Kamis, 07 Februari 2013

Pengertian Pendapatan


Pengertian pendapatan dapat ditemui dalam berbagai literature akuntansi baik mengenai sumber, cara memperoleh maupun cara mengukurnya. Pendapatan ini dapat terjadi setiap saat dan dapat pula terjadi pada waktu-waktu tertentu. Menurut Harnanto (1999:14) menyatakan : pendapatan adalah semua sumber-sumber ekonomi yang diterima oleh perusahan dari transaksi penjualan barang dan penyerahan jasa kepada pihak lain.
Definisi di atas menjelaskan bahwa sumber pendapatan adalah dari hasil penjualan barang-barang dan penyerahan jasa. Dalam hal ini telah terjadi penjualan atau penyerahan jasa. Sedangkan kita ikuti definisi oleh Zaki Baridwan (1999 : 30) sebagai berikut : Revenue adalah aktiva masuk dan kenaikan lain aktiva suatu badan usaha atau pelunasan utangnya (atau kombinasi keduanya), selama suatu periode yang berasal dari penyerahan atau pembuatan barang, penyerahan jasa atau kegiatan lain yang merupakan kegiatan utama badan usaha. Selanjutnya Zaki Baridwan (1999 : 2) menyatakan bahwa : hasil penjualan atau penghasilan jasa kepada pembeli selama suatu periode akuntansi di kurangi penjualan return dan potongan.
Definisi tersebut memberi arti, bahwa revenue atau pendapatan adalah keseluruhan penerimaan dari hasil penjualan barang-barang atau jasa yang diperoleh oleh suatu unit usaha selama periode tertentu. Ikatan Akuntansi Indonesia dalam standar Akuntansi Keuangan PSAK No. 23 (1999 : 3) memberi penjelasan mengenai pendapatan atau revenue adalah ; Pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktifitas normal perusahaan selama suatu periode bila arus masuk itu mengakibatkan ekuitas, yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal.
Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia bahwa pendapatan hanya terdiri dari arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang diterima dan dapat diterima oleh perusahaan atau oleh dirinya sendiri. Jumlah yang ditagi atas nama pihak ketiga, seperti pajak pertambahan nilai, bukan merupakan manfaat ekonomi yang mengalir keperusahaan dan tidak mengakibatkan kenaikan ekuitas dan karena itu harus dikeluarkan dari pendapatan.
Mengenai pengukuran pendapatan dalam buku standar Akuntansi Keuangan PSAK No. 23 ( 1999 : 4 ) dikatakan bahwa ; pendapatan harus diukur dengan nilai wajar imbalan yang diterima atau dapat diterima. Dari beberapa definisi serta penjelasan yang dikemukakan oleh berbagai pengarang yang telah diuraika di atas mengenai pengertian revenue sudah cukup jelas, baik mengenai sumbernya maupun cara untuk mangukurnya. Untuk itu penelitian dapat menarik beberapa kesimpulan mengenai sehubungan dengan revenue sebagai berikut :
1.    Pendapatan (revenue) biasa terjadi setiap saat, dan bisa juga terjadi secara berkala atau pada saat tertentu.
2.    Pendapatan (revenue) diperoleh melalui hasil penjualan barang atau jasa, dengan kata lain revenue timbul karena adanya barang atau jasa yang dijual kepada konsumen. Pendapatan dapat pula diperoleh dari penjualan atau pertukaran aktiva diluar barang barang atau pertukaran aktiva tetap juga hasil dari hasil investasi seperti bunga, dividend dan lain-lain.
3.    Pendapatan (revenue) yang sifatnya menambah atau menaikan nilai kekayaan pemilik akibat adanya penilaian kembali atas aktiva tetap perusahaan dan aktiva yang timbul dari pembelian harta, investasi oleh pemilik, pinjaman-pinjaman ataupun koreksi rugi laba periode tahun lalu, tidak dapat di kategorikan sebagai pendapatan (revenue).
Pengertian penghasilan (income) sering disamakan, dengan pengertian pendapatan (revenue), padahal dalam literature akuntansi sesungguhnya kedua istilah tersebut mempunyai arti yang berbeda. Jika pendapatan masih merupakan pendapatan kotor yang belum dikurangi biaya dan beban untuk memperolehnya, maka penghasilan adalah pendapatan dikurangi dengan biaya (cost) dan beban (expense).
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang pengertian penghasilan maka penulis akan mengutip beberapa definisi yang dikemukakan oleh para ahli dalam berbagai literature akuntansi. Zaki Baridwan Intermediate Accounting (1999 : 30) memberikan definisi penghasilan sebagai berikut; Penghasilan (income) adalah penghasilan-penghasilan sesudah dikurangi biaya-biaya, bila pendapatan lebih kecil dari biaya, selisihnya sering disebut rugi. Dalam hal yang dimaksud dengan penghasilan adalah penerimaan-penerimaan bersih yang diperoleh dari hasil penjualan barang dagangan atau jasa selama satu periode dikurangi dengan biaya-biaya yang terjadi dalam periode dimana hasil itu diperoleh (periode yang sama).
Selanjutnya penjelasan Harnanto Akuntansi Untuk Usahawan (1999 : 23) sebagai berikut; setelah dikurangi dengan biaya yang bersangkutan, maka sisa yang tertinggal dinamakan laba dan begitupun kalau sisanya lebih tinggi biaya-biaya yang digunakan dibandingkan dengan penghasilan yang diperoleh disebut rugi.
Dalam hal penghasilan disamakan dengan laba, dimana laba diperoleh apabila biaya-biaya yang dikeluarkan lebih besar daripada pendapatan, maka hasil ini akan menimbulkan kerugian.
Lebih lanjut kita akan mengikuti penjelasan yang di berikan oleh Ikatan Akuntan Indonesia PSAK No. 25 (1999 : 1) bahwa; penghasilan (income) mengikuti baik pendapatan (revenue) maupun keuntungan (gains). Pendapatan timbul dalam pelaksanaan aktivitas perusahaan yang biasa dan dikenal dengan sebutan yang berbeda seperti penjualan, penghasilan jasa (fees), bunga, dividend, royalty  dan sewa.
Dari sejumlah definisi mengenai pendapatan dan income yang telah dikemukakan diatas, maka jelaslah income tidak sama dengan revenue walaupun dalam arti sehari-hari sering kita mendengar kedua istilah tersebut adalah sama padahal keduanya adalah berbeda walaupun mempunyai kaitan yang erat satu dengan yang lainnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar