Sabtu, 09 Februari 2013

Pengertian Total Quality Manajemen


Penulis sebelum memberikan pengertian total quality manajemen itu, terlebih dahulu mengemukakan apa sebenarnya total quality manajemen  oleh Tjiptono dan Diana dalam bukunya Total Quality Manajemen (2003 : 4) mengemukakan bahwa suatu pendekatan dalam menjalankan usaha yang mencoba untuk memaksimalkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus menerus atas produk, jasa manusia, proses dan lingkungannya. .
          Sedangkan menurut Buddy Ibrahim  dalam bukunya Total Quality Manajemen (2000 : 17) menjelaskan bahwa suatu sistem manajemen untuk selalu meningkatkan kualitas dalam proses kerja dan hasil akhirnya untuk memenuhi kepuasan konsumen secara terus menerus.
      Quality manajemen pada perusahaan sebenarnya memang pada produk jasa dalam hal menjaga kualitas, bagaimana cara memproduk sesuatu agar bisa merasa puas nasabah mutu maupun kualitas,  sehingga hasil dari perusahaan tidak ketinggalan.  
          Manajemen mutu adalah sebagai proses untuk mendeterminir apa-apa yang akan dilaksanakan, mengevaluasi pelaksanaan dan bilamana melaksanakan tindakan-tindakan korektif sedemikian rupa. Hal ini berarti fungsi daripada quality manajemen yang meliputi segala aktivitas yang dimaksudkan untuk memaksakan kejadian-kejadian agar sesuai perencanaan semula.  
          Sehubungan dengan itu Mubyarto dalam bukunya Pengantar Manajemen (1998: 84), menegaskan apa yang harus ditanam, metode produksi apa yang harus dipakai, berapa banyak yang akan diproduksi, bila akan membeli dan menjual dimana akan membeli dan menjual.
      Disini dimaksudkan dengan adanya proses pemeriksaan atau pengecekan hasil selama proses produksi berlangsung untuk menghindari adanya penyimpangan-penyimpangan hasil yang tidak sesuai dengan sfesifikasi produk yang telah ditentukan.   
          Lebih lanjut memperjelas pengertian quality manajemen  (mutu manajemen), maka dibawah ini dikemukakan definisi oleh Harold T. Amrine, (1998: 278) bahwa Quality manajemen harus konsisten terhadap pengawasan pelayanan, agar dapat mencapai tingkat pelayanan yang memuaskan pada nasabah.
          Marting Kenneth, dalam bukunya Produk Manajemen Mutu (1997: 395), mengemukakan bahwa Quality manajemen dan kualitas pelayanan, harus diperhatikan tingkat kebutuhan nasabah.
          Harold T. Amrine, (1999 : 213) pengendalian kualitas berhubungan dengan pencegahan adanya rusak dalam produksi barang sehingga produk itu dapat dibuat dengan keadaan yang sesuai. Pendapat ini berarti dalam menghasilkan produk  diusahakan tidak terjadi penyimpangan hasil. Bila terjadi penyimpangan/ kerusakan, maka pada bagian yang menjadi penyebab kerusakan tersebut, segera diadakan perbaikan.
          Menurut Martin Kenneth (1999 : 213) pengendalian kualitas adalah prosedur pemeriksaan yang mengetahui proses secara terus menerus. Asumsi yang dapat dikemukakan mengenai pengendian  kualitas yang  menunjukkan keseluruhan aktivitas  yang harus dilakukan dalam suatu proses produksi untuk mencapai sasaran mutu yang telah ditetapkan. Pengawasan mutu menentukan komponen-komponen mana yang rusak juga merupakan alat bagi manajemen untuk memperbaiki kualitas produk bila diperlukan. Mempertimbangkan kualitas yang lebih tinggi dan mengurangi bahan baku yang rusak, sehingga terhindar dari kerugian sebelum proses produksi berjalan, sebab bisa rugi dua kalidalam satu kali proses.
          Suatu hal yang paling penting dalam pengendalian kualitas adalah pemeriksaan ( inspection ). Pemeriksaan ini biasanya dilakukan dengan menggunakan berbagai alat seperti mikro meter, panca indra dan lain-lain untuk ketepatannya. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar