Sabtu, 09 Februari 2013

Portofolio yang Optium


Portofolio dapat dibentuk melalui kombinasi saham-saham tertentu. Artinya, dengan portofolio dapat diperoleh suatu investasi yang memberikan return yang sama dengan resiko yang lebih rendah, atau dengan resiko yang sama memberikan return yang lebih tinggi. Informasi tersebut belum menjelaskan bagaimana menentukan portofolio yang optimal. Disamping itu, investor harus memilih salah satu dari portofolio-portofolio investasi yang tersedia.
            Untuk menjawab masalah tersebut, ada beberapa model yang mendasari pemilihan portofolio optimal. Salah satu model yang ditawarkan adalah dengan, menyusun portofolio optium berdasarkan model Single Index (Excess Return to Betha).
- Model Single Index
            Dalam melakukan analisis investasi pada sekuritas, perhatian investor diarahkan pada tingkat hasil dan resiko investasi. Resiko yang relevan untuk dipertimbangkan adalah systematic risk karena resiko tersebut akan tetap ada meskipun telah dilakukan diversifikasi dengan baik. Untuk menghitung resiko portofolio, terlebih dahulu ditentukan kovanrian antara saham yang satu dengan saham yang lainnya yang tergabung dalam portofolio tersebut.
            Index model berusaha menyerderhanakan analisis portofolio, dimana respon sekuritas tersebut terhadap perubahan pada indeks tertentu.
            Single indeks model digunakan untuk menentukan portofolio yang optimal dari saham-saham. Alasan digunakan metode ini adalah sebagai berikut :
1.  Data yang diperlukan lebih sedikit dibandingkan metode standar (teknik Markowitz), karena penyederhanaan struktur korelasi antara market saham.
2.  saham-saham dapat diurutkan berdasarkan excess return to betha terhadap market risknya.
3.  dapat menentukan kombinasi dan proporsi masing-masing saham untuk membentuk portofolio optimal.
            Adapun langkah-langkah penentuan portofolio yang optimal adalah:
1.  Menentukan input data, yaitu menghitung jenis dan banyaknya input data dengan menggunakan rumus return portofolio dan variance portofolio.
2.  Merangking saham, yaitu dengan menggunakan excess return to beta ratio sebagai kriteria dengan menggunakan rumus :
                        Ri - Rf
                          Bi
3. Menentukan cut off rate
            Dalam Al-Qur’an telah dijelaskan bahwa Tidak ada suatu keberatan pun atas Nabi tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian) sebagai sunnah-Nya pada Nabi-Nabi-Nya yang telah berlalu dahulu. Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku.
            Demikian segala sesuatu telah ada ketentuan yang ditetapkan, tapi selayaknya kita sebagai manusia untuk terus berusaha, agar apa yang dikerjakan senantiasa mempunyai hasil optimal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar