Kamis, 07 Februari 2013

Efisiensi, efektifitas dan ekonomisasi


Meskipun terdapat perbedaan definisi mengenai management audit, pada intinya terdapat kesamaan tujuan yaitu untuk mengevaluasi efisiensi, efektifitas dan ekonomisasi organisasi. Efisiensi adalah ukuran dari hubungan antara masukan dan keluaran, efektifitas adalah ukuran dari keluaran dan ekonomisasi merupakan ukuran masukan. Berikut adalah beberapa definisi lain mengenai efisiensi, efektivitas dan ekonomisasi menurut beberapa pakar.
Tunggal (2003:12) mengutip definisi efisiensi, efektifitas dan ekonomisasi dari Gerald Vinten sebagai berikut :
Economy-doing things cheap
Efficiency-doing things right
Effectiveness-doing the right things
Daft (2003:9) mengatakan bahwa efektivitas adalah the degree to which the organization achieves a stated goal, dan efisiensi merupakan the use of minimal resources raw materials, money and people to produce a desired volume of output. Pendapat tersebut kurang lebih mempunyai arti bahwa efektivitas adalah tingkat pencapaian organisasi atas sasaran yang ditetapkan dan efisiensi adalah penggunaan sumberdaya bahan baku, uang dan manusia secara minimal untuk menghasilkan output sebanyak yang diharapkan.
Menurut Hans Kartiadi yang dikutip oleh Agoes (1996:180), pengertian efektifitas, ekonomisasi dan efisiensi dapat diuraikan sebagai berikut:
1.         Efektifitas berarti produk akhir suatu kegiatan operasi telah mencapai tujuannya baik ditinjau dari segi kualitas hasil kerja, kuantitas hasil kerja maupun batas waktu yang ditargetkan.
2.         Ekonomisasi atau kehematan berarti cara penggunaan sesuatu barang (hal) secara berhati-hati dan bijak agar diperoleh hasil yang terbaik.
3.         Efisiensi berarti bertindak dengan cara yang dapat meminamilisir kerugian atau pemborosan sumber daya dalam melaksanakan atau menghasilkan sesuatu.

Berkaitan dengan kebutuhan akan pengukuran efektifitas manajemen, berikut adalah pendapat Paton dan Littleton yang dikutip oleh Burrowes dan Persson (2000:87), sebagai berikut:
Accounting exists primarily as a means of computing residuum, a balance, the difference between costs (as efforts) and revenues (as accomplishments) for individual enterprises. This difference reflects managerial effectiveness and is of particular significance to those who furnish the capital and take the ultimate responsibility.

Pendapat tersebut kurang lebih mempunyai arti  bahwa keberadaan akuntansi yang utama adalah sebagai alat untuk menghitung residu, saldo, selisih antara beban (sebagai usaha) dan pendapatan (sebagai pencapaian) untuk perusahaan perseorangan. Selisih tersebut merefleksikan efektifitas manajemen dan merupakan hal yang penting khususnya bagi mereka yang menyediakan modal dan memegang tanggung jawab  utama.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar