Selasa, 05 Februari 2013

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Rentabilitas


Rentabilitas yang dihasilkan oleh suatu perusahaan dari tahun ke tahun baisanya selalu mengalami perubahan baik itu berupa untuk penurunan maupun suatu kenaikan. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan puerubahan itu ada dua macam yaitu :
1.    Profit Margin
Untuk mengukur keuntungan yang diperoleh untuk perusahaan dalam suatu kurang waktu tertentu maka digunakan profit margin. Profit margin dimaksudkan untuk mengetahui sampai seberapa jauh perusahaan dapat mengelola keuangannya dengan efisiensi.
Profit margin merupakan perbandingan antara laba usaha disatu pihak dengan penjualan bersih dilain pihak. Di mana hasil perbandingan tersebut dinyatakan dalam persentase. Laba usaha di sini adalah laba sebelumnya dikurangi dengan bunga pinjaman dan pajak perseroan. Dalam hal ini Nitisemito (1999 :78) merumuskan sebagai berikut :


Profit Margin =

Dengan kata lain dapat dikatakan profit margin ialah selisih antara net sales dengan operation expenses (harga pokok penjualan – biaya administrasi – biaya penjualan – biaya umum), selisih mana ditanyakan dalam persentase dari net sales. Net sales akan mempengaruhi oleh pasar dari autput yang akan dapat dihasilkan oleh perusahaan yang bersangkutan.
Semakin banyak output yang dapat dihasilkan oleh perusahaan yang bersangkutan serta semakin luasnya pasar yang dikuasinya makan akan semakin luasnya pasar yang dikuasainya maka akan semakin besar pula net sales yang diperelehnya itu. Salah satu jalan untuk meningkatkan volume penjualan ialah dengan jalan meningkatkan mutu kualiatas daripada barang dan harga barang tersebut. Hal ini maka mempengaruhi terhadap tingkat penjualan dan ini pula akan mempengaruhi juga terhadap rentabilitasnya, disamping faktor-faktor lainnya.
2.    Operating Assets Turnover
Operating assets turnover adalah merupakan salah satu factor yang ikut menentukan tinggi rendahnya rentabilitas seluruh modal atau rentabilitas ekonomis di mana dalam hal ini sebagai ukuran untuk mengetahui efisiensi perusahaan dalam melihat kecepatan peraturan aktiva dalam suatu priode tertentu. Dari sini kita dapat mengetahui bahwa apakah perusahaan berjalan lancer ataukah sebaliknya.
Untuk menghitung operating assets turnover maka dapat dilakukan dengan membandingkan net sales di satu pihak degan operating assets di lain pihak, dimana Bambang Riyanto (1999 : 27) secara metematis merumuskan sebagai berikut :


Net Sales
Operating assets
 

Operating Assets Turnover =                                   x 100%

Jadi untuk mencapai Operating Assets Turnover yang tinggi berarti kita harus memperhatikan ketergantungan terhadap variable yang lain, dalam hal ini adalah net sales dan Operating Assets atau dengan kata bahwa kedua variable tersebut merupakan penyebab terhadap keadaan Operating Assets Turnover.
Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa profit margin dimaksudkan untuk mengetahui efesiensi perusahaan dengan melihat kepada kecepatan perputaran Operating Assets dalam suatu periode tertentu.
Hasil akhir dari percampuran kedua efisiensi profit margin menentukan tinggi rendahnya rentabilitas ekonomis. Oleh karena itu makah tinggi tingkat profit margin atau Operating Assets Turnover masing-masing atau kedua-duanya akan mengakibatkan naiknya rentabilitasnya ekonomis atau earning power.
Untuk dapat dikatakan bahawa rentabilitas ekonomis/earning power akan meningkat apabila :
a.    Profit margin meningkat, sedangkan turnover Operating Assets tetap
b.    Operating Assets Turnover meningkat, sedangkan profit margin tetap
c.    Kedua-duanya meningkat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar