Kamis, 28 Februari 2013

Kedisiplinan Antrian


Kedisiplinan antrian pada dasarnya juga mempunyai kedisiplinan merupakan suatu batasan prioritas dalam antrian yang ditetapkan untuk menentukan urutan pelayanan dalam antrian menurut Richard B Chase dan Aquilano (1998 : 290) menyatakan bahwa kediplinan antrian nasabah harus turut perintah terhadap apa yang telah ditetapkan oleh instansi itu sendiri.
       Kedisiplinan antrian sesuai dengan pengertian di atas, sebagai berikut :
a. Skortest Prosessing Time, ialah pada pemberian prioritas berdasarkan waktu proses  tersingkat. Pada umumnya terdapat pada tugas-tugas yang waktu penyelesaiannya telah dijadwalkan pada suatu daftar, cara ini mempunyai kebenaran yaitu konsumen yang membutuhkan waktu pelayanan agak lama akan tertunda-tunda terus akibat datangnya konsumen dengan waktu pelayanan lebih singkat.  
b.   First Come First Service (FCFS)
Prioritas ini merupakan pemberian fasilitas yang dipakai  Disini yang diberikan kepada mereka yang datang lebih awal atau secara kronologis (perputaran).
c.    Reservation First
Perioritas ini diberikan bagi mereka yang telah memesan tempat (booking) terlebih dahulu.
d.    Emergencils First
Prioritas yang diberikan berdasarkan keadaan darurat yang tengah dihadapi oleh konsumen. Contoh Pasien yang datang ke rumah sakit. Untuk melahirkan atau membutuhkan pertolongan yang secepatnya.
e.    Highest Profit                                                        
Pemberian prioritas ini berada pada kosumen yang dapat kira-kira  akan  mendatangkan keuntungan terbesar bagi pemberian service.
f.    Largest Costumer First
Pada metode pelayanan ini merupakan pemberian prioritas berdasarkan pesanan terbanyak.
g.    Best Costumer First
Prioritas yang diberikan merupakan pelayanan konsumen yang dianggap terbaik untuk dilayani pemberi service.
h.    Largest Waiting Time In Line                                                      
Pemberian  prioritas  kepada  konsumen yang  telah lebih lama menunggu pada antrian.
i.    Sconest Promised Dats
Prioritas pelayanan ini yang diberikan berdasarkan perjanjian terlebih dahulu antara konsumen dan pemberi service yaitu yang lebih cepat mengajukan tanggal perjanjian ini yang dilayani lebih dahulu.
      Pengertian antrian telah dijelaskan terlebih dahulu  yang merupakan aturan disiplin yang harus dipenuhi dalam meneruskan teori antrian, dan selanjutnya kedisiplinan antrian yang harus dijelaskan oleh Assauri (2002 : 189), antara    lain :
 1. Tingkat kedatangan
Menunjukkan tingkat rata-rata di mana orang-orang datang ke tempat fasilitas pelayanan untuk minta dilayani. Biasanya dinyatakan dalam suatu jumlah untuk periode waktu tertentu. Misalnya bagian penjualan tiket kapal laut mampu melayani 15 orang membeli tiket per jamnya.
Rata-rata kedatangan dalam waktu tertentu dapat kita peroleh dengan membagu jumlah kedatangan yang bervariasi dengan jumlah waktu yang diperlukan untuk seluruh kedatangan. Tingkat kedatangan ini diberi notasi (denda) sesuai dengan pernyataan David G. Dannenbring, dkk (2001, 586) bahwa tingkat kedatangan (X) ini dapat dinyatakan dalam satuan menit, jam, minggu, bulan dan sebagainya.
2.   Distribusi kedatangan
Distribusi kedatangan yang merupakan suatu rentabilitas distribusi yang menggambarkan jumlah konsumen dalam sistem pelayanan perunit waktu atau lamanya waktu antara kedatangan konsumen (interarrical time).  
      Bentuk-bentuk distribusi kedatangan ialah :
a. Distribusi kedatangan yang bersifat konstan (constant rrival distribution), ialah suatu  distribusi  kedatangan dengan jarak atau  interval  waktu  kedatangan yang satu dengan lainnya sama.
Chase dan Aquilano (1998, 284) dalam bukunya Mikro Economical menjelaskan bahwa, hanya kedatangan yang mendekati waktu sama pada jarak tiap kedatangan, dapat disebut kedatangan yang bersifat konstan. Selanjutnya oleh Richard D. dan  Chase (1998, 286) menggambarkan metode antraian sebagai berikut :
Gambar 1. Constant arrival pattern with time interval
= t and variance = 0 (arrival rate (2) = a/t                                                   
and arrow donote occurence of arrival)
 

              t          t           t           t           t           t           t           t
 

Time ─────────>
Kemungkinan  lain yang terjadi ialah apabila interval  waktu kedatangan tidak sama, akan tetapi pada periode tertentu jumlah  kedatangannya  sama, Misalnya jumlah  kedatangan rata-rata tiap jam adalah 15 konsumen, maka  ini tidak berarti bahwa tiap empat menit datang seorang konsumen, tetapi dapat bervariasi, ada yang berjarak lima menit, tujuh menit dan sebagainya. Oleh Chase (1998 : 287) mengambarkan sebagai berikut :
                         
 

                                  Nasabah Menunggu Kredit
 

                      Loket                     Loket                   Loket
                           I                              II                          III

 

Penjelasan di atas, bahwa pada Loket I langkah   pertama untuk pengetesan barang, Loket II penafsiran berapa nilai barang dan Loket III penerimaan uang dari hasil penafsiran.
b. Distrbusi  kedatangan  yang  bersifat   acak - acakan                                                      
(random arrival distribution), yaitu bentuk kedatang an para konsumen yang sifatnya tidak tetap. Pada umumnya kedatangan para konsumen pada suatu sistem pelayanan kecendrungan tidak konstan. Apabila terjadi hal yang demikian, maka pola tingkat kedatangannya akan mengikuti distribution poisson, tentang hal ini Trueman (1999, 467) mengungkapkan bahwa apabila dalam suatu jarak waktu yang kecil (dibandingkan) dengan waktu rata-rata antar kedatangan, maka probabilitas suatu tingkat kedatangan pada konsumen adalah sama. Sehingga kita akan memperoleh kedatangan yang bersifat random yaitu poisson.Senjutnya pendapat lain                                                                                                                                                             
Thierauf (2000 : 296) dalam memberikan teori antrian  untuk  memperoleh pelayanan mengatakan bahwa pada distribusi poisson merupakan pegangan dari distribusi probabilitas yang meramalkan jumlah kedatangan pola suatu waktu tertentu.
Distribusi Poisson meliputi probabilitas setiap kejadian kedatangan yang tidak tergantung atau  dipengaruhi kejadian pada observasi terlebih dahulu.
Sedangkan Suad Huasnan (2002; 28) dalam teori Antrian mengatakan secara umum, distribusi poisson menyatakan bahwa dalam jangka panjang waktu tertentu terus menerus terdapat probabilitas yang sangat kecil untuk suatu kejadian dari suatu percobaan dimana percobaan tersebut jumlahnya terbatas.
Kalau  menurut  Buffa  (1999 : 609)  bahwa  fungsi ini dapat  menggambarkan tingkat kedatangan sesungguhnya. Mengingat fungsi ini berhubung dengan semua unit yang datang, maka tidak ada nilai pecahan atau negative untuk orang, produk maupun mesin.
Sedangkan menurut Husnan (2002: 29) mengatakan bahwa distribusi  exponensial  ditafsirkan  sebagai distribusi yang mempunyai probabilitas yang lebih besar untuk mendapatkan waktu pelayanan yang lebih pendek, meskipun kadang-kadang suatu pelayanan memerlukan waktu yang jauh lebih lama dari waktu rata-rata.                                                      
3)   Pola Kedatangan
      Dalam teori  antrian terdapat  dua  bentuk atau pola kedatangan, sebagai berikut :
a. Kedatangan terkontrol arrival, yaitu kedatangan  yang telah  di  perkirakan sebelumnya. Artinya kosumen hanya datang pada waktu-waktu tertentu atau pada waktu yang telah ditentukan kemudian.
Misalnya, Pada jam buka loket penjualan tiket ialah antara pukul 09.00 hingga pukul 14.00 sore, maka pengunjung akan berdatangan ke loket pada jam-jam tertentu.
b.   Kedatangan tak terkontrol (un controllable arrivel). Kedatangan ini ialah kedatangan yang tidak menentu atau tidak bisa dipastikan atau diperkirakan sebelum nya bahwa waktu kedatangan tergantung dari kebutuhan masyarakat.
Contohnya : Kedatangan Pasien pada unit gawat darurat di suatu rumah sakit tidak menentu hingga polanya tidak pasti.
4   Ukuran Kedatangan (Size of Arrive)
      Ada dua jenis kedatangan yang dikenal yaitu :
a.   Kedatangan tunggal atau kesatuan ialah permintaan service tunggal atau kesatuan tertentu. Misalnya orang-orang yang terbelanja atau melakukan pembayaran di suatu  pasar  swalayan,  mereka  datang di counter pembayaran secara sendiri-sendiri.
b.  Kedatangan  jamak  atau  kelompok  ( a Bulk Arrival), ialah jika  kedatangan service datang tidak satu persatu, misalnya gerombongan datang pada i suatu restaurant yang mengharapkan pelayanan dalam waktu yang bersamaan.                                                                                                            
5   Tingkat Kesabaran Konsumen (Customer Dispotition)
     Tingkat kesabaran konsumen merupakan gambaran tingkah laku  konsumen, dalam teori antrian ini dapat dibedakan atas dua jenis   yaitu :
    a. Konsumen  yang  sabar  (Patiant  arrive) ialah  orang-orang mengerti dan ia bersedia menunggu hingga dilayani.
    b. Konsumen yang tidak sabar  (impetient arrivals) ialah orang-orang yang cederung tidak bersedia meneruskan antrian tersebut membutuhkan waktu cukup lama sampai pelayannya tiba.                                                  
      Chase dan Aquilano (1998 : 289), membedakan atas dua katagori,  yaitu :
- Balking Arrivals yaitu orang-orang yang datang ke  tempat pelayanan, lalu melihat situasi, setelah meyadari antrian cukup panjang mereka kemudian memutuskan untuk pergi.
- Reneging  Arrivals ialah  orang-orang yang telah  melihat
situasi lalu mengikuti antrian, tetapi beberapa saat ia tidak sabar dan akhirnya pergi meninggalkan antrian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar