Selasa, 05 Februari 2013

Jenis-jenis Rasio Profitabilitas


Erwan Dukat dalam bukunya Alat-alat Analisa Laporan Keuangan, menyatakan bahwa jenis-jenis rasio profitabilitas yang dapat digunakan sebagai alat untuk menganalisa data antara lain:
a.    Net Profit Margin (sales margin) adalah untuk melihat efisiensi perusahaan dalam mencapai volume penjualan untuk menghasilkan laba yang diharapkan.
Suatu faktor yang mempengaruhi perkembangan perusahaan adalah sejauh mana perusahaan mengelolah usahanya agar dapat menghasilkan laba semaksimal mungkin, sedangkan laba itu sangat dipengaruhi oleh sejauh mana perusahaan mencapai tingkat volume penjualan tertentu dengan biaya yang sewajarnya, karena tingkat efisiensi dalam perusahaan akan menyebabkan semakin tinggi pula pencapaian net profit margin perusahaan.
Adapun rumus Net Profit Margin tersebut adalah sebagai berikut:
 



b.    Rentabilitas Ekonomis (return on total assets) yang sering juga disebut dengan istilah earning power adalah perbandingan antara laba sebelum pajak dengan keseluruhan modal perusahaan. Adapun laba yang dimaksud tersebut adalah laba operasi dan modal adalah jumlah aktiva. Syarifuddin Alwi dalam bukunya Alat-alat Analisa Dalam Pembelanjaan, mengemukakan bahwa rasio rentabilitas ekonomis adalah salah satu bentuk dari rasio rentabilitas yang dimaksud untuk dapat mengukur kemampuan perusahaan dengan keseluruhan dana yang ditanamkan dalam aktiva yang digunakan pada operasi perusahaan untuk menghasilkan keuntungan. Dengan demikian rasio ini menghubungkan keuntungan yang diperoleh dari operasi perusahaan (Net Operating Income) dengan jumlah investasi atau aktiva yang digunakan untuk menghasilkan operasi tersebut (Net Operating Assets). Dari batasan tersebut diberikan suatu rumusan sebagai berikut:
 



c.     Rentabilitas Modal Sendiri (Return On Net Worth) yang rumusnya sebagai berikut:
 



Rentabilitas modal sendiri tersebut menyangkut bagaimana kemampuan modal sendiri menghasilkan keuntungan, yang dibandingkan adalah bukan keseluruhan modal tetapi khususnya modal sendiri.
Bambang Riyanto dalam bukunya Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan, menyatakan bahwa rentabilitas modal sendiri adalah perbandingan antara jumlah laba yang tersedia bagi para pemilik modal sendiri disatu pihak dengan jumlah modal sendiri yang menghasilkan laba tersebut dipihak lain.
Alex S. Nitisemito dalam bukunya Pembelanjaan Perusahaan, menyatakan bahwa rentabilitas modal sendiri adalah perbandingan antara laba bersih (setelah dikurangi dengan biaya-biaya untuk pihak lain termasuk pajak perseroan dan bunga tetap) dibanding dengan modal sendiri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar