Rabu, 20 Februari 2013

Pengertian Vulkanisir Ban


      Vulkanisir ban mobil adalah suatu proses perbaikan (daur ulang) ban yang sudah aus terpakai menjadi baru dengan cara memberi telapak/tread pada permukaan ban (crown) tanpa merubah bentuk ataupun merk pada ban dasar dengan jaminan kekuatan/daya tahan tingkat keausan 90% jika dibandingkan dengan ban original dengan hrga yang relatif murah.
      Dengan demikian, vulkanisir ban merupakan usaha/ bisniss perusahaan jasa yang membutuhkan tenaga kerja yang sudah trampil dan terdidik, karena dalam proses produksi  menggunakan alat berupa mesin semi otomatis yang operasinya harus mengutamakan keselamatan kerja, kebersihan bahan, alat, mesin dan mengikuti prosedur yang tetah ditetapkan dalam proses produksi. 
      Ban mobil sebagai fenomena, karena ban harus mampu memuat dan meredam goncangan dalam kecepatan tinggi, menurut ketentuan perusahaan (1998: 3)  menyatakan bahwa ban harus mampu menampung dan menahan angin tinggi berikut juga temparatur yang berbeda-beda juga harus bia memberikan menyamanan dan ketentuan kendaraan muatannya di samping memikul beban dalam perjalanan jarak jauh.
      Adapun proses produksi vulkanisir ban, sebagai     berikut :
  1. Inspection final (Erick dan Joni) 
a. Memeriksa  ban yang  masuk apakah  layak  untuk  divulaknisir dan memberi tanda pada ban :      
Ok  : Jika ban  siap  diproduksi/ tidak  mempunyai cacad pada fisik.
Rac : Jika  terdapat  cacad  pada ban dan  perlu  diperbaiki (direpair).
b. Menyiapkan order perbaikan
c. Ban  yang  tidak  selesai  di vulkanisir  diperiksa ulang apakah layak untuk  dijual yang  kemudian  diserahkan ke bagian gudang.
2. Buffing ( Eko  Wahyudi dan  Hasrum  Adam ), menyatakan bahwa :
-  Ban yang telah di inspection dan layak untuk  divulkanisir kemudian di cukur/ di kerok hingga rata  di bagian permukaan ban (crown).
   -  Menentukan dan mencatat tipe dan panjang tread.
   3. Skiving (Villomino dan Rizak)
 Melanjutkan  pekerjaan  di bagian  buffing  yaitu  dengan  membersihkan  
 luka-luka pada permukaan ban.
4. Cemeting (Jefri dan Jayadi)
Membersihkan ban dan memberi perekat sementara
   5. Repair (kerja sama team)
Memeriksa ban, apabila ada luka/ lubang di kikir dan dibersihkan kemudian memberi tempelan yang hidang (pacth) untuk pengembalian kekuatan ban
6. Extruder / Filling (Jaeruddin dan Amir)
      Meratakan p[ermukaan ban yaitu menutup bekas luka dengan karet ex truder.
   7. Potong tread ( Abdullah dan Salim)       
Memotong dan memberi lem pada tread sesuai panjang dan tipe yang ditentukan oleh bagian buffing (lihat order)
   8. Building (Ahmad dan Syarifuddin)
- Ban yang  telah  dipasangi  tread,  dilapisi  dengan plastik dan dimasukkan/ dibungkus dengan emvelope.
-   Memasang rim pada ban.
-   Memasak ban dalam chamber. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar