Kamis, 07 Februari 2013

Pengertian dan Jenis-Jenis Biaya


1. Pengertian Biaya
               Suatu perusahaan yang memproduksi barang dan jasa atau yang memperjualbelikan barang dalam melaksanakan aktivitasnya memerlukan pengorbanan. Pengorbanan atau biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dimaksudkan untuk mencapai atau memperoleh keuntungan atau laba yang semaksimal mungkin.
               Berikut ini akan dikemukakan beberapa pengertian biaya, seperti yang dikemukakan oleh Sunarto (2002, Hal 4,), menyatakan bahwa Biaya adalah harga pokok atau bagiannya yang telah dimanfaatkan atau dikonsumsi untuk memperoleh pendapatan.
         Sedangkan menurut Buchari Alma (2000, Hal 125), menyatakan bahwa Biaya adalah suatu pengorbanan untuk membuat suatu barang atau untuk memperoleh suatu barang, yang bersifat ekonomis rasional. Jadi dalam pengorbanan ini tidak boleh mengandung unsur pemborosan, sebab segala pemborosan termasuk unsur kerugian, tidak dibebankan ke harga pokok.
               Sedangkan menurut Mulyadi (1999, Hal 34), menyatakan bahwa biaya dapat ditinjau dari dua segi antara lain yaitu : Pengertian biaya dalam arti luas, biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan pengertian biaya dalam arti sempit adalah pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dalam satuan uang yang telah terjadi untuk memperoleh penghasilan yang disebut dengan harga pokok.
               Dari beberapa pengertian biaya yang telah dikemukakan dapat disimpulkan bahwa biaya merupakan pengorbanan yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa.
     
2. Jenis-Jenis Biaya
      Dalam berbagai analisis keuangan, sering dihadapkan pada berbagai termiologi biaya, untuk itu perlu dibahas secara singkat penggolongan biaya, terutama yang sering digunakan dalam pembahasan managemen keuangan. Menurut Mulyadi (1998, Hal. 59) Jenis biaya dapat dibedakan atas beberapa yaitu :
1. Penggolongan biaya menurut hubungan biaya dengan sesuatu yang dibiayai, terdiri dari :
a.    Biaya Langsung (direct cost) adalah biaya yang terjadi disebabkan karena adanya sesuatu yang dibiayai atau berpengaruh langsung terhadap sesuatu kegiatan.
b.    Biaya Tidak Langsung (Indirect cost) adalah biaya yang tidak mempengaruhi secara langsung suatu kegiatan.
2. Penggolongan biaya menurut perilaku biaya dalam hubungannya dengan perubahan volume penjualan, terdiri dari :
a.  Biaya Variabel (Variabel Cost)
      Biaya variabel adalah biaya yang berubah-ubah disebabkan oleh adanya perubahan jumlah hasil apabila jumlah barang yang dihasilkan bertambah, maka biaya variabelnya juga akan meningkat. Biaya variabel yang dibebankan pada masing-masing unit disebut biaya variabel rata-rata (average variable cost).
b.  Biaya Tetap (Average cost)
      Biaya tetap adalah biaya-biaya yang tidak berubah-ubah untuk setiap tingkatan/sejumlah hasil yang diproduksi, termasuk biaya tetap ini antara lain : gaji pimpinan, sewa gedung, dan pajak kekayaan. Pada tingkat kapasitas tertentu atau selama jangka waktu yang pendek, biaya ini tetap sama besarnya tetapi untuk jangka panjang biaya ini akan berubah menjadi biaya variabel. Biaya tetap yang dibebankan pada masing-masing unit disebut biaya tetap rata-rata (Average fixed cost).
c.    Biaya Total (Total cost)
         Biaya total merupakan seluruh biaya yang akan dikeluarkan oleh perusahaan atau dengan kata lain biaya total ini merupakan jumlah dari biaya variabel dan biaya tetap. Biaya total yang dibebankan pada setiap unit disebut biaya total rata-rata (Average total cost).
3. Penggolongan Biaya Menurut Fungsi Pokok dalam Perusahaan
a.    Biaya Produksi, merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi barang jadi yang siap jual.
b.    Biaya pemasaran merupakan biaya yang dikeluarkan dalam hubungannya dengan usaha untuk memenuhi pesanan dalam memasarkan hasil produksi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar