Kamis, 07 Februari 2013

Kinerja Keuangan


Selama ini belum ada keseragaman dalam mendefinisikan kinerja, ada yang memilih kinerja sebagai pelaksanaan kegiatan operasional, ada juga yang lebih memiliki kinerja sebagai prestasi kerja suatu organisasi. Pada prinsipnya kinerja dapat dilihat dari siapa yang memberikan penilaian. Bagi manajemen, kinerja merupakan suatu kontribusi yang dapat diberikan oleh suatu bagian tertentu bagi pencapaian tujuan secara keseluruhan. Sedangkan bagi pihak luar manajemen, kinerja merupakan alat yang mengukur prestasi yang dicapai suatu perusahaan dalam suatu periode tertentu yang mencerminkan tingkat hasil pelaksanaan aktivitas.
Pemahaman mengenai pengertian kinerja secara lebih jelas dapat dilihat dari uraian berikut : Menurut Ruky (2001:14) bahwa, “Istilah kinerja/prestasi sendiri sebenarnya adalah pengalihbahasaan dari kata Inggris Performance”. Dalam kamus The Webster Dictionary dalam Ruky (2001:14-15) memberikan tiga arti bagi kata performance, yaitu :
1.      Adalah “prestasi” yang digunakan dalam konteks atau kalimat misalnya tentang “mobil yang sangat cepat” (High performance car)
2.      Adalah “pertunjukan” yang biasa digunakan dalam kalimat “Folk dance performance” atau “pertunjukan tari-tarian rakyat”.
3.      Adalah “pelaksanaan tugas” misalnya dalam kalimat “in performing his/her duties”

Berdasarkan pengertian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa kinerja adalah prestasi yang dihasilkan yang menunjukkan pelaksanaan operasi perusahaan dalam mencapai tujuan.
Kinerja keuangan adalah hasil dari proses keuangan yang tergambar dari laporan keuangan yang mencerminkan tingkat kesehatan pada suatu periode tertentu dengan menggunakan berbagai sumber daya atau modal yang dimiliki.
Untuk memberikan penilaian terhadap kinerja dibutuhkan informasi yang terpercaya agar dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan ekonomi yang dilakukan dengan melihat laporan keuangan salah satunya dengan menggunakan metode Economic Value Added.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar