Sabtu, 09 Februari 2013

Pengertian Investasi


Keputusan untuk menanamkan dana dalam suatu investasi bagi suatu  perusahaan atau investor dalam memainkan perannya haruslah dipertimbangkan dengan matang. Kegagalan dalam menentukan jenis investasi akan menimbulkan kerugian yang besar bagi perusahaan atau investor.
      Lebih jelasnya mengenai pengertian investasi akan diberikan gambaran oleh para ahli atau sarjana menyangkut teori tentang investasi atau berinvestasi pada perusahaan..
      James Van Horne (2002 : 76) mengemukakan bahwa capital investment is current cash outlay in the anticipation benefits to be in the future.
      Sementara itu lebih jauh Abbas Kartadinata (2003 : 42) menyatakan bahwa investasi adalah konversi uang pada saat sekarang dengan perhitungan untuk memperoleh arus dana atau penghematan atus dana di masa yang akan dating.
      Kedua definisi tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa penanaman dana dalam suatu investasi bertujuan untuk memperoleh manfaat yang menguntungkan di masa yang akan datang.
      Dengan demikian, suatu perusahaan penanamkan investasi dapat dibedakan atas investasi dalam aktiva lancar dan investasi dalam aktiva tetap. Pada aktiva lancar,  dan investasi yang ditanamkan pada persediaan, piutang dan aktiva lancar lainnya.
      Pengambilan keputusan yang diharapkan dapat diterima dalam waktu singkat yaitu kurung atau sama dengan satu tahun (satu periode), sedangkan dalam aktiva tetap, pengembaliannhya diharapkan dapat diterima dalam jangka waktu lebih dari satu tahun atau sesuai dengan umur investasi.
      Investasi dalam aktiva tetap meliputi tanah, bangunan, mesin-mesin/ peralatan, inventaris dan gedung. Oleh beberapa ilmuawan diberikan pengertian mengenai investasi tetap itu sendiri, oleh Bambang Riyanto (2004 : 10) menyatakan bahwa aktiva tetap ialah aktiva yang tahan lama yang tidak atau yang secara berangsur-angsur habis turut dalam proses produksi.
       Berbicara terhadap aktiva tetap artinya aktiva yang cukup lama dipergunakan dalam hal berangsur-angsur dapat diartikan sebagai harta dipergunakan dalam jangka waktu cukup lama atau mempunyai jangka waktu satu tahun sampai dengan lima tahun.
      Jadi aktiva adalah aktiva yang sifatnya relatif tetap atau tahan lama (yang tidak atau secara berangsur-angsur habis turut serta dalam proses produksi) dan mengalami proses produksi jangka waktu lama.
      Bambang Riyanto (2004 : 10) menyatakan bahwa aktiva tetap ialah aktiva yang tahan lama yang tidak atau yang secara berangsur-angsur habis turut serta dalam proses produksi.
      Jadi aktiva adalah aktiva yang sifatnya relatif tetap, tahan lama (yang tidak atau secara berangsur-angsur habis turut serta dalam proses produksi) dan mengalami prose perputaran dalam jangka waktu yang lama. Untuk memberikan pengertian yang lebih detail mengenai investasi dalam aktiva tetap, menurut M. Manullang (2003 : 110) menyatakan bahwa investasi dalam bentuk aktiva tetap adalah penanaman modal dalam aktiva dengan harapan perusahaan dapat menghasilkan keuntungan melalui operasinya.
      Berdasarkan dari beberapa definisi tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa para investor yang menanamkan investasinya dalam aktiva tetap merupakan pengorbanan sejumlah kas pada waktu sekarang untuk memperoleh penghasilan di masa yang akan datang. Oleh karena itu, dapatlah pula dikatakan bahwa dengan pertimbangan di atas, perlu diadakan suatu penilaian atau rangking atas usul investasi, agar dapat diambil suatu keputusan apakah investasi yang akan dikelola itu menguntungkan atau tidak menguntungkan.
      Agar dapat merealisasikan makusud tersebut, maka dapat digunakan alat evaluasi, yaitu Capital Budgeting Analysis. Untuk menggunakan alat analisis ini berbagai informasi diperlukan antara lain :
  1. Besarnya pendapatan yang diharapkan akan diperoleh atau diterima pada setiap periode atau tahun.
  2. Umur ekonomis (economic life ) proyek.
  3. Besarnya capital budgeting.
      Sebagaimana yang telah diuraikan sebelumnya, bahwa perusahaan mengadakan investasi dalam bentuk aktiva tetap adalah dengan harapan bahwa perusahaan tersebut, seperti halnya pada investasi dalam aktiva lancar. Letak perbedaan antara investasi aktiva tetap dan investasi lancar, hanya terletak pada jangka waktu dan cara pengembalian dana yang diinvestasikan dalam kedua golongan aktiva tersebut.
      Untuk mengembalikan dana yang diinvestasikan pada waktu dan jumlah sebagaimana yang diharapkan oleh perusahaan, maka tentunya dibutuhkan suatu perencanaan perhitungan tentang dana yang harus di keluarkan guna keperluan investasi tersebut, maka dalam hal ini diperlukan Capital Budgeting.                       
      Bambang Riyanto (2004 : 112) memberikan gambaran umum tentang capital budgeting menyatakan bahwa keseluruhan proses perencanaan dan pengambilan keputusan mengenai pengeluaran dan dimana jangka waktu pengembalian dana tersebut melebihi waktu satu tahun.
      Selanjutnya Matz dan Uzry (2003 : 37) menyatakan bahwa anggaran pengeluaran aktiva modal (Capital Expenditures Budget) merupakan komitmen jangka panjang dari sumber-sumber dana untuk merealisir keuntungan-keuntungan di masa akan datang.
       Berdasarkan beberapa definisi tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa capital budgeting merupakan alat analisis yang dapat digunakan untuk mengevaluasi dan sebagai dasar pemilihan atau seleksi dalam menentukan apakah investasi yang dilaksanakan itu menguntungkan atau tidak.
      Dengan dasar inilah untuk melihat kegunaan dan fungsi dari capital bugteing mempunyai peranan penting dalam memainkan peranannya capital budgeting, yaitu :
1.      Pengeluaran dana untuk keperluan investasi biasanya melibatkan jumlah dana yang sangat besar. Dengan jumlah dana yang sangat besar itu mungkin tidak dapat diperoleh dalam jangka waktu yang pendek atau mungkin tidak dapat diperoleh secara sekaligus, oleh karena itu harus disusun terlebih dahulu rencana yang teliti dan dipertimbangkan dengan matang.
2.      Dana yang dikeluarkan akan terikat untuk jangka waktu yang panjang. Ini berarti bahwa perusahaan harus selalu menunggu selama waktu yang panjang atau lama, sampai ke seluruhan dana yang tertanam dapat diperoleh kembali oleh perusahaan dan ini akan terpengaruh bagian penyediaan dan untuk keperluan-keperluan lain.
3.      Kesalahan dalam pengambilan keputusan mengenai pengeluaran dana tersebut akan mempunyai akibat yang panjang dan berat, oleh karena itu apabila terjadi kesalahan dalam pengambilan keputusan di bidang ini, maka tidak dapat diperbaiki tanpa suatu pengorbanan atau kerugian.
4.      Investasi dalam aktiva tetap menyangkut harapan untuk memperoleh pendapatan penjualan di masa yang akan datang. Oleh karena mengakibatkan kesalahan dalam mengadakan ramalan akan dapat mengakibatkan adanya over atau under investmen dalam aktiva tetap. Apabila investasi dalam aktiva tetap melebihi dari pada diperlukan maka akan memberikan beban yang besar bagi perusahaan. Sebaliknya, apabila jumlah investasi dalam aktiva tetap terlalu kecil, maka akan dapat mengakibatkan perusahaan beroperasi yang tinggi, sehingga akan mengurangi daya saingnya atau kemungkinan besar hilangnya sebagian pasar (konsumen akan lari untuk mencari produk yang harganya agak murah).
      Pertimbangan-pertimbangan dalam pengambilan keputusan tersebut, maka dapat dikatakan bahwa capital budgeting merupakan dasar dalam pemilihan yang dapat memberikan informasi kepada pihak yang berwenang, dalam hal ini pihak pengambil keputusan untuk dilaksanakan atau ditolaknya suatu rencana investasi atas suatu proyek dapat menanam modal pada perusahaan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar