Jumat, 15 Februari 2013

Pengertian Manajemen Personalia


      Dengan adanya kebutuhan terhadap sumber daya manusia ini maka Manajemen  Personalia  mempunyai tugas untuk  mempelajari dan  mengembangkan  cara  berbagai  cara  untuk mengitegrasikan secara efektif                                                     kedalam  berbagai usaha yang dibutuhkan oleh masyarakat. Manajemen Personalia membutuhkan kemampuan untuk memproyeksikan diri kedalam suatu posisi lain tampa kehilangan perspektif, kemampuan dalam memperkirakan tingkah laku dan reaksi manusia.
      Kalau menurut Ranupandojo, dalam bukunya Manajemen Sumber Daya Manusia (1999: 15), dikatakan bahwa personalia dapat berdiri di tengah-tengah 3 (tiga) kekuatan utama, yakni :
1. Perusahaan, yang  berkeinginan  untuk disediakan  tenaga kerja yang mampu dan dan mau bekerja sama untuk mencapai tujuan perusahaan.
2. Karyawan dan organisasi, yang menginginkan agar kebutuh an fisik dan psikologi mereka terpenuhi, dan
3. Masyarakat  umum, yaitu  lewat lembaga-lembaga perwakilannya yang menginginkan agar perusahaan mempunyai tanggung jawab yang luas untuk melindungi sumber-sumber manusia dari perlakuan diskriminasi. Agar  pembahasan ini lebih terarah, baiklah kita akan lihat beberapa defenisi, seperti yang  dikemukakan  oleh Manullang dalam bukunya Pengantar Manajemen (1999: 14), menyatakan bahwa Manajemen Personali adalah seni atau ilmu memperoleh,memajukan dan memanfaatkan tenaga kerja sehingga tujuan  organisasi dapat  direalisir secara daya guna sekaligus adanya kegairahan dari para pekerja.
      Selanjutnya Heidjrachman Ranupandojo dan Suad Husnan, (1998: 5) bahwa, manajemen personalia adalah perencanaan pengorganisasian, pengarahan  dan  pengawasan dan pengadaan pengembangan, pemberian kompensasi, pengintegrasian dan pemeliharaan tenaga kerja dengan maksud untuk mencapai tujuan perusahaan, individu dan masyarakat.
      Dari beberapa  pengertian  di atas, dapat  dijelaskan manajemen personalia adalah suatu seni dan ilmu ketrampilan untuk mengatur perencanaan tenaga kerja pengorganisasian tenaga kerja pengendalian dan pengawasan tenaga kerja untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
      Berdasarkan pengertian tersebut menunjukkan adanya fungsi-fungsi manajerial yang dikemukakan Heidjarachman Ranupandojo dan Suad Husnan (1998: 5) sebagai berikut :
1. Fungsi-fungsi manajemen, yaitu
   a. Perencanaan
   b. Pengorganisasian
   c. Pengarahan 
   d. Pengawasan 
2. Fungsi-fungsi operasional, yaitu :
   a. Pengadaan  
   b. Pengembangan   
   c. Pemberian kompensasi                                                                                                                  
   d. Pengintegrasian
   e. Pemeliharaan  
      Demikian pula apa yang dikemukakan oleh Edwin B. Flippo ( 1996: 127 ), bahwa Personnel Management adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan dan pengadaan, pengembangan, pemberian kompensasi,penginteg rasian, dan  pemeliharaan tenaga  kerja dengan maksud untuk membantu untuk mencapai tujuan perusahaan, individu dan masyarakat.
      Secara umum pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa Management Personalia terdiri atas 2 (dua) kelompok fungsi, yakni fungsi managerial dan fungsi operatif.
      Fungsi managerial disini adalah merupakan fungsi dasar dari pada manajer, yakni bagaimana merencanakan, mengorganisir, mengarahkan dan mengawasi para tenaga kerja tersebut sehingga mereka dapat menjalankan tugas secara lebih baik.
      Sedangkan fungsi operatif, dapat terbagi atas yakni : pengadaan, pengembangan, pemberian kompensasi, pengintegra sian dan pemeliharaan tenaga kerja. Ini dimaksudkan bahwa dengan adanya fungsi operatif ini maka seorang manajer dapat melaksanakan cara-cara pengadaan, kemudian bagaimana mengembangkan tenaga kerja tersebut, pengaturan pemberian kompensasi, mengintegrasikan keinginan karyawan dengan tujuan perusahaan serta bagaimana tenaga kerja tersebut.                                                          
      Dalam  Manajemen  Personalia ada beberapa bidang yang relevannya               paling  langsung terhadap masalah peningkatan  produktivitas, yaitu seleksi,                                                         pengembangan tenaga kerja, kompensasi, motivasi, dan biasanya mendapat tunjangan apabila karyawan memang cara kerjanya dianggap orang memang menunjukkan jati diri, beberapa faktor lain yang mempunyai hubungan dengan masalah produktivitas, seperti pendidikan dan pendidikan.
      Oleh sebab itu, telah diuraikan mengenai manajemen personalia berikut ini akan kami uraikan tentang masalah yang di atas, namun sebelumnya akan dibicarakan lebih dahulu mengenai konsep pengembangan sumber daya manusia di bawa ini.                        

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar