Selasa, 05 Februari 2013

Laporan Keuangan


Menurut Rahardjo (2000:18) bahwa :
Laporan pertanggung jawaban manajer atau pemimpin perusahaan atas pengelolaan perusahaan yang dipercayakan kepadanya  kepada pihak-pihak luar perusahaan; yaitu pemilik perusahaan, pemerintah, kreditor, dan pihak lainnya yang berkepentingan.

Menurut Ikatan Akuntan Indonesia, Anonim (2002:2) : “Laporan keuangan meliputi neraca, laporan rugi laba, laporan perusahaan posisi keuangan, catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan”.

Selanjutnya Ikatan Akuntansi Indonesia, Anonim (2002:4) bahwa :
a.       Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.
b.      Laporan keuangan disusun untuk memenuhi kebutuhan bersama oleh sebagian besar pemakainya, yang secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dari kejadian masa lalu.
c.       Laporan keuangan juga menunjukkan apa yang dilakukan manajemen (stewardship) atau pertanggung jawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya.

Laporan keuangan dipersiapkan atau dibuat dengan maksud memberikan gambaran atau laporan kemajuan secara periodik yang dilakukan oleh pihak manajemen yang bersangkutan.
Analisis laporan keuangan merupakan alat informasi yang dibutuhkan baik oleh pihak intern perusahaan dalam hal ini pimpinan perusahaan maupun pihak ekstern yaitu para kreditur dan investor. Bagi pimpinan perusahaan, informasi tersebut berguna untuk mengetahui kondisi atau keadaan serta perkembangan perusahaan, dimana pimpinan dapat mengambil kebijaksanaan dan keputusan yang tepat, guna mencapai tujuan yang diiginkan oleh perusahaan.
Sedangkan bagi kreditur dan investor, informasi laporan keuangan suatu perusahaan berguna untuk pengambilan keputusan yang meyangkut hak pemberian dan penolakan kredit. Dengan kata lain, bahwa perlunya para kreditur menganalisis laporan keuangan suatu perusahaan merupakan suatu tindakan pengamanan bagi mereka sendiri untuk menentukan layak tidaknya pemberian kredit tersebut, sehingga kepusan yang di ambil benar-benar merupakan suatu keputusan yang tepat. Dan bagi investor, menganalisis laporan keuangan suatu perusahaan berguna untuk menentukan kebijakan penanaman modalnya.
Dengan demikian maka jelaslah bahwa mengadakan interpretasi dan analisa laporan keuangan suatu perusahaan adalah sangat penting artinya bagi pihak-pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan yang bersangkutan meskipun sebenarnya kepentingan mereka masing-masing adalah berbeda.
Dan untuk menilai kondisi keuangan dan prestasi perusahaan, analisis keuangan memerlukan beberapa tolak ukur. Tolak ukur yang sering digunakan adalah rasio atau indeks yang menghubungkan dua data keuangan yang satu dengan yang lainnya.
Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses akuntansi yang menggambarkan posisi keuangan dari suatu perusahaan pada terdiri dari 3 laporan utama yaitu (a) neraca, (b) laporan perhitungan laba rugi dan (c) laporan arus kas.
Menurut Munawir (2002:13) neraca adalah “laporan sistematis tentang aktiva, hutang, serta modal dari suatu perusahaan pada suatu saat tertentu”. Selanjutnya laporan laba rugi menurut Munawir (2002:26) adalah “merupakan laporan sistematis tentang penghasilan, biaya laba rugi yang diperoleh oleh suatu perusahaan selama periode tertentu”  Menurut Keown (2001:85) laporan arus kas adalah “merupakan laporan yang menggambarkan penerimaan dan pengeluaran kas untuk jangka waktu tertentu”.
Dari beberapa pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses akuntansi yang menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi pemakai dalam pengambilan keputusan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar