Jumat, 08 Februari 2013

Pengertian Akuntansi


      Dalam pembahasan akuntansi perlu kiranya penjelasan yang dikemukakan definisi sehingga lebih jelas tujuan dan arahan-arahan oleh para ahli ekonomi.
      Jay M Smith dan K. Fred Skouses (2003 : 3) memeberikan rumusan sebagai berikut, akuntansi adalah aktivitas jasa fungsinya yang menyediakan informasi kuantitatif terutama yang bersifat keuangan tentang suatu usaha (entitas) yang dipandang  akan  bermanfaat  dalam   pengambilan   keputusan ekonomi dalam menetapkan pilihan yang mana tepat diantara berbagai alternatif tindakan.
      Lebih lanjur R. Soemarso (2002 : 13) mengemukakan akuntansi adalah suatu seni pencatatan dan pengikhisaran transaksi-transaksi perusahaan serta penginterprestasikan akibat suatu kejadian dan aktivitas-aktivitas dari satu kesatuan ekonomi.
     Kedua definis tersebut, pada dasarnya dapat memberikan gambaran akuntansi sebagai suatu bentuk sistem informasi mengenai data keuangan pada suatu unit tertentu,  untuk alat manajemen  organisasi  itu  sendiri ataupun pihak yang memerlukan agar mngambil alternatif tindakan sesuai kepentingan masing-masing golongan yang memerlukannya.
      Akuntansi dilaksanakan baik dalam perusahaan bertujuan mencari laba maupun dalam organisasi-organisasi utama adalah karena mencari laba. Namun demikian alasan utama karena semakin rumitnya variabel-variabel yang dihadapi oleh manajer walaupun di dalam perusahaan kecil sekalipun. Keadaan ini mengakibatkan para manajer perusahaan yang semakin bergantung para proses akuntansi di mana transaksi-transaksi perusahaan diubah menjadi data statistik dan diringkas serta dilaporkan dalam bentuk laporan keuangan. Dengan demikian akuntansi merupakan sistem informasi yang sangat diperlukan oleh perusahaan.                                                                      
      Pihak-pihak diluar pengelola perusahaan juga membutuh kan data keuangan, sebagai contoh pemegang saham untuk membutuhkan informasi keuangan untuk menilai prestasi kerja manajeman dan menilai penyertaannya dalam perusahaan atau calon investor memerlukan data keuangan untuk membandingkan berbagai kemungkinan penanaman modal.
      Dengan demikian, untuk menunjang pembahasan dalam pengertian akuntansi menurut Yusuf, (2002 : 5), menyatakan bahwa akuntansi dapat didefinisikan sebagai suatu proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, pelaporan dan penganalisaan data keuangan dari organisasi pada periode tertentu.
     Sedangkan menurut Munawir, S, (2001 : 5), menyatakan bahwa akuntansi adalah seni dari pencatatan, penggolongan dan peringkasan dari pada peristiwa-peristiwa dan kejadian-kejadian sebagian bersifat keuangan dengan menunjukkan atau dinyatakan dalam uang serta penafsiran hasil perusahaan.
     Selanjutnya, Edris Muhammad, (2000 : 112) memberikan pengertian, yaitu suatu proses pencatatan, pengklasifikasian dari pada peristiwa-peristiwa ekonomi secara logis untuk memberikan informasi keuangan untuk memberikan informasi keuangan untuk pengambilan keputusan manajemen perusahaan.
      Berdasarkan pengertian tersebut di atas, dapatlah dikatakan bahwa akuntansi meliputi cara pengumpulan dan pengolahan data keuangan penting untuk kemudian disampaikan dalam bentuk laporan keuangan atau ikhtisar yang dapat dipakai untuk pengambilan keputusan yang bersifat ekonomi.
      Dari fungsi akuntansi yang terdapat dalam pengertian tersebut sangatlah berguna bagi perusahaan dan juga bagi   masyarakat secara keseluruhan. Informasi ekonomi yang ditujukan kepada pihak di luar perusahaan ditekankan kepada penggunaannya untuk keputusan investasi dan kredit oleh para penyedia sumber daya sementara informasi ekonomi manajemen dikaitkan dengan perencanaan, masalah-masalah organisasi, fungsi pengendalian dan sistem operasinya. Secara umum informasi ekonomi tadi digunakan manajemen dan penyusunan rencana untuk suatu tujuan ekonomis yang layak dan dalam pengambilan keputusan yang rasional untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
      Dengan demikian, maka setiap perusahaan menyediakan jenis-jenis informasi yang bersifat kuantitatif tertentu yang dapat digunakan oleh pihak perusahaan yang bersangkutan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan tentang kegiatan operasional perusahaan. Karena keputusan yang telah diambil itu pada dasarnya bersifat ekonomis, fungsi akuntansi yang bersifat peringkasan, pencatata, pengelompokkan penafsiran dan ikhtisar dalam bentuk laporan keuangan akan sangat tergantung pada cara penggolongan transaksi-transaksi yang sejenis pada suatu kelompok tertentu dalam laporan keuangan itu.                                                                                                                
      Sehingga pengertian akuntansi yang telah dikemukakan tersebut pada hakekatnya bahwa akuntansi sendiri bukanlah merupakan suatu tujuan utama tetapi hanya sebagai alat untuk berkomunikasi tentang data keuangan suatu perusahaan atau suatu unit kegiatan ekonomi kepada mereka lakukan yang berkepentingan.
      Pada umumnya pihak-pihak yang membutuhkan informasi akuntansi dari suatu perusahaan dapat dibagi menjadi 2 (dua) kelompok yaitu :
  1.  Kelompok pemakai intern
Kelompok pemakai intern adalah kelompok pemakai yang secara langsung berhubungan dengan aktivitas perusahaan sehari-hari, mereka itu adalah pimpinan disemua tingkatan Kepentingan pimpinan perusahaan atas informasi akuntansi terutama untuk dipahami sebagai dasar dalam pengambilan keputusan dalam perencanaan, disamping itu alat untuk mempertanggungjawabkan pengelolaan diserahkan kepadanya.
  2.  Kelompok pemakai extern
Kelompok pemakai extern adalah kelompok pemakai yang tidak berhubungan secara langsung dengan aktivitas perusahaan. Aktivitas perusahaan yang termasuk dalam kelompok  ini adalah  pemilik dan calon pemilik, kreditur dan calon kreditur, pemerintah, serikat buruh serta  masyarakat pada umumnya.
Jadi untuk dapat memenuhi keperluan dari berbagai pihak dengan kepentingan yang berbeda-beda maka akuntansi harus mampu  menciptakan informasi yang wajar dan tidak melihat kepentingan dari masing-masing pemakai tersebut, tetapi informasi yang disajikan harus dapat dipahami oleh pihak-pihak yang memelukan untuk mengambil keputusan. Hal mana tergantung pada ketelitian informasi yang disajikan dan kemampuan para pemakai laporan di dalam menginterpresta­sikan informasi.                                                            

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar