Senin, 25 Februari 2013

Pengertian Harga Pokok Produksi


1.   Pengertian Harga Pokok Produksi
      Sebelum proses produksi dimulai, terlebih dahulu harus diketahui berapa besarnya  harga pokok dari  barang yang akan  diproduksikan. Dengan  demikian, dapat pula  diketahui  besarnya  harga  jual  serta  pengendalian biaya produksi.
      Demikian halnya untuk, mengetahui besarnya harga pokok produksi, maka terlebih dahulu harus diketahui jalannya kegiatan-kegiatan atau proses produksi, yang berarti unsur-unsur biaya yang melekat pada produksi tersebut dapat pula didentifikasikan.
      Pada perusahaan industri yang kegiatan pokoknya adalah mengelolah bahan baku menjadi suatu produk jadi yang disiapkan untuk dipakai atau dijual, perhitungan harga pokok produk perlu dilakukan secara cermat. Apabila terjadi kekeliruan dalam perhitungan harga pokok, akan dapatmerugikan perusahaan. Oleh karena itu sebelum proses produksi dimulai, seharusnya terlebih dahulu diperhitungkan berapa besar harga pokok dari barang yang akan diproduksi, guna menetapkan harga jual dari barang tersebut dan pengendalian biaya produksi.
      Untuk menentukan besarnya harga pokok produksi suatu barang sebelumnya perlu diketahui apa yang dimaksud dengan harga pokok. Harga pokok adalah pengorbanan sumber ekonomis yang diukur dalam satuan uang yang telah terjadi dan ytujuannya untuk memperoleh penghasilan.
      Abbas Kartadinata, Akuntansi dan Analisa Biaya, Suatu Pendekatan Tingkah Laku Biaya, ( 2000 : 1) mengemukakan pendapatnya tentang harga pokok produksi, sebagai berikut :
1.    Bagi suatu perusahaan perdagangan, harga pokok hanya mengandung satu unsur saja, yakni harga beli produk-produk yang diperdagangankan.
2.    Harga pokok jadi yang dihasilkan suatu perusahaan meliputi semua biaya dan pengorbanan yang diperlukan untuk menghasilkan produk jadi, meliputi :
a.   Bahan baku dan bahan pembantu
b.    Upah langsung
c.    Biaya produksi tidak langsung.
      Dengan pengertian ini dapat dismpulkan bahwa yang membedakan harga pokok kedua jenis perusahaan, yakni disebabkan karena perusdahaan daagang adalah perusahaan hanya membeli barang dan menjualnya kembali tanpa mengadakan perubahan bentuk barang, sedangkan perusahaan industri adalah perusahaan yang membeli bahan dan merubah bentuknya untuk dapat dijual.
      Dalam hal ini untuk perusahaan dagang, harga pokok barang yang dijual adalah jumlah persediaan awal ditambah dengan pembelian dan dikurangi dengan persediaan akhir. Sedangkan pada perusahaan industri meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan baya-biaya umum produsi lainnya.
Pengertian harga pokok (cost) dan biaya (expenses) serng diperlukan. Untuk  lebh jelasnya Supriono Akuntansi Biaya, Pengumpulan Biaya dan dan Penentuan Harga Pokok (1999 : 12) mengemukakan bahwa cost (biaya) adalah jumlah yang dapat diukur dalam satuan uang dalam  bentuk :
a.  Kas yang dibayar atau
b.  Nilai aktiva lainnya yang diserahkan/ dikorbankan atau
c. Nilai jasa yang diserahkan/ dikorbankan, atau tambahan modal dalam rangka pemilihan barang dan jasa yang diperlukan perusahaan, baik pada masa lalu maupun pada masa yang akan datang. Sedangkan expenses adalah harga pokok dipakai sebagai pengurang penghasilan.
Mulyadi Akuntansi Management, (1999 : 295) biaya produksi adalah biaya yang dikeluarkan oleh fungsi untuk mengolah bahan baku menjadi bahan jadi.
Dalam hubungannya dengan produk, biaya produksi dibagi menjadi tiga unsur, yaitu :
1.   Biaya Bahan Baku
Biaya bahan baku adalah harga pokok dari semua bahan dan secara praktis dapat diidentifikasi sebagai bagian dari produk selesai.
Bagi perusahaan industri, bahan baku merupakan bahan yang sangat meentukan kualitas maupun kuantitas dari hasil produksinya. Keberhasilannya tergantung dari luasnya pengawasan bahan baku, efisiensi pembelian dan lain-lain.
       2.  Biaya Tenaga Kerja
            Biaya tenaga kerja adalah semua balasa jasa yng diberikan oleh  perusahaan kepada semu karyawan, sesuai dengan fungsi dimana karyawan bekerja, maka biaya tenaga kerja dapat digolongkan ke dalam :
a.   Biaya tenaga kerja panrik/ produksi.
b.   Biaya tenaga kerja pemasaran
c.   Biaya tenaga kerja administrasi dan umum.
             Elemen biaya tenaga kerja untuk fungsi produksi dapat dibagi atas biaya tenaga kerja langsung dan biaya tenaga kerja tidak langsung.
4     Biaya tenaga kerja langsung (direct labour) adalah merupakan upah yang dibayarkan pada semua buruh yang bekerja secara langsung dalam proses produksi.
5     Sedangkan biaya tenaga kerja tidak langsung (indirect labour) adalah semua upah yang dibayarkan kepada tenaga kerja yang tidak dapat secara langsung diidentifikasikan pada produk atau jasa. Untuk biaya kerja fungsi pemasaran dan biaya tenaga kerja fungsi administrasi dan umum merupakan biaya tenaga kerja yang langsung dibebankan sebagai proiod cos pada saat terjadi.
       3.  Biaya overhead pabrik
  Biaya verhead pabrik (factory overhead cost) adalah semua biaya produksi selain biaya bahu dan biaya tenaga kerja.
   Batasan biaya overhead pabrik dikemukakan oleh Supriono dalam bukunya Akuntansi Biaya, Pengumpulan Biaya dan Penentuan Harga Pokok (1999 : 293) bahwa biaya overhead pabrik adalah biaya produksi selain biaya bahan baku da biaya tenaga kerja langsung yang eelemennya dapat digolongkan kedalam :
a.   Biaya bahan penolong
b.   Biaya tenaga kerja langsung
6     Penyusutan dan amortisasi aktiva tetap pabrik
7     Reperasi dan pemeliharaan aktiva tetap pabrik
8     Biaya listrik dan pabrik
9     Biaya asuransi
10   Baya overhead pabrik dan lain-lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar