Kamis, 07 Februari 2013

Reaksi Harga Saham


Karena penerbitan saham biasanya melempar jumlah saham baru ke pasar, maka secara temporer dia akan menekan harga saham. Jika jumlah saham baru yang diterbitkan sangat besar, tekanan harga ini tidak akan memungkinkannya untuk memperoleh uang.
Kepercayaan terhadap tekanan harga saham ini memberikan implikasi bahwa saham baru menekan harga saham secara temporer di bawah nilai sebenarnya. Bagaimana pun juga, pandangan ini tidaklah terlalu sesuai dengan efisiensi pasar. Jika harga saham jatuh karena meningkaynya penawaran, maka saham akan menawarkan return yang lebih tinggi dari pada saham lain dan investor akan tertarik untuk melakukannya.
Reaksi harga saham terhadap penawaran uninsured right adalah positif dan signifikan (Bohren et al,. 1997). Hal ini, sesuai juga dengan asymmetric information. Penelitian Bayless dan Chalinsky (1996) mengemukakan bahwa volume agregat penawaran saham digunakan untuk menentukan periode kapan waktu yang tepat untuk melakukan right issue. Reaksi harga saham pada pengumuman right issue akan berkurang di saat tingginya agregat right issue dibandingkan dengan reaksi harga saham di saat cold period.
Widjaja (2000) menemukan bahwa pengumuman penawaran umum terbatas cenderung menimbulkan respon pasar yang negatif pada tanggal diumumkannya penawaran umum terbatas dan di sekitar tanggal pengumuman penawaran umum terbatas tersebut. Sedangkan dalam periode pengamatan jangka panjang pengumuman penawaran umum terbatas cenderung menimbulkan respon pasar yang positif. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar