Sabtu, 09 Februari 2013

Kriteria Penilaian Investasi


Abdul Choliq (2004 : 33) dalam penilaian criteria investasi yang biasa digunakan dalam evaluasi proyek penanaman investasi jangka panjang, antara lain :
1.    Pengertian Net Present Value
Net Present Value Method merupakan salah satu metode penilaian investasi dengan memperhatikan time value of money. Pengertian time value of money dapat diamati melalui uraian dari Charles T Horngren (1999 : 379), menyatakan bahwa A Dollar in the hand to day is worth more than a dollar to be received (or spent) five years today.
Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa sejumlah uang yang kita miliki sekarang nilainya lebih rendah dari jumlah uang yang sama, yang akan dating kita terima di masa yang akan dating.
Untuk dapat menyamakan nilai sekarang dari sejumlah uang yang akan diterima di masa yang akan dating maka diperlukan suatu rate of return tertentu. Hal ini dijelaskan oleh Charles T Horngren (1999 : 382) menyatakan bahwa sehubungan dengan penilaian investasi dengan menggunakan Metode Net Value, maka proceeds atau  cash flow diskontokan atas dasar biaya modal atau rate of return yang diinginkan. Sebelum menguraikan lebih lanjt tenyang Methode Present Value, maka perlu juga dikemukakan tentang pengertian biaya modal pada perusahaan.    
Biaya modal atau cost of capital adalah biaya yang secara riil harus ditanggung oleh perusahaan karena adanya penggunaan modal. Karena sumber modal perusahaan yang permanent, maka dapat dibagi aatas modal dan modal pinjaman, maka cost of capitalnya diperhitungkan dari masing-masing sumber dana untuk kemudian ditentukan biaya modal rata-rata (Average Cost of Captal). Jika kita menghubungkan  antara cost of capital dengan metode-metode penilaian investasi, yaitu Net Present Value, maka cost of capital berfungsi sebagai discount rate yang digunakan untuk menghitung nilai sekarang
Apabila nilai sekarang dari proceeds atas dasar discount rate tersebut (yaitu sebesar cost of capital) lebih besar dari pada nilai sekarang dari pengeluaran investasinya sehingga nilai sekarang netto atas net present valuenya positif, maka usul investasi tersebut diterima.  
Menurut Charles T Horngren (1999 : 382) dengan formula, sebagai berikut :
                            n            At 
          NPV   =      Σ                          - Io
                           t   =  0   (1  +  k)t

di mana :
                  NPV    =  Net Present Value
                  k          =  Discount rate
                  At         =  Net Cash Flow pada periode t
                  n          =  Periode yang terakhir
                  t           =  Periode yang diperhitungkan.
Dalam periode ini yang pertama-tama harus dihitung adalah nilai sekarang dari pendapatan yang diharapkan atas dasar discount rate tertentu dan kemudian jumlah present value dari pengeluaran modal (capital outlays) atau nilai initial investment yang juga dinamakan nilai tunai bersih.
Bilaman jumlah dari keseluruhan pendapatan yang diharapkan lebih besar dari pada present value investasinya, maka hasil investasi tersebut dapat diterima. Sebaliknya bilamana jumlah present value dari seluruh pendapatan lebih kecil dari present value dari investasinya, ini berarti bahwa net present valuenya negatif, maka usul investasinya tersebut ditolak.     
2.    Pengertian Internal Rate of Return
Metode lain yang dapat dipakai dalam menilai usul dari suatu investasi adalah “Internal Rate of Return” metode ini menghitung rate of return yang akan menyamakan nilai sekarang dari suatu investasi dengan nilai sekarang penerimaan-penerimaan kas bersih di masa yang akan dating. Jika rate of return adalah lebih besar dari pada cost of capital yang diperhitungkan, maka investasi dikatakan layak untuk menguntungkan.
Selanujtnya, Abbas Kartadinata (2003 : 112) menyatakan bahwa internal rate of return sebagai berikut, tingkay diskonto yang akan menyamakan nilai tunai arus dana di masa yang akan datang dari suatu proyek dengan jumlah investasi semula.
Sedangkan Charles T Horngren (1999 : 379) menyatakan bahwa metode internal rate of return ini didasarkan atas usaha untuk mendapatkan suatu rate of return yang dapat menjadikan present value dari proceeds sama besarnya dengan net present value dari outlays.
Dengan kata lain bahwa, bilamana kita menggunakan metode internal rate of return, maka fungsi cost of capital sama dengan cut – off rate dalam hal kita  mengadakan evaluasi terhadap usul-usul investasi. Untuk mencari internal rate of return dapat dilakukan melalui trial and error system coba-coba.
Selanjutnya, untuk mencari atau mendapatkan discount rate, diraci dengan jalan rate secara random untuk menghitung net present value. Bilamana net present value yang diperoleh adalah positif, maka langkah selanjutnya adalah memilih kembali rate yang lebih tinggi sampai mendapatkan net present value yang negative.    
3.    Profitability Ratio (PR)
Menurut Abdul Haliq (2004 : 41) profitability ratio adalah untuk menghitung perbandingan present value dari net benefit (PV benefit di luar investasi) dengan present value dari investasi (PV investasi) atau secara jelas formulasinya dapat dilihat sebagai berikut :
                                  PV Net benefit
Profitability ratio   =
                                        PV Investasi

     Keterangan :
-       PV net benefit =  Present Value dari Net Benefit
-       PV investasi   =  Present value dari investasi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar