Selasa, 26 Februari 2013

Pengertian Profitabilitas


      Erwin Dukat, dalam bukunya Analis Kinerja Keuangan, (1997, 12) profitabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dibandingkan dengan modal yang digunakan dan dinyatakan dalam prosentase. Pada tingkat rentabilitas mencerminkan modal perusahaan dalam menghasilkan laba, ini berarti bahwa tingkat rentabilitas yang tinggi dapat merupakan efisiensi yang tinggi pula.
      Cara menggunakan tingkat profitabilitas untuk ukuran-ukuran efisiensi yang merupakan cara yang baik, sebab suatu perusahaan akan sulit meningkatkan rentabilitasnya tanpa kenaikan efisiensinya. Tetapi perlu diketahui bahwa tidak semua kenaikan profitabilitas akan mencerminkan naiknya efisiensi, sebab dapat pula terjadi sebaliknya. Misalnya rentabilitas perusahaan naik, pada  saat itu perusahaan sering mengalami pemogokan buruhnya, dan kerusakan-kerusakan mesin, setelah diselidiki, ternyata kenaikan rentabilitasnya dipengaruhi oleh harga jual yang kebetulan dapat diperoleh karena datangnya barang-barang saingannya terlambat, disebabkan karena adanya pemogokan yang tak terduga, guna melihat efisiensi penggunaan dana yang di tanamkan ke dalam perusahaan mengutamakannya untuk memaksimalkan laba.
      Perusahaan berusaha untuk menaikan rentabilitasnya dapat saja meningkatkan laba yang relatif rendah akan memberikan profitabilitas  yang tinggi,  alternatif semacam  inilah pimpinan perusahaan akan menggunakan dana yang ada seefisien mungkin.
      Untuk menilai rentabilitas suatu perusahaan, dapat menggunakan tiga macam cara, oleh Lukman, dalam bukunya Analisa Laporan Keuangan, (2001 : 257) adalah sebagai berikut 
           Earning before interest and taxes
   a.                                                 x 100%
                      Total Assets

Rasio ini digunakan  untuk mengetahui sampai sejauhmana modal yang di investasikan pada seluruh assets yang ada dalam perusahaan dapat memperoleh keuntungan. Keuntungan yang dimaksud adalah keuntungan sebelum dikurangi bunga dan pajak.
              Net Profit
   b.                      x 100%
            Total Assets

Ratio ini untuk melihat antara net profit (laba bersih) setelah dikurangi bunga dan pajak yang dibagi dengan dengan total assest.
              Net Profit
                c.                            x 100%
               Net Work

Rasio ini digunakan untuk melihat tingkat kemampuan modal sendiri untuk memperoleh laba. Namun untuk mengetahui tingkat batas kemampuan suatu perusahaan dalam memperoleh laba, dapat pula digunakan rasio antara net operating in come dengan net sales, maka perbandingan tersebut dinyatakan dalam prosentase, yaitu :
                                 Net Operating In Come
       Profit Margin =                                                x 100%
                                      Net Sales  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar