Sabtu, 09 Februari 2013

Pengertian Cash Flow


      Pada dasarnya setiap penanaman investasi mengandung dua macam aliran kas. Bambang Riyanto (2004 : 114) mengemukakan bahwa aliran kas terdiri dari :
1.     Aliran kas keluar netto (net out flow cash) yaitu yang diperlukan untuk investasi baru, dan
2.     Aliran kas masuk netto tahunan (net annual in flow of cash) yaitu sebagai hasil dari investasi baru tersebut, yang sering pula disebut “net cash proceeds” atau cukup dengan istilah proceeds”
      Dari definisi tersebut menunjukkan bahwa yang dianggap sebagai aliran keluar kas adalah sejumlah dana yang dikeluarkan untuk keperluan investasi, sedangkan aliran kas masuk netto tahunan adalah hasil dari investasi yang ditanamkan tersebut.
      Perbedaan definisi antara cash flow atau proceeds dengan laba yang dilaporkan dari laporan keuangan yang telah dibuat perusahaan.  Laporan keuangan akan menunjukkan data tentang laba yang belum tentu menunjukkan kas perusahaan, karena ada pos yang dianggap pengeluaran menurut laporan rugi laba, sementara itu konsep cash flow mwnganggap bukan pengeluaran. Pos yang dianggap pengeluaran menurut laporan rugi laba adalah depresiasi. Oleh karena itu pada konsep cash flow dapatlah dihitung dengan menggunakan rumus menurut Suad Husnan dan Suwarsono (2004 : 241), sebagai berikut :
1.     Kas masuk kotor = laba setelah pajak  + penyusutan, kalau kita menganggap bahwa proyek tersebut dibelanjai dengan modal mandiri sluruhnya.
2.     Kas masuk bersih Charles T Horngren (1999 : 382)= laba setelah pajak + penyusutan + bunga ( I – tax), kalau proyek tersebut dibelanjai sebagian dengan modal pinjaman.    

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar