Sabtu, 09 Februari 2013

Pengertian Biaya


        Untuk menghasilkan sesuatu apakah itu barang atau jasa maka perlulah dihitung dan diketahui besarnya biaya yang dikeluarkan atau yang perlu dan kemungkinan memperoleh pendapatan yang  mungkin diterima. Setiap pengorbanan biaya selalu diharapkan akan mendatangkan hasil yang lebih besar dari pada yang telah dikorbankan tersebut pada masa yang akan datang.
        Dengan demikian, seorang pengusaha hendaknya dapat mengetahui bagaimana besarnya pengorbanan dalam proses produksi dengan dasar itulah dapat memulai berhitung harga pada dasarnya setiap untuk yang merupakan komponen biaya  peruhaan. Dalam hal ini, total biaya selalu dapat dihitung dan dapat dibandingkan dengan total penerimaan yang mungkin dapat diperoleh.
       Menurut Winardi, (2002: 147), menyatakan bahwa bilamana kita memperhatikan biaya-biaya yang harus dikeluar kan untuk suatu proses produksi, maka dapat dibagi ke dalam dua sifat, yaitu yang merupakan biaya bagi produsen adalah mendapat bagi pihak yang memberikan faktor produksi yang bersangkutan.
    Demikian halnya bagi konsumen, biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh alat pemuas kebutuhannya atau merupakan pendapatan bagi pihak yang memberikan alat pemuas kebutuhan tersebut. Ikatan Akuntansi Indonesia, (1997 : 26) di  katakan bahwa biaya (cost) adalah jumlah yang diukur dalam satuan uang, yaitu sejumlah pengeluaran-pengeluaran dalam bentuk konstan atau dalam bentuk pemindahan kekayaan untuk memperoleh sesuatu dengan proses pengeluaran modal atau saham, jasa - jasa yang disertakan atau kewajiban-kewajiban yang ditimbulkannya, dalam hubungannya dengan barang-barang atau jasa-jasa yang diperoleh atau yang akan diperoleh pada masa yang datang.                                                         
    Sedangkan menurut D. Hartanto  ( 2002: 89), memberikan pengertian tentang biaya (cost) dan ongkos (expense), sebagai berikut cost adalah biaya-biaya yang dianggap akan memberikan manfaat atau service potensial di waktu yang akan datang dan karenanya merupakan aktiva yang dicantumkan dalam neraca. Sebaliknya expense atau expred cost adalah biaya yang telah digunakan untuk menghasilkan prestasi.  
        Sedangkan menurut Ikatan Akuntan Indonesia (1997 : 26) pengertian biaya (cost) adalah jumlah yang diukur dalam satuan uang, yaityu sejumlah pengeluaran-pengeluaran dalam bentuk konstan atau dalam bentuk pemindahan kekayaan. Untuk memperoleh suatu dengan proses pengeluaran modal atau saham. Jasa-jasa yang disertakan atau kewajiban-kewajiban yang ditimbulkannya dalam hubungannya dengan barang-barang atau jasa-jasa yang diperolehnya atau akan diperoleh.
        Menurut Mulyadi ( 2003 : 3 ) biaya adalah pengorbanan sumber ekonomis yang diukur dalam satua uang yang telah terjadi atau kemungkinan akan terjadi untuk mencapai tujuan tertantu.
        Menurut R.A Supriyono (2002 : 16) berpendapat bahwa biaya adalah harga perolehan yang dikorbankan dan digunakan dalam rangka memperoleh dan akan dipakai sebagai pegurangan penghasilan.
        Berdasarkan beberapa pendapat pengertian biaya yang dikemukakan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa untuk menjamin kontinuitas perusahaan, di mana yang akan datang perlu ditetapkan suatu standar biaya manajemen perusahaan mungkin dapat mengetahui berapa besar biaya yang seterusnya dikeluarkan sebelum produksi dimulai, sehingga dapat diketahui jumlah pemborosan yang terjadi dalam dalam usaha efisiensi biaya variabel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sejumlah biaya pengeluaran tidaklah semua digolongkan sebagai biaya, dalam hal ini tidak semua biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dianggap sebagai biaya, sehingga perlu diklasifikasi biaya.   

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar