Selasa, 19 Februari 2013

Pengertian dan Jenis-Jenis Biaya


1.  Pengertian Biaya
      Untuk menghasilkan sesuatu, apakah itu barang atau jasa maka perlulah dihitung dan diketahui besarnya biaya yang dikeluarkan atau yang perlu dan kemungkinan memperoleh pendapatan yang mungkin diterima. Setiap pengorbanan biaya selalu diharapkan akan mendatangkan hasil yang lebih besar dari pada yang telah dikorbankan pada masa yang akan datang.
      Dengan demikian, seorang pengusaha hendaknya dapat mengetahui yang merupakan komponen biaya perusahaan. Hal ini, total biaya selalu dihitung dan dapat dibandingkan dengan total penerimaan yang mungkin dapat diperoleh.
      Berbicara mengenai masalah biaya merupakan suatu masalah yang cukup luas, oleh karena di dalamnya terlihat dua pihak yang saling berhubungan. Oleh Winardi, dalam bukunya Capita Selecta, (2002: 147) menyatakan bahwa bilamana kita memperhatikan biaya-biaya yang harus dikeluarkan untuk suatu proses produksi, maka dapat di bagi ke dalam dua sifat, yaitu yang merupakan biaya bagi produsen adalah pendapatan bagi pihak yang memberikan faktor produksi yang bersangkutan.
      Demikian halnya bagi konsumen, biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh alat pemuas kebutuhannya atau merupakan pendapatan bagi pihak yang memberikan alat pemuas kebutuhan tersebut. Oleh Ikatan Akuntansi Indonesia (1997: 26) dikatakan bahwa biaya (cost) adalah jumlah yang diukur dalam satuan uang, yaitu pengeluaran-pengeluaran dalam bentuk konstan atau dalam bentuk pemindahan kekayaan pengeluaran modal saham, jasa-jasa yang disertakan atau menyangkut kewajiban-kewajiban yang ditimbulkannya, dalam hubungannya dengan barang-barang atau jasa-jasa yang diperoleh atau yang akan diperoleh.
      Dari definisi dan pengertian biaya di atas, maka dapatlah dikatakan bahwa pengertian biaya yang dikemukakan di atas adalah suatu hal yang masih merupakan pengertian secara luas oleh karena semua yang tergolong dalam pengeluaran secara nyata keseluruhannya termasuk biaya.
      Sejalan dengan definisi dan pengertian di atas, maka D. Hartanto dalam bukunya Akuntansi Untuk Usahawan (2001: 89) memberikan ulasan tentang biaya (cost) dan ongkos (expense) sebagai berikut, cost adalah biaya-biaya yang dianggap akan memberikan manfaat atau service potensial di waktu yang akan datang dan karenanya merupakan aktiva yang dicantumkan dalam neraca. Sebaliknya expense atau expred cost adalah biaya yang telah digunakan untuk menghasilkan prestasi. Karena jenis-jenis biaya ini tidak dapat memberikan manfaat lagi diwaktu yang akan datang maka tempatnya adalah pada perkiraan laba rugi perusahaan.
      Dalam pengertian biaya yang dikemukakan oleh Hartanto yang telah memisahkan tentang pengertian yang akan datang dan tercantum dalam neraca. Sedangkan expenses atau ongkos adalah biaya yang menghasilkan prestasi dan tidak memberikan manfaat diwaktu yang akan datang.
      Berkaitan dengan hal tersebut, maka suatu perusahaan sebaiknya memegang dan menjalankan aktivitasnya dengan azas-azas sebagai berikut :
     1.  Azas  efisiensi  maksudnya  dengan biaya yang sekecil mungkin untuk mendapatkan hasil tertentu ataupun dengan pengorbanan tertentu untuk mendapatkan hasil semaksimal mungkin.
2.  Azas kontinutas adalah azas kelangsungan hidup pada perusahaan
3. Azas proposionalitas adalah azas yang menghendaki agar dalam pemakaian alat-alat produksi terdapat perbandingan yang serasi.
      Dalam upaya memanfaatkan azas efisiensi ini yang menjadi titik berat adalah usaha untuk mendapatkan ketepatan ukuran dari setiap pengorbanan yang telah diberikan adalah dikeluarkan keuntungan dan hendaknya terdapat proposional yang sesuai antara pengeluaran untuk pengorbanan biaya yang dikeluarkan untuk faktor produksi.
      Pengertian biaya ini juga dikemukakan oleh Matz dan Usry, dalam bukunya Production and Control, (2000: 30) sebagai berikut cost is foregoing, measured in monetary terms incurred or potenially to be incurred to archieve a spesific ebjective.
      Dengan dasar pengertian biaya yang dikemukakan oleh Matz Usry diatas, mereka mengemukakan bahwa biaya adalah pengeluaran-pengeluaran yang dapat di nilai dengan uang atau dengan potensial yang harus dikeluarkan untuk mencapai tujuan khusus.
      Sejumlah pengeluaran/ pengorbanan untuk proses produksi yang dapat dinilai dengan ukuran tertentu yang menghasilkan lebih banyak daripada yang telah dikeluarkan, biaya disini mengharapkan lebih banyak hasil diharapkan oleh perusahaan.
      Selanjutnya oleh Mulyadi, dalam bukunya Akuntansi Biaya, (2000: 3) dikatakan bahwa di dalam arti luas biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dalam satuan yang telah terjadi atau kemungkinan akan terjadi untuk mencapai tujuan tertentu yang telah ditentukan sebelumnya.
      Menurut definisi di atas pengorbanan sumber ekonomis dibedakan menjadi 2 (dua) macam, yaitu :
        1. Pengorbanan yang telah terjadi adalah nilai ekonomis yang telah dikorbankan untuk mencapai tujuan tertentu yang merupakan historis yaitu biaya yang telah terjadi.
  2. Pengorbanan yang mempunyai kemungkinan akan terjadi yaitu nilai ekonomi yang akan dikorbankan untuk mencapai tujuan tertentu merupakan biaya masa yang akan datang.
3.  Sejumlah pengorbanan untuk mengharapkan hasil yang lebih banyak untuk mengharapkan hasil yang lebih memuaskan oleh perusahaan manufactur. 
      Dengan demikian, definisi biaya yang telah disampaikan oleh beberapa ahli ekonomi di atas menunjukkan bahwa pada hakekatnya adalah mempunyai tujuan yang sama, yaitu pada pengorbanan sejumlah nilai-nilai dalam bentuk biaya untuk menciptakan barang dan jasa demi untuk mendapatkan sejumlah pendapatan atau keuntungan dari setiap kegiatan yang dikerjakan dalam menghasilkan sesuatu.

2. Jenis-Jenis Biaya
      Sehubungan dengan jnis-jenis biaya tersebut, maka D. Hartanto, dalam bukunya Akuntansi Untuk Usahawan, (1998: 37) mengelompokkan biaya menurut tujuan perencanaan dan pengawasan, sebagai berikut
       "1. Biaya variabel dan biaya tetap
        2. Biaya yang dapat dikendalikan".      
      Sedangkan menurut Mulyadi, dalam bukunya Akuntansi Biaya, Penentuan Harga Pokok dan Pengendalian Biaya, (2000: 57) menetapkan biaya adalah sejumlah pengeluaran yang tidak bisa dihindari  menghubungkan tingkah laku biaya dengan perubahan volume kegiatan sebagai berikut biaya variabel adalah sejumlah biaya yang secara total berfluktuasi  secara langsung  sebanding dengan volume penjualan atau produksi, atau ukuran kegiatan yang lain yang mengarah pada proses produksi.
      Sedangkan biaya tetap atau biaya kapasitas merupakan biaya  untuk  mempertahankan kemampuan beroperasi perusahaan pada tingkat kapasitas tertentu.
      Dari gambaran umum di atas, maka dapat diketahui  sebagai berikut :
1. Biaya variabel  adalah  sejumlah  biaya yang ikut berubah untuk mengikuti  volume produksi atau penjualan. Misalnya atau  bahan langsung hanya yang ikut dalam proses produk, bahan baku langsung yang dipakai dalam proses produksi biaya tenaga kerja langsung.
2. Biaya tetap adalah sejumlah biaya yang tidak  berubah walaupun ada  perubahan volume produksi atau penjualan. Misalnya gaji bulanan, asuransi, penyusutan, biaya umum dan lain-lain. Sifat-sifat biaya tersebut sangat penting untuk dikethui seorang manajer dalam perencanaan usaha pengembangan karena dengan demikian akan didapatkan suatu gambaran klasifikasi biaya yang baik untuk tujuan dan perencanaan serta pengawasan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar