Minggu, 24 Februari 2013

Implementasi Financial Terhadap Evaluasi Kinerja Keuangan


Analisa ratio financial merupakan penilaian terhadap kinerja keuangan di masa lalu, sekarang dan yang akan datang. Tujuannya untuk menemukan kelemahan-kelemahan di dalam kinerja keuangan perusahaan yang dapat menyebabkan masalah-masalah di masa yang akan datang dan untuk menentukan kekuatan-kekuatan perusahaan yang dapat diandalkan. Misalnya analisa internal yang dilakukan oleh karyawan suatu perusahaan dapat ditujukan terhadap penilaian likuiditas perusahaan atau penilaian penyelenggaraan-penyelenggaraan perusahaan di masa lalu. Analisa rasio  financial juga berasal dari luar perusahaan sebagai usaha untuk menentukan keandalan kredibilitas perusahaan atau potensi industri. Dari manapun analisa berasal dan alat yang digunakan pada dasarnya sama.
      Rasio financial merupakan alat utama dalam analisa keuangan, karena dapat dipergunakan untuk menjawab berbagai pertanyaan mengenai kesehatan keuangan perusahaan.
      Dalam implementasi analisa rasio financial terhadap kerja keuangan biasanya terdapat dua cara perbandingan yang akan dipergunakan perusahaan. Menurut apa  yang dijelaskan oleh Van Horne dan Wachowichz, Manajemen Keuangan Perusahaan, (1997 : 133) tentang kedua cara perbandingan tersebut, sebagai berikut :
1.  Perbandingan internal
Analisa dapat membandingkan rasio saat ini dengan rasio masa lalu dan masa yang akan datang dalam perusahaan yang sama. Rasio lancar, rasio dari aktiva dibagi kewajiban lancar untuk tahun sekarang dapat dibandingkan rasio lancar tahun sebelumnya.
Jika rasio financial diurutkan dalam beberapa periode tahun, analisa dapat mempelajari komposisi perubahan dan menentukan apakah terdapat perbaikan atau penurunan dalam kondisi keuangan dan kinerja perusahaan.
2.  Perbandingan eksternal dan sumber-sumber rasio industri
Metode perbandingan yang kedua melibatkan perbandingan rasio satu perusahaan dengan perusahaan-perusahaan sejenis atau dengan rata-rata industri titik waktu yang sama. Perbandingan ini memberikan pandangan mendalam tentang kondisi keuangan dan kinerja relatif dari perusahaan.
Rasio ini juga membantu dalam mengidentifikasi penyimpangan dari rata-rata standar industri.
      Dengan perbandingan internal, perusahaan akan dapat mengetahui kecenderungan perubahan yang terjadi selama beberapa periode tahun buku yang akan dianalisis. Sedangkan melalui perbandingan eksternal perusahaan dapat melihat kekuatan persaingan (competition power) yang ada pada perusahaannya, yaitu dengan membandingkan rasio-rasio financial internal perusahaan dengan suatu standar atau norma industri. Akan tetapi industri yang dimaksudkan adalah rasio-rasio financial yang diterbitkan oleh badan-badan atau lembaga-lembaga keuangan sebagai standar atau ukuran yang dapat dibandingkan dengan rasio financial suatu perusahaan.
      Pendapat lain dari Cahyono, Analisa Kinerja Keuangan, (2000:392) juga membagi metode-metode penganalisaan rasio-rasio financial mnjadi 2 (dua) perbandingan yaitu:
1.       Membandingkan rasio sekarang (present ratio) dengan ratio-ratio kita dari waktu-waktu yang lalu (ratio histories) dengan rasio-rasio yang diperkirakan untuk waktu yang akan datang dari perusahaan yang sama. Misalnya current rasio, tahun 1997 dibandingkan dengan current ratio dari tahun-tahun sebelumnya. Dengan cara perbandingan tersebut akan dapat diketahui perubahan-perubahan dari rasio tersebut dari tahun ke tahun. Dengan menganalisa satu macam rasio saja tidak banyak artinya, karena dapat mengetahui faktor-faktor apa yang menyebabkan adanya perubahan.
2.      Membandingkan rasio-rasio dari suatu perusahaan (rasio perusahaan/ company ratio) dengan rasio-rasio semacam dari perusahaan lain yang sejenis atau industri rasio (rasio industri/rasio rata-rata/rasio standar) untuk waktu yang sama.
      Dengan membandingkan rasio perusahaan dengan rasio industri, maka akan dapat diketahui apakah perusahaan yang bersangkutan itu dalam aspek financial tertentu berada di atas rata-rata industri (above average), berada pada rata-rata atau terletak dibawah rata-rata (below average).
      Jadi ada 2 (dua) metode perbandingan yang digunakan perusahaan untuk menganalisa rasio financial oleh Amin Tunggal, Dasar-Dasar Analisa Laporan Keuangan, (2002 : 125) yaitu analisa internal dan eksternal. Perbandingan internal yaitu rasio-rasio internal yang dibandingkan antara rasio-rasio (rasio histories) yang lalu dengan rasio sekarang (present rasio). Perbandingan eksternal yaitu rasio-rasio yang sengaja dikeluarkan oleh lembaga-lembaga keuangan atau badan-badan keuangan untuk dijadikan standar bagi perusahaan-perusahaan dalam menganalisa rasio-rasio finansialnya.
      Dengan demikian, perbandingan internal dan eksternal merupakan indikator perusahaan dalam menyusun rasio financial manajer keuangan dapat mengambil salah satu indikator dari keduanya. Indikator ini untuk menjawab kondisi kinerja keuangan perusahaan, sehingga dapat mengambil kebijaksanaan strategis tentang pembelanjaan perusahaan dimasa yang akan datang. Di Amerika serikat perbandingan rasio perusahaan dengan rasio industri sudah sangat luas penggunaannya karena dinegara tersebut ada beberapa badan atau bank yang menyusun rasio-rasio industri antara lain “DUN and Bradstreef dan Robert Morris Associates (RMA)” (Anonim 2002:214). Di Indonesia jika perusahaan hendak mengadakan analisa rasio, mungkin pada saat ini hanya dapat mengadakan analisa rasio internal karena belum adanya lembaga atau badan yang  menyusun rasio industri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar