Rabu, 13 Februari 2013

Pengertian Prosedur (AKUNTANSI)


      Informasi keuangan atau informasi akuntansi merupakan suatu informasi yang sangat dibutuhkan baik oleh pihak internal maupun pihak eksternal perusahaan. Pihak internal perusahaan antara lain manajemen perusahaan memerlukan informasi akuntansi untuk mengetahui, mengawasi, menganut kepentingan untuk menjalankan perusahaan. Sedangkan pihak ekonomi yang menyangkut kreditur memerlukan informasi akuntansi dengan kredit yang diberikan kepada perusahaan.  
      Agar informasi  terutama, data  keuntungan  perusahaan dapat di manfaatkan oleh pihak manajemen maupun kegiatan, maka data tersebut perlu disusun dalam bentuk yang sesuai dengan keperluan suatu sistem yang mengatur atau dan mengetahui data akuntansi dalam perusahaan. Untuk dapat menghasilkan suatu sistem yang baik perlu adanya suatu prosedur.
      Ada beberapa ahli yang telah memberikan definisi tentang sistem dan prosedur akuntansi dan aliran, antara lain Stephen A. Moscorst dalam Zaki Baridwan (1998 : 2) menyatakan bahwa sistem sebagai suatu entry (kesatuan) yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan (disebut sub sistem) yang bertujuan untuk mencapai tujuan-tujuan    tertentu.
      Sedangkan Cole Neosechel dalam Zaki Baridwan (1999 : 1)   mendefisinikan sistem sebagai suatu kerangka dari prosedur-prosedur yang berhubungan secara tersusun sesuai dengan  suatu  skhema yang  menyeluruh (terigrasikan) untuk melaksanakan suatu kegiatan-kegiatan atas fungsi utama dari perusahaan.
      Gambaran dalam sistem dan prosedur Zaki Baridwan (2003 : 3) memberikan definisi sistem dan prosedur sebagai berikut, sistem adalah suatu kerangka dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan disusun dengan suatu  skhema yang menyeluruh untuk melaksanakan suatu kegiatan atau fungsi utama perusahaan. Sedangkan prosedur adalah suatu urutan pekerjaan terikat (clerical) biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu bagian atau lebih, disusun untuk menjamin adanya perlakuan yang seragam terhadap transaksi-transaksi perusahaan yang sering terjadi.
      Jadi dari definisi-definisi tersebut di atas, dapat dikatakan bahwa suatu sistem terdiri dari jaringan-jaringan atau kerangka prosedur-prosedur dan prosedur merupakan urut-urutan kegiatan klerikal yang meliputi kegiatan untuk mencatat informasi dalam formulir, buku jurnal dan buku besar.
1  Elemen-elemen Sistem Akuntansi
      Elemen-elemen yang terdapat dalam suatu sistem akuntansi ditentukan berdasarkan informasi keuangan yang dihasilkan. Informasi keuangan tersebut adalah informasi akuntansi keuangan dan informasi akuntansi manajemen.
      Akuntansi keuangan disusun terutama untuk menghasilkan informasi yang biasanya dalam bentuk laporan keuangan yang ditujukan kepada pihak-pihak di luar perusahaan. Oleh karena laporan ini ditujukan pada pihak di luar perusahaan cara penyajian dan isinya diatur oleh prinsip akuntansi yang layak.
      Akuntansi manajemen disusun terutama untuk menghasil­kan informasi yang berguna bagi pengambilan keputusan oleh manajemen. Biasanya informasi akuntansi yang digunakan oleh manajemen terutama berkisar pada biaya sehingga sering biaya itu menjadi perhatian dalam proses produksi.
      Untuk menangani kegiatan pokok perusahaan manufaktur yang terdiri dari desain dan pengembangan produk, pengadaan dan pengolahan bahan baku menjadi produk jadi, dan penjualan produk jadi kepada pembeli, maka dirancang suatu sistem akuntansi Cecil Gillespie dalam Zaki Bardiwan (1998 :  5) menyatakan bahwa sistem akuntansi yang diterapkan pada perusahaan terbagi beberapa bagian antara lain : 
a. Sistem akuntansi pokok
- Fomulir atau dokumen (dokumen proposal)
- J u r n a l
- Buku besar dan buku pembantu
b. Sistem penjualan dan penerimaan uang :
- Order penjualan,  perintah pengiriman dan pembuatan  faktur.
- H u t a n g
- Penerimaan uang dan pengawasan kredit
c. Sistem pembelian
- Order pembelian dan laporan penerimaan barang
- Distribusi pembelian dan biasa
- Hutang (voucher)
- Prosedur pengeluaran uang
2. Unsur-Unsur Sistem Akuntansi
      Menurut Zaki Baridwan (2003 : 49) unsur-unsur dalam penyusunan sistem akuntansi untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan bagi yang membutuhkan terdiri dari :
a.   Analisa sistem yang ada
Unsur-unsur ini dimaksudkan untuk mengetahui kebaikan dan kelemahan dari sistem informasi akuntansi yang berlaku bagi perusahaan.
    b.    Klasifikasi rekening
Untuk mencari data klasifikasi rekening beserta kodenya, baik yang ada dalam buku besar maupun buku pembantu.
     c.   Jurnal
Dalam mengumpulkan data mengenai buku-buku jurnal yang digunakan dalam perusahaan termasuk mengumpulkan  informasi mengenai metode pencatatan dalam buku jurnal.
     d.   Prosedur    
Mencari data mengenai prosedur-prosedur yang berlaku dalam perusahaan.
   e.    Akuntansi biaya
Mengumpulkan data yang berguna untuk menyusun sistem akuntansi biaya seperti jumlah departemen, proses produksi, mesin-mesin yang digunakan dalam instruksi tertulis yang ada.
     f.    Formulir-formulir
Mengumpulkan semua contoh formulir yang digunakan dalam perusahaan baik untuk rekening jurnal dan bukti-bukti transaksi.                                                          
3.  Faktor-Faktor Yang Perlu Dipertimbangkan Dalam Penyusunan Sistem Akuntansi
      Menurut Zaki Baridwan (2003 : 53) penyusunan sistem akuntansi untuk suatu perusahaan perlu mempertimbangkan beberapa faktor penting, sebagai berikut :
a.   Sistem akuntansi yang disusun itu harus memenuhi  prinsip
cepat yaitu bahwa sistem akuntansi harus mampu menyediakan informasi yang diperlukan tepat pada waktunya dapat memenuhi kebutuhan dan dengan kualitas yang sesuai informasi akuntansi.
b.  Sistem akuntansi yang disusun harus memenuhi prinsip aman yang berarti bahwa sistem akuntansi harus dapat membantu menjaga keamanan harta milik perusahaan. Untuk dapat menjaga keamanan harta milik perusahaan maka sistem akuntansi harus disusun dengan mempertimbangkan prinsip- prinsip pengawasan intern.
c.  Sistem akuntansi yang disusun harus memenuhi prinsip murah yang berarti bahwa biaya untuk menyelenggarakan sistem akuntansi itu harus dapat ditekan sehingga relatif tidak mahal, dengan kata lain dipertimbangkan cost dan benefit dalam menghasilkan suatu informasi yang dibutuhkan.   

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar