiko yang berkaitan dengan naik turunnya harga saham atau obligasi yang disebabkan oleh perubahan tingkat inflasi, pertumbuhan ekonomi, atau adanya kebijakan pemerintahan.
3.    Resiko Psikologi, yaitu resiko bagi investor yang bertindak secara emosional dalam menghadapi perubahan harga saham.
            Sedangkan menurut Atmadja (1994:41), resiko investasi dapat dibagi dua yaitu resiko sistematis dan resiko tidak sistematis. Resiko sistematis adalah resiko yang disebabkan oleh faktor-faktor yang secara bersamaan mempengaruhi semua harga sekuritas seperti perubahan sistem atau kondisi ekonomi, politik, dan perubahan lingkungan sosial yang berpengaruh terhadap perusahaan inudstri secara keseluruhan.
Adapun yang dimaksud dengan resiko tidak sistematis adalah resiko yang bersifat unik terhadap suatu perusahaan atau industri seperti kesalahan manajemen, penemuan baru, perubahan selera konsumen terhadap barang dan jasa dari suatu perusahaan atau industri yang bersangkutan, sehingga resiko ini sering disebut dengan Unique Risk.
            Dalam menganalisis suatu investasi, para ekonom biasanya menggunakan dispersion of return sebagai ukuran investasi tersebut. Resiko timbul akibat adanya ketidak pastian akan sesuatu yang duharapkan dimasa mendatang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar