Kamis, 07 Februari 2013

Economic Value Added


a.   Pengertian EVA
Konsep Economic Value Added pertama kali diperkenalkan oleh                     G. Bennet Steward, Managing Partner dari Stern Steward & Co, yang menjadikan konsep ini sebagai sistem manajemen keuangan yang hangat dewasa ini.

               Menurut Tunggal (2001 a:2) bahwa EVA (Economic Value Added) adalah:
Laba yang tertinggal setelah dikurangi dengan biaya modal (Cost of Capital) yang diinvestasikan untuk menghasilkan laba tersebut. EVA merupakan suatu tolak ukur kinerja keuangan yang berbasis nilai. EVA merupakan tolak ukur yang menggambarkan jumlah absolut dari nilai pemegang saham yang diciptakan atau dirusak pada suatu periode tertentu biasanya setahun.

Data yang diperlukan untuk mengkalkulasi Economic Value Added suatu perusahaan yaitu neraca (Balance Sheet) dan laporan laba rugi (Income Statement).
EVA merupakan keuntungan operasional setelah pajak dikurangi dengan biaya modal, atau dengan kata lain EVA merupakan pengukuran pendapatan sisa (Residual Income), yang mengurangkan biaya modal terhadap laba operasi. Jadi EVA ditentukan oleh dua hal yaitu keuntungan operasional bersih setelah pajak dan tingkat biaya modal. Laba operasi setelah pajak menggambarkan hasil penciptaan nilai di dalam perusahaan, sedangkan biaya modal dapat diartikan sebagai pengorbanan yang dikeluarkan dalam penciptaan nilai tersebut. Diperhitungkannya tingkat biaya modal atas ekuitas merupakan keunggulan pendekatan EVA, dibanding pendekatan akuntansi lain dalam mengukur kinerja perusahaan.
b.   Manfaat EVA
Penilaian kinerja dengan menggunakan EVA menyebabkan perhatian manajemen terfokus pada hal-hal yang sejalan dengan kepentingan pemegang saham, yaitu memilih investasi yang memaksimalkan kepentingan pemegang saham, karena ukuran kinerja perusahaan memperhitungkan biaya modal ekuitas.
Brealey and Myers (2000:327–328) berpendapat bahwa:

            “A Growing number of firms now calculate EVA and tie management compensation to it. They believe that a focus on EVA can help managers concentrate on increasing shareholder wealth and EVA makes cost of capital visible to operating managers”. (Jumlah pertumbuhan perusahaan sekarang mengkalkulasi EVA dan mengikat ganti-rugi manajemen untuk itu. Mereka percaya bahwa memfokuskan diri pada EVA dapat membantu para manajer berkonsentrasi pada peningkatkan kekayaan pemegang saham dan EVA membuat biaya modal kelihatan oleh operasi para manajer)

Selanjutnya manfaat EVA menurut Utama (1997:11) bahwa :
         EVA sebagai pengukur kinerja perusahaan secara langsung menunjukkan seberapa besar perusahaan telah menciptakan nilai bagi pemilik modal. EVA yang positif menunjukkan bahwa perusahaan berhasil menciptakan nilai bagi pemilik modal, konsisten dengan tujuan memaksimalkan nilai perusahaan. Apabila EVA = 0, berarti perusahaan berada pada kondisi impas (break event point) selama operasionalnya karena semua laba diinginkan untuk membayar kewajiban kepada penyandang dana baik kreditur maupun pemegang saham. Namun, jika EVA negatif berarti tidak ada nilai tambah dari perusahaan karena laba yang dihasikan lebih kecil daripada biaya modalnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar