Kamis, 07 Februari 2013

Pengukuran Kinerja

Pengukuran terhadap kinerja perlu dilakukan untuk mengetahui apakah selama pelaksanaan kinerja terdapat deviasi dari rencana kerja yang telah ditentukan, atau apakah kinerja dapat dilakukan sesuai jadwal waktu yang ditentukan, atau apakah hasil kinerja telah tercapai sesuai dengan yang diharapkan.
Untuk melakukan pengukuran tersebut, diperlukan kemampuan untuk mengukur kinerja sehingga diperlukan adanya ukuran kinerja supaya dapat memperbaiki kinerja. Perlu diketahui seperti apa kinerja saat ini dan pengukuran hanya berkepentingan untuk mengukur apa yang relevan.
Menurut Wibowo (2007:320) pengukuran kinerja yang tepat dapat dilakukan dengan cara:
1.    Memastikan bahwa persyaratan yang diinginkan pelanggan telah terpenuhi;
2.    Mengusahakan standar kinerja untuk menciptakan perbandingan;
3.    Mengusahakan jarak bagi orang untuk memonitor tingkat kinerja;
4.    Menetapkan arti penting masalah kualitas dan menentukan apa yang perlu prioritas perhatian;
5.    Menghindari konsukwensi dari rendahnya kualitas;
6.    Mempertimbangkan penggunaan sumber daya;
7.    Mengusahakan umpan balik untuk mendorong usaha perbaikan.
Oleh karena itu, orang yang melakukan pengukuran kinerja perlu memenuhi persyaratan. Menurut Wibowo (2007:320) persyaratan itu diantaranya:
1.    Dalam posisi mengamati perilaku dan kinerja yang menjadi kepentingan individu;
2.    Mampu memahami tentang dimensi atau gambaran kinerja;
3.    Mempunyai pemahaman tentang format skala dan instrumennya; dan
4.    Harus termotivasi untuk melakukan pekerjaan rutin secara sadar.
Ukuran kinerja pada saat yang sama dapat pula merupakan sasaran organisasi. Ukuran ini memberikan pengukuran yang jujur tentang progress atau prestasi individu dan tim. Ukuran kinerja akan memberikan dasar untuk umpan balik yang terbaik.
Menurut Wibowo (2007:322) mengemukakan adanya 3 (tiga) dasar pengembangan ukuran kinerja sebagai alat untuk meningkatkan efektivitas organisasi, yaitu sebagai berikut:
1.    Apa yang diukur semata-mata ditentukan oleh apa yang dipertimbangkan penting oleh pelanggan.
2.    Kebutuhan pelanggan diterjemahkan menjadi prioritas strategis dan rencana strategis mengindikasikan apa yang harus diukur.
3.    Memberikan perbaikan kepada tim dengan mengukur hasil dari prioritas strategis, memberi kontribusi untuk perbaikan lebih lanjut dengan mengusahakan motivasi tim, dan informasi tentang apa yang berjalan dan tidak berjalan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar