Jumat, 08 Februari 2013

Penggolongan Biaya


Setiap perusahaan menghasilkan barang dan jasa selalu melibatkan unsur-unsur biaya yang berbeda-beda dimana penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan yang bersangkutan.untuk menunjang perincian biaya secara efisien, perlu diuraikan penggolongan biaya secara jelas demi menghitung dari kekeliruan yang terjadi.
Menurut Mulyadi (2000 : 7), mengemukakan penggolongan biaya sebagai berikut :


1)    Penggolongan biaya atas dasar obyek pengeluaran.
Penggolongan biaya ini merupakan penggolongan biaya yang paling sederhana, yakni berupa penjelasan singkat dari obyek suatu pengeluaran. Pengeluaran biaya ini cocok digunakan dalam organisasi yang masih kecil dan bermanfaat untuk perencanaan perusahaan secara menyeluruh serta kepentingan penyajian laporan kepada pihak luar.
2)    Penggolongan biaya atas dasar fungsi-fungsi pokok dalam perusahaan.
Penggolongan biaya ini terjadi atau berhubungan, seperti fungsi-fungsi pokok yang terdapat dalam perusahaan manufaktur adalah fungsi-fungsi produksi, administrasi umum dan pemasaran misalnya, oleh karena itu biaya-biaya dalam perusahaan manufaktur dapat digolongkan menjadi biaya-biaya produksi, administrasi umum dan pemasaran.
3)    Penggolongan biaya atas dasar hubungan biaya dengan suatu yang terbiayai.
Yaitu jika suatu penggolongan bahan baku menjadi produk maka sesuatu yang dibiayai adalah berupa produk atau jika perusahaan menghasilkan jasa, maka sesuatu yang dibiayai adalah berupa penyerahan jasa tersebut.
Dalam hubungannya dengan sesuatu yang dibiayai, biaya ini dibagi menjadi dua golongan yakni :
1.    Biaya langsung, adalah biaya yang terjadi yang penyebab satu-satunya adalah karena adanya sesuatu yang dibiayai. Jika sesuatu yang dibiayai itu tidak ada maka biaya langsung ini sama sekali tidak akan terjadi.
2.    Biaya tidak langsung, adalah biaya yang terjadi tidak hanya disebabkan oleh sesuatu yang dibiayai.
4)    Penggolongan biaya sesuai dengan tingkah lakunya terhadap perubahan volume kegiatannya.
Penggolongan biaya ini digunakan untuk keperluan pengendalian biaya dan pengambilan keputusan. Termasuk dalam golongan biaya ini adalah biaya tetap, biaya variabel dan semi variabel.
5)    Penggolongan biaya atas dasar waktu.
Penggolongan biaya ini dilakukan sehubungan dengan pembebanan biaya itu dalam periode akuntansi tertentu. Hal ini dilakukan supaya perhitungan laba rugi dan penentuan harga pokok produk atau penjualan dapat dilakukan secara teliti.
Atas dasar waktu ini, biaya digolongkan menjadi dua yaitu :
  1. Pengeluaran modal (capital expenditure), adalah biaya-biaya yang dinikmati oleh lebih dari suatu periode akuntansi. Namun tidak seluruh pengeluaran modal dibebankan di dalam periode akuntansi dimana pengeluaran tersebut terjadi tetapi di bagikan kepada periode-periode yang menikmati manfaat pengeluaran tersebut.
  2. Pengeluaran penghasilan, yaitu biaya-biaya yang dikeluarkan yang hanya bermanfaat di dalam periode akuntansi dimana biaya tersebut terjadi.
Dari penggolongan biaya tersebut di atas, yang erat hubungannya dengan pembahasan ini adalah penggolongan biaya sesuai dengan tingkah lakunya terhadap perubahan volume kegiatan, yaitu biaya tetap dan biaya variabel.
Mulyadi (2000 : 64), Mengemukakan bahwa biaya semi variabel yaitu biaya yang berubah tidak sebanding dengan perubahan volume kegiatan, biaya tetap yaitu biaya untuk mempertahankan kemampuan beroperasi perusahaan pada tingkat kapasitas tertentu, biaya variabel yaitu biaya yang secara total berfluktuasi secara langsung sebanding dengan perubahan volume penjualan atau produksi atau ukuran kegiatan lain.
Soehardi Sigit (1999 : 4), Mengemukakan bahwa biaya tetap adalah jenis-jenis biaya yang selama satu periode kerja adalah tetap jumlahnya dan tidak mengalami perubahan.
Gunawan dan Asri (1999 : 308), Mengemukakan bahwa biaya tetap (fixed cost) yaitu biaya yang cenderung untuk bersifat konstan secara total dari bulan ke bulan, tanpa berpengaruh oleh volume kegiatan, dengan beberapa asumsi tertentu seperti kebijaksanaan manajemen, periode dan lain-lainnya. Biaya variabel (variable cost) yaitu biaya-biaya yang secara total selalu mengalami perubahan, dimana perubahan itu searah dan sebanding dengan perubahan tingkat kegiatan. Biaya semi variabel (semi variable cost) yaitu biaya-biaya yang tidak bersifat tetap tetapi tidak pula bersifat variabel.
Berdasarkan pengertian biaya tetap, biaya variabel dan semi variabel yang telah dikemukakan di atas, dapat disimpulkan bahwa biaya tetap adalah biaya yang tidak berubah dari waktu ke waktu meskipun terjadi perubahan volume kegiatan perusahaan. Biaya variabel adalah biaya yang berubah secara proporsional atau sebanding atau sesuai dengan perubahan volume kegiatan. Sedangkan biaya semi variabel adalah biaya yang berubah tetapi tidak secara proporsional atau tidak sebanding dengan perubahan volume kegiatan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar