Selasa, 19 Februari 2013

Pengertian Minat Beli


Jika ditelaah lebih lanjut, sebenarnya terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi minat beli pengunjung suatu tempat tertentu dalam rangka pelayanan pada pilihannya mengenai produk barang apa yang disajikan kepada konsumen. Faktor-faktor yang sering mempengaruhi pelayanan antara lain pelayanan, dan service dalam hal ada bagian fornt office (bagian penerima tamu)  dipandang oleh para pengunjung yang secara potensial dapat menerima dengan baik dari segala penyajian yang dapat menyentuh hati nurani pengunjung dan merasa puas dapat menjadi ajang promosi pada tempat lain.
       Melakukan suatu kajian atau studi terhadap pelayanan kualitas sebagai kepuasan konsumen dalam memainkan peranan untuk meningkatkan volume pengungjung, akan diperoleh suatu petunjuk yang konkrit mengenai perlu tidaknya perusahaan melakukan perluasan dan penyebaran produk-produk barang/jasa yang telah disesuaikan dengan permintaan konsumen.
       Sehubungan dengan hal ini maka Sofyan Assauri, Prinsip-Prinsip  Pelayanan Pengunjung (2001: 12) dalam tulisannya mengemukakan bahwa dengan mengkaji kepuasan minat beli tersebut, perusahaan dapat mengetahui diagnosa tentang siapa dan apa serta bagaimana kebenaran mengenai service dan pelayanan yang berkualitas. Hasil pengkajian tentang perilaku konsumen tersebut digunakan oleh perusahaan untuk menentukan perlu tidaknya perusahaan merubah strategi, pola dan pelayanan yang akan diterapkan.
       Dengan demikian, jelas terlihat bahwa aspek minat beli konsumen perlu mendapatkan perhatian dari unsur manajemen perusahaan, saat mana perusahaan yang bersangkutan akan merencanakan untuk mempertahankan posisinya sebagai penjual. Meskipun terdapat banyak faktor yang memungkinkan suatu perusahaan.
       Secara lebih konkret dapat dikemukakan bahwa unsur kepuasan konsumen dalam pembelian barang, pada dasarnya mencerminkan tanggapan atau respon mereka terhadap berbagai rangsangan konsumen. Tanggapan atau respon tersebut  terutama terlihat  melalui berbagai bentuk pewadahan jasa produk, daya tarik advertensi dan unsur lainnya yang berdampak secara psikologi bagi konsumen serta sosial budaya.
       Meskipun adanya kebebasan bagi konsumen untuk dapat menentukan pilihannya dalam menentukan kebutuhannya suatu produk-produk industri mana saja, namun dalam kenyataan ini pengunjung senantiasa dibatasi oleh berbagai variabel yang secara kualitatif berkembang dalam lingkungan dimana ia berada. Variabel-variabel tersebut adalah nilai sosial merupakan kemasyarakatan yang senantiasa berkembang, seperti dengan menjamurnya penjualan minuman keras dengan berbagai mereknya yang tentu saja hal ini bertolak belakang dengan nilai religius yang dianut oleh berbagai pemeluk agama yang ada disekitarnya.
      Untuk kepentingan penelaahan seperti ini, perusahaan semakin dituntut untuk mencermati kondisi sosial masyarakat yang  sedang berkembang. Implisit di dalamnya adalah orientasi  tingkah laku  pegunjung atau masyarakat yang tidak mungkin  dilakukan suatu  proses sosialisasi dalam usaha menyukseskan kegiatan pemasaran.  
      Dengan demikian, unsur tingkah laku manusia dalam memilih dan meninkmati akomodasi yang disiapkan perusahaan yang bersifat jasa, juga akan dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial budaya dan nilai religius yang dianut oleh masyarakat yang bersangkutan. Hal ini tentu saja membawa implikasi yang penting artinya dicermati oleh pengusaha hotel yang dalam kegiatannya untuk menyaipakn kebutuhan para tamu sejumlah jasa produk yang ditawarkan kepada masyarakat tersebut. Secara konkret, persoalan pengunjung tersebut mencerminkan nilai-nilai budaya yang masih dijunjung tinggi masyrakat, sehingga perusahaan perlu melakukan tindakan yang bersifat hati-hati guna menghindari kemungkinan terjadinya dampak yang dapat merugikan proses kelangsungan usaha akomodasi  yang dijalankannya.
      Menurut Malayu Hasibuan, Dasar-Dasar Perbankan (2001 ; 150), bentuk-bentuk pelayanan prima yang baik adalah pelayanan yang dilakukan dengan ramah,cepat,tepat,dan nyaman sehingga memenuhi kepuasan nasabahnya.
a.    Kecepatan, pelanggan sangat menginginkan pelayanan yang serba cepat dan tidak memakan waktu yang lama.
b.    Ketepatan, pelayanan yang cepat harus disertai dengan ketepatan sesuai dengan keinginan konsumen.
c.    Ramah, untuk menciptakan kerjasama yang baik keramahan merupakan kunci keberhasilan suatu pelayanan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar