Minggu, 03 Februari 2013

Model Penganggaran


Menurut Bahtiar Arif, Muchlis, dan Iskandar (2002:18) Di dalam praktik penganggaran diberbagai negara dan dunia bisnis, model penganggaran telah dikembangkan sesuai dengan kebutuhan, situasi, dan kondisi. Beberapa jenis model anggaran telah dikembangkan seperti berikut :
1.    Line Item Budgeting
            Model ini merupakan bentuk anggaran yang lama sehingga dikenal dengan traditional budgeting. Organisasi bisnis maupun sector public pada umumnya menggunakan model ini dalam penyusunan anggaran Karena model ini relatif mudah dan sederhana.
2.    Incremental Budgeting
            Penganggaran dengan model ini pada dasarnya menggunakan line item budgeting, tetapi dilakukan dengan menambahkan atau mengurangkan nilai anggarannya dari tahun sebelumnya, serta metode ini sangat konservatif dengan adanya perubahan yang relatif kecil atau dengan batas tertentu berdasarkan pertimbangan yang memadai. Akan tetapi, kelemahannya memungkinkan adanya pendapatan dan pengeluaran yang sudah tidak sesuai dengan kenyataan.
3.    Planning Programing Budgeting Sistem
Model PPBS dikembangkan untuk memungkinkan para pengambil keputusan (decision makers) mengambil keputusan berdasarkan perhitungan atau pendekatan ilmiah dari model-model manajemen keuangan yang ada, didalam model ini digunakan cost and benefit analysis. Unit penganggaran mencakup wilayah program yang luas (ekonomi, kesehatan, pendidikan) demgan pelaksana yang berlainan. keunggulannya komprehensif, pelaksana program dapat bersaing sedangkan kelemahannya tidak ada prioritas yanag jelas, dan porsi anggaran yang ideal untuk tiap unit satuan sulit diketahui.
4.    Performance Budgeting
            Dengan model ini anggaran disusun berdasarkan pada kinerja yang dapat diukur (measurable performance) dari berbagai kegiatan. Akan tetapi, metode ini juga menggunakan klasifikasi berdasarkan objek seperti line item budgeting. Faktor penentu didalam metode ini adalah efisiensi dari berbagai kegiatan yang ada dengan menetapkan standar biaya (cost standard). Dengan standar biaya tersebut, disusun anggaran tahun berikutnya dan biasa disesuaikan dengan pertimbangan yang logis. Serta fokus pada kinerja (performance) atau hasil dari program yang ditentukan berdasarkan aspirasi perusahaan.
5.    Zero Based Budgeting
Sesuai dengan namanya, anggaran disusun dari Nol meskipun pada tahun sebelumnya telah dilakukan proses penganggaran. Anggaran tidak bergantung pada tahun sebelumnya sehingga hal ini merupakan lawan dari cara incremental budgeting yang sering kali ditemukan adanya program yang sudah tidak efektif, tetapi anggarannya justru meningkat. Keunggulannya memberi kepastian besaran anggaran, arah kebijakan lebih jelas sedangkan kelemahannya penentuan prioritas lebih lama dan sering terjadi markup.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar