Selasa, 05 Februari 2013

Pengertian dan Jenis Modal Kerja


1.    Pengertian Modal Kerja

Indriyo, Manajemen Keuangan (2002:35) menyatakan bahwa modal kerja merupakan kekayaan atau aktiva yang diperlukan oleh perusahaan untuk melakukan kegiatan sehari-hari dan yang selalu berputar dalam periode tertentu.
               Kegiatan perusahaan baru dapat dimulai jika telah tersedia modal yang akan dipakai untuk  membiayai kegiatan  perusahaan.  Jadi, modal kerja yang dikeluarkan itu diharapkan dapat diterima kembali dalam jangka  waktu di bawah satu tahun. Biasanya pengembalian  itu  dengan jalan menjual hasil produksi dan hasil penjualan itu digunakan kembali untuk  membiayai kegiatan perusahaan sampai waktu tidak terbatas. Dengan demikian, modal kerja akan berputar terus  menerus dalam perusahaan untuk kegiatan operasi perusahaan.  Dari  proses  ini menunjukkan  bagi setiap manager perusahaan, bagaimana pentingnya pengelolaan  modal kerja secara efisien dalam membiayai operasi perusahaan.            
            Bambang Riyanto, Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan (1999:49-50) mengemukakan  bahwa   modal  kerja   dengan  adanya  3  (tiga) konsep
yaitu :
        a.   Konsep kwantitatif
Konsep ini mendasarkan pada kwantitas dari pada modal kerja yang  tertanam dalam keseluruhan unsur-unsur aktiva lancar di mana aktiva  ini merupakan aktiva yang sekali berputar kembali dalam bentuk semula atau aktiva  di mana modal kerja yang tertanam di dalamnya akan  dapat bebas lagi dalam waktu yang pendek.
Modal kerja yang dimaksud adalah modal kerja bruto, yaitu keseluruhan dari pada aktiva lancar.
         b.   Konsep kwalitatif
                Konsep ini adalah sebagian dari aktiva lancar yang benar-benar dapat digunakan untuk membiayai operasi perusahaan tanpa mengganggu likuiditasnya.
              Modal kerja yang dimaksud adalah modal kerja netto yaitu yang  merupakan kelebihan aktiva lancar diatas hutang lancarnya.
        c.   Konsep fungsional
              Konsep ini berdasarkan fungsi dari pada modal kerja dalam meng-   hasilkan pendapatan (income). Setiap modal kerja yang dikerjakan dalam perusahaan adalah dimaksud untuk menghasilkan laba.

Menurut Munawir (1998 :14) adalah :
a.    Konsep Kuantitatif
Konsep ini menitikberatkan kepada kuantum yang diperlukan untuk mencukupi kebutuhan perusahaan dalam membiayai operasinya yang bersifat rutin, atau menunjukkan jumlah dana yang tersedia untuk tujuan operasi jangka pendek. Dalam konsep ini menganggap bahwa modal kerja ialah jumalah aktiva lancar (gross working capital), dan tidak mementingkan kualitas dari modal kerja, apakah modal kerja dibiayai dari modal pemilik, hutang jangka panjang maupun hutang jangka pendek, sehingga dengan modal kerja yang besar tidak mencerminkan margin of safety para kreditur jangka pendek yang besar juga, bahkan modal kerja yang besar menurut konsep ini tidak menjamin kelangsungan operasi dan tidak mencerminkan likuiditas perusahaan.
b.    Konsep Kualitatif
Konsep ini menitikberatkan fungsi dari dana yang dimiliki dalam rangka menghasilkan laba dari usaha pokok perusahaan. Pada dasarnya dana yang dimiliki perusahaan akan digunakan untuk menghasilkan laba sesuai usaha pokoknya, tidak semua dana yang akan digunakan untuk meraih laba dimasa mendatang.
Jika diperhatikan pengertian diatas, maka modal kerja (current assets) diartikan sebagai kas dan harta lancar lainnya yang diharapkan akan diterima kembali menjadi uang melalui penjualan atau pembelian selama jangka waktu satu tahun.
Adapun konsep dari harta lancar adalah:
a.    Kas/Bank
b.    Surat-surat berharga yang mudah diuangkan
c.    Kwitansi yang dapat segera ditagih
d.    Biaya yang dibayar dimuka
e.    Piutang dagang
f.     Persediaan.
g.    Semua kewajiban lain yang harus dibayar.
2.    Jenis Modal Kerja
Menurut W.B. Taylor yang dikutip oleh Bambang Riyanto (1998:61) menggolongkan jenis-jenis modal kerja dalam dua bagian yaitu:
a.    Modal kerja permanen (permanent working capital) Yaitu modal kerja yang harus tetap ada pada perusahaan untuk dapat menjalankan fungsinya, atau dengan kata lain modal kerja secara terus menerus diperlukan untuk  kelancaran usaha. Modal kerja ini dibedakan dalam:
  1. Modal kerja primer (Primary working capital)
yaitu jumlah modal kerja minimum yang harus ada pada perusahaan untuk menjamin kontinuitas usahanya.
  1. Modal kerja normal (Normal working capital)
yaitu jumlah modal kerja yang diperlukan untuk menyelenggarakan luas produksi yang normal.
b.    Modal Kerja Variabel (Variabel Working Capital)
Yaitu modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah sesuai dengan perubahan keadaan, dan modal kerja ini dibedakan antaralain:
1.    Modal kerja musiman (Seasonal Working Capital)
yaitu modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah disebabkan karena fluktuasi musim.
2.    Modal kerja siklis (Cyclical Working Capital)
yaitu modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah disebabkan karena fluktuasi konjungtur.
3.    Modal kerja darurat (Emergency Working Capital)
yaitu modal kerja yang besarnya berubah-ubah karena adanya keadaan darurat yang tidak diketahui sebelumnya (misalnya, adanya pemogokan buruh, banjir, perubahan keadaan ekonomi yang mendadak).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar