Minggu, 10 Februari 2013

Penentuan Besarnya Dana


      Suatu kenyataan bahwa setiap perusahaan senantiasa memperhatikan masalah peruputaran modalnya, di mana perputaran modal yang cepat menunjukkan kemajuan perusahaannya. Keuntungan modal sendiri (return on net worth)
      Return on net worth tersebut menyangkut bagaimana tingkat kemampuan modal sendiri untuk menghasilkan keuntungan. Dalam hal ini return on worth tersebut yang dibandingkan adalah bukan keseluruhan modal tetapi khusus modal sendiri. Adapun batasan oleh Bambang Riyanto (1988:37) mengatakan bahwa laba modal sendiri juga dikenakan laba yang tersedia bagi para pemilih modal sendiri disatu pihak dengan jumlah modal sendiri yang menghasilkan laba tersebut dipabrik lain.
      Besar kecilnya kebutuhan akan modal kerja, tergantung pada kebutuhan perusahaan dalam memenuhi permintaan pasar. Menurut Bambang Riyanto Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan (2004:12), hal itu ditentukan oleh dua faktor yaitu :
1.    Pengeluaran kas rata-rata setiap hari
2.    Periode perputaran atau periode terikatnya modal kerja.
a.    Pengeluaran kas rata-rata setiap hari.
      Kas merupakan alat yang mempunyai penggunaan yang tinggi karena dengan tersedianya kas, maka akan membiayai kewajiban-kewajiban setiap harinya seperti untuk keperluan pembelian bahan mentah, bahan penolong, upah buruh dan apa saja yang dapat memenuhi segala kewajiban perusahaan.
       Hal ini tidak berarti bahwa perusahaan harus mempunyai simpanan  kas yang tinggi. Karena dengan demikian berarti hanya mengutamakan kepentingan faktor likuiditas,tetapi akan menekan rentabilitas perusahaan di lain pihak ada keharusan untuk menahan jumlah minimal pada kas supaya perusahaan dapat memenuhi kewajiban-kewajibannya dengan baik.
        Persediaan minimal adalah apa yang disebut dengan persediaan bersih kas. Dan persediaan bersih kas itu dapat dihasilkan untuk  memperoleh keuntungan, besarnya persediaan bersih kas tergantung pada :
a.    Sifat transaksi komersial dan keuangan
     Sifat pada transaksi dalam arti bagaimana pembelian bahan dan penjualan hasil akhir dilakukan, misalnya dengan tunai atau kredit. Bila transaksi dilakukan dengan tunai, maka tidak perlu persediaan kas yang tinggi. Begitupula dengan sering tidaknya transaksi keuangan (penerimaan/pembayaran) akan berpengaruh terhadap bersihnya kas.
b.    Selisih antara penerimaan dan pengeluaran
     Besar kecilnya selisih antara penerimaan dan jumlah pengeluaran kas dalam satu periode tertentu, untuk menentukan pula suatu tingkat persediaan bersih kas.
     Disamping itu, penerimaan dan pengeluaran yang dapat diramalkan atau diduga terlebih dahulu. Misalnya: ada pemogokan, kegagalan penjualan produksi dan lain-lain.
     Apabila telah dapat ditentukan besarnya persediaan bersih kas, maka diatur penerimaan dan pengeluaran kontinuitas dapat terjamin dengan tidak menurunkan likuiditas di atas, maupun rentabilitas untuk dapat mengatur penerimaan dan pengeluaran alat dengan baik dan efisiensi perlu dibuat cash budget.
     Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penyusunan cash budget oleh Djahidin, Analisa Laporan Keuangan (2003:114) adalah:
     Jumlah penerimaan selama periode tertentu, misalnya dalam satu     bulan, pada umumya penerimaan hal ini berasal dari:
1.    Penjualan tunai
2.    Debitur yang membayar hutang-hutangnya.
3.    Sumber-sumber lain misalnya penjualan aktiva tetap
4.    Jumlah kas yang ada pada permulaan periode
5.    Jumlah pengeluaran-pengeluaran selama periode tertentu
6.    Pembelian bahan-bahan lain secara tunai
7.    Pembayaran hutang perniagaan dan hutang lain
8.    Adanya surplus dan defisit                                                         
      Dalam pengertian ini adalah termasuk simpanan dalam bank yang setiap hari atau setiap saat dapat dipergunakan untuk menguasai atau memilih barang atau jasa yang diinginkan oleh konsumen, sehingga dalam keadaan ini istilah surplus atau defisit pada perusahaan tergantung dari pengelola.
b.  Periode perputaran dan terikatnya modal kerja.
      Dalam pengertian periode perputaran yang relatif singkat, karena perputaran dari piutang ke kas hanya memerlukan satu tingkat saja. Adanya piutang dagang, terutama dimaksudkan sebagai salah satu alat untuk memperbesar volume penjualan. Untuk mengukur periode perputaran dari piutang oleh Djarwanto, pokok-pokok Analisa Laporan Keuangan, (2001:29) dilihat dan dihitung dengan rumus:
   Perputaran piutang =        
Penjualan kredit
Piutang rata-rata

      Makin tinggi tingkat perputarannya berarti bahwa modal yang ditanamkan dalam piutang tersebut makin banyak berputar dalam satu periode. Pada transaksi penjualan dengan kredit tertentu, berarti makin tinggi turn over, juga akan berarti bahwa modal yang ditanamkan dalam piutang adalah sedikit. Disamping itu perusahaan harus menahan sejumlah piutang sebagai kredit penjualan untuk dapat memelihara transaksi normalnya yang merupakan inti dari permanent kebutuhan modal, piutang yang ditanam dalam piutang.
     Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam menentukan besarnya piutang bersih, (Djarwanto 2001:89) yaitu:
1.    Syarat pembayaran dari penjualan kredit
Biasanya dinyatakan dalam term 2/10 n/30, artinya pembayaran dinyatakan dalam waktu 10 hari sesudah penyerahan barang si pembeli mendapatkan potongan 2 % hari sesudah penyerahan barang.                                                                                    
2.    Kebiasaan para langganan dalam pembayaran, menurut pengalaman banyak yang membayar dalam waktu yang telah ditentukan untuk mendapatkan cash discount, maka persediaan bersih piutang di atas untuk mendapatkan cash discount.
3.    Sifat dan kesediaan para pelanggan dalam membayar hutangnya, sebab sering terdapat langganan yang mampu, tetapi enggan memenuhi kewajibannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar