Selasa, 05 Februari 2013

Pengertian dan Penentuan Rasio Standar


         1.  Pengertian Rasio Standar
                  S. Munawir, Analisa Laporan Keuangan (2000:178) menyatakan bahwa rasio standar dalam analisa laporan keuangan adalah suatu angka yang menunjukkan hubungan antara suatu unsur dengan unsur lainnya dalam laporan keuangan. 
                  Hubungan antara unsur-unsur laporan keuangan tersebut dinyatakan dalam bentuk matematis yang sederhana. Secara individuil rasio itu kecil artinya, kecuali jika dibandingkan dengan suatu rasio standar yang layak dijadikan dasar pembanding.  Bila tidak ada standar yang dipakai sebagai dasar pembandingan, dari penafsiran rasio-rasio suatu perusahaan, penganalisa tidak dapat menyimpulkan apakah rasio-rasio itu menunjukkan kondisi yang menguntungkan atau tidak menguntungkan.
            Rasio standar ini dapat ditentukan berdasarkan alternatif di bawah ini :
   a. Didasarkan  pada  catatan  kondisi  keuangan  dan  hasil  operasi  perusahaan tahun-tahun yang telah lamapu.
  b.  Didasarkan   pada   rasio   dari    perusahaan    lain    yang    menjadi  pesaingnya,  dipilih    satu    perusahaan   yang  tergolong  maju  dan
        berhasil.
a.    Didasarkan pada data laporan keuangan yang dibandingkan (disebut
     "goal ratio").
        d.  Didasarkan  pada  rasio  industri, di mana perusahaan yang bersang-kutan masuk sebagai anggotanya.
                  Dengan pembandingan dengan rasio standar ini akan dapat diketahui  apakah rasio perusahaan yang bersangkutan terletak diatas average, atau dibawah average. Rasio standar yang baik adalah yang memberikan gambaran rata-rata. Gambaran rata-rata yang paling tepat adalah rasio industri (gabungan perusahaan sejenis). 
                  Perlu dipahami bahwa, oleh karena laporan keuangan itu merupakan kombinasi dari fakta yang telah dicatat, kesepakatan akuntansi dan pertimbangan pribadi, sehingga rasio itu bukan merupakan ukuran eksak, maka rasio standar janganlah dianggap sebagai kondisi yang ideal. Walaupun rasio industri memberi gambaran rata-rata yang baik, tetapi umumnya rasio industri sukar diperoleh atau penyusunannya sangat memakan waktu (sangat lambat). Sehinggga untuk keperluan  perbandungan dapat dipakai bentuk rasio standar yang lain, misalnya "goal ratio" atau rasio dari perusahaan sendiri yang telah dimodifikasi dengan mengantisipasikan perubahan-perubahan yang diharapkan  terjadi  selama  satu periode akuntansi.
         2.  Penentuan Rasio Standar
                  S. Munawir, Analisa Laporan Keuangan (2000:276) menyatakan bahwa   rasio   standar  dapat   ditentukan   dengan   cara-cara   sebagai
berikut :
        a.  Mengumpulkan data laporan keuangan dari perusahaan-perusahaan   (dalam industri) yang diperbandingkan. Perusahaan-perusahaan  tersebut hendaknya mempunyai keseragaman dalam sistem akuntansi dan prosedur akuntansi termasuk keseragaman dalam penggolongan rekening-rekening dan metode penyusutan, keseragaman periode akuntansi, kesamaan dalam penilaian aktiva  dan dan kebijaksanaan akuntansi, dan keseragaman dalam kebijaksanaan manajemen.
        b.  Menghitung angka-angka rasio yang dipilih dari tiap-tiap perusahaan dalam industri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar