Minggu, 17 Februari 2013

Pengertian dan Konsep Penjualan


Menurut Winardi (2000:776), menyatakan bahwa penjualan adalah hasil yang dicapai sebagai imbalan jasa-jasa yang diselenggarakan yang dilakukannya perniagaan transaksi dunia usaha. Selanjutnya Winardi memberikan pengertian bahwa penjualan adalah :
1.  Hasil penjualan barang dagangan atau jasa yang diperhitungkan kepada langganan barang dan jasa yang diterima.
2.  Keuntungan hasil penjualan atas pemindahan aktiva yang diperdagangkan (kecuali saham sendiri), bungs dividen dari investasi dan segala kenaikan-kenaikan atau kekayaan pemilik.
Kemudian oleh Hartanto (2000:89), menyatakan bahwa penjualan adalah eksperimen monster dari keseluruhan produk atau jasa yang di transfer oleh suatu perusahaan kepada pelanggan selama satu periode. Selain itu Anorga (2000:523), mengatakan bahwa "volume penjualan adalah jumlah penjualan yang berhasil dicapai atau yang ingin dicapai oleh perusahaan dalam jangka waktu tertentu". Sejalan dengan pendapat yang telah ads, oleh Sutamto (2001:5), menyatakan bahwa penjualan adalah usaha yang dilakukan manusia untuk menyampaikan barang kebutuhan yang telah dihasilkan kepada mereka yang membutuhkan yang telah ditentukan atas persetujuan bersama. Dari definisi tersebut maka jelas bahwa penjualan merupakan suatu proses untuk memindahkan barang hak milik atau jasa kepada orang lain di mana penjual akan memperoleh imbalan berupa uang sesuai dengan harga yang disepakati bersama. Lebih lanjut Hart Subekti (2002:185), mengemukakan bahwa "volume penjualan adalah pencapaian yang dinyatakan secara kuantitatif, dari segi fisik atau volume".
Sedangkan menurut Drucker (2002:42), salah seorang teoritis manajemen terkemuka mengemukakan bahwa orang beranggapan penjualan selalu dibutuhkan. Tetapi tujuan akhir pemasaran adalah untuk membuat penjualan menjadi sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Tujuan pemasaran adalah mengetahui dan memahami pembeli sebaik­baiknya, bahwa produk atau jasa itu cocok dengan mereka dan terjual dengan sendirinya. Secara ideal, pemasaran harus berhasil di dalam diri pelanggan itu yang siap untuk membeli. Karena itu yang dibutuhkan adalah mengusahakan agar produk atau jasa tersedia.Pendapat lain dari Kotler (2005:28), mengenai penjualan adalah merupakan tujuan dari semua perusahaan dalam usaha pemasarannya dalam menawarkan produknya. Konsep penjualan adalah merupakan pendekatan umum lainnya yang dipakai oleh banyak perusahaan terhadap pasar. Konsep penjualan berpendapat bahwa para konsumen, jika dibiarkan sendiri, biasanya tidak akan membeli produk-produk dari perusahaan tersebut. Oleh karena itu perusahaan harus melakukan kegiatan penjualan yang agresif dan usaha promosi yang gencar.
Penjualan berasumsi bahwa pada konsumen biasanya menunjukkan hasrat beli yang lemah atau menunjukkan penolakan, dan perlu dibujuk atau diperlakukan dengan ramah dan sabar agar mereka lebih bergairah untuk membeli. Perusahaan harus mengadakan serangkaian kegiatan penjualan yang efektif dan memberikan peralatan promosi untuk merangsang pembelian agar lebih meningkat. Konsep penjualan dilaksanakan dengan cara yang amat agresif untuk barang-barang yang tidak diharapkan (unsought goods).
Penjualan yang gigih juga dilakukan untuk barang-barang yang dicari (sought goods). Konsep penjualan juga dipraktekkan dalam usaha nirlaba, usaha yang tidak bertujuan untuk memperoleh profit. Kebanyakan mempraktekkan konsep penjualan jika mereka mempunyai kapasitas yang berlebihan, target langsung mereka adalah menjual apa yang dapat dijual. Perekonomian industri modern kapasitas produksi dibangun sedemikian rupa di mana sebagian besar pasar adalah pasar pembeli, yakni pembelilah yang dominant dan para penjual harus bekerja keras untuk menjangkau para pembeli.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar