Sabtu, 09 Februari 2013

Langkah-langkah Mengubah Biaya Tidak Terkendali Menjadi Biaya Terkendali


      Untuk pemisahan antara biaya terkendalikan dengan biaya tidak terkendali sangatlah sulit, karena ada biaya yang tidak dapat dikendalikan oleh seorang manajer, tetapi dapat dikendalikan oleh manajer yang biayanya, dan biaya yang tidak dapat dikendalikan dapat diubah menjadi biaya yang dapat dikendalikan melalui dua cara yang saling berkaitan, dikutif dari Mulyadi (2003 : 115), sebagai   berikut :
1. Dengan mengubah dasar pembebanan dan akolasi ke pembebanan langsung.
2.  Dengan mengubah  tata  letak tanggungjawab pengambilan keputusan
      Pengubahan biaya tidak terkendalikan menjadi biaya terkendali dapat dilakukan dengan cara membebankan dari alokasi ke pembebanan langsung. Jika biaya yang dialokasi kan kepada suatu pusat pertanggungjawaban kepada manajer pusat pertanggungjawaban yang bersangkutan, sehingga biaya tersebut merupakan biaya yang tidak dapat dikendalikan dalam pusat pertanggungjawaban.
      Agar biaya tersebut dapat menjadi biaya yang dapat dikendalikan, maka biaya dibebankan sedemikian rupa kepada pusat pertanggung jawaban tertentu, sehingga biaya dapat dipengaruhi secara signifikan oleh manajer pada pusat pertanggungjawaban yang bersangkutan. Pembebanan ini tentu saja melalui analisa terhadap setiap pusat pertanggung jawaban sehingga pembebanan yang sembarang tidak terjadi.
      Pengubahan biaya tidak terkendalikan menjadi biaya terkendalikan dapat dilakukan dengan mendelegasikan    wewenang untuk pengambilan keputusan dari manajemen puncak kepada manajer pusat pertanggungjawaban yang sebelumnya tidak mempunyai wewenang untuk mempengaruhi biaya tertentu, dan dengan diterimanya wewenang dari manajemen pubcak telah dapat mempengaruhi biaya tertentu, dan dengan diterimanya wewenang dari manajemen puncak telah dapat mempengaruhi biaya secara signifikan, sehingga segala pertanggungan akan mengenai biaya tersebut menjadi tanggung jawab manajer pusat pertanggungjawaban.
      Dengan demikian biaya yang sebelumnya merupakan biaya yang tidak dapat dikendalikan telah menjadi biaya yang dapat dikendalikan oleh manajer pusat pertanggungjawaban, baik yang melalui pembebanan maupun yang melalui pendelega sian wewenang sehingga semua biaya yang terjadi dalam organisasi perusahaan tersebut dapat dilaporkan dan di pertanggungjawabkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar