Sabtu, 26 Januari 2013

PENGARUH ARUS KAS (CASH FLOW) TERHADAP PERENCANAAN DAN PENGENDALIAAN KAS

                                                                           BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Menghadapi era Global dan persaingan bebas dalam dunia ekonomi sebuah perusahaan diharapkan menghasilkan profit yang optimum dan selalu dalam kondisi surplus agar kelangsungan usaha tercapai.
Kebijaksanaan Pemerintah dengan mengadakan deregulasi telah membawa angin segar dalam sektor dunia usaha pada umumnya, adanya kebijakan - kebijakan yang ditempuh oleh Pemerintah, dunia usaha semakin mendapat peluang dan kelonggaran untuk mengembangkan diri secara optimal. Sebagai implementasi dari kebijakan tersebut, telah bermunculan pula perusahaan – perusahaan baru, baik yang berskala besar, menengah maupun kecil yang semakin turut meramaikan kegiatan sektor ini.
Perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi demikian pesatnya, sehingga merupakan peluang bagi setiap perusahaan untuk dapat meningkatkan produktivitasnya dengan memanfaatkan sumber daya yang ada dan sistem manajemen yang baik merupakan produk dari perkembangan dan kemajuan tersebut.
Salah satu fungsi dari manajemen adalah perencanaan, dimana merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam organisasi. Perusahaan sebagai organisasi yang berorientasi ke komersialisasi membutuhkan secara langsung perencanaan, karena tanpa perencanaan perusahaan akan sulit mencapai tujuannya secara efektif, baik itu perencanaan kebutuhan modal pada masa yang akan datang atau perencanaan pemenuhan kebutuhan kas yang aman merupakan kunci sukses bagi manajer keuangan.
Dengan demikian tugas pokok manajer keuangan adalah merencanakan untuk memperoleh kas dan menggunakan kas tersebut untuk memaksimalkan nilai perusahaan. Perencanaan dan pengendalian arus kas merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan kas. Mengelola keuangan perusahaan secara efektif dan efesien melalui perencanaan dan pengendalian kas dengan laporan – laporan keuangan diantaranya neraca dan rugi – laba dengan menggunakan keuangan yang direncanakan, mengawasi, mengarahkan, mengevaluasi dan mengoordinasi aktivitas dari berbagai fungsi satuan operasional.
Oleh karena itu, seorang manajer keuangan perusahaan haruslah berusaha untuk dapat melaksanakan operasi perusahaan dengan jumlah uang kas yang optimal.Sehingga dengan demikian dapat dikatakan bahwa perusahaan harus mempunyai jumlah uang kas yang memungkinkan untuk membayar semua hutang – hutang jangka pendek yang sudah tentu waktu pembayarannya serta harus juga dapat memberikan batasan keamanan yang cukup untuk pengeluaran kas yang mungkin terjadi atau pengeluaran dalam keadaan mendesak.
Pos kas merupakan suatu harta yang sangat peka terhadap penyelewengan kekayaan perusahaan. Setiap perusahaan dalam menjalankan kegiatannya selalu membutuhkan kas.Kas dalam wujud fisiknya adalah salah satu aset yang mudah dipindahtangankan, karena kas sifatnya sangat likuid dan bisa diterma oleh siapa pun. Oleh karena itu perusahaan harus menerapkan suatu perencanaan dan pengendalian kas yang tepat agar tidak terjadi penyimpangan atau penyelewengan kas.
Selain kas sangat berperan dalam kelancaran kegiatan operasional perusahaan, kas juga sangat mudah untuk disalahgunakan/ disalah fungsikan oleh pihak – pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab. Untuk itu perlu adanya suatu perhatian yang cukup serius dalam pengelolaan kas yaitu pada perencanaan dan pengendalian kas.
Laporan arus kas pada dasarnya adalah laporan arus masuk dan arus keluar kas dan setara kas, yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara aktivitas suatu perusahaan dengan    pihak – pihak berkepentingan baik pihak intern maupun ekstern perusahaan.
PT. Sagita Utama Lestari merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang kontraktor yang kegiatan dan ruang lingkupnya sangat kompleks, sehingga sangat memerlukan suatu sistem perencanaan dan pengendalian kontrol yang cukup serius terutama dalam pengelolaan kas yaitu pada arus kas                     (cash flow).Karena pengelolaan arus kas (cash flow) ini sangat berpengaruh terhadap kegiatan perusahaan, maka sumber penerimaan dana dipandang perlu dikelola sumber penerimaan dan pengeluarannya agar kesinambungan perusahaan tercapai.
Selama hidup perusahaan maka penerimaan dan pengeluaran kas akan berlangsung terus menerus. Jadi disinilah peranan internal kontrol kas sangat dibutuhkan agar supaya efesiensi dan keamanan kas dapat terjamin dalam mencapai tujuan perusahaan.Hal inilah yang menjadi pertimbangan bagi penulis untuk memilih judul penelitian “ Pengaruh Arus Kas (Cash Flow) sebagai Alat Perencanaan dan Pengendalian Kas pada PT. Sagita Utama Lestari.

B. Masalah Pokok
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan sebelumnya, yang menjadi  masalah pokok penelitian ini adalah bagaimana pengaruh arus kas (cash flow) terhadap perencanaan dan pengendalian kas pada PT. Sagita Utama Lestari ?



C. Tujuan dan kegunaan Penelitian
      Adapun tujuan Penelitian adalah:
                  Untuk mengetahui pengaruh Arus kas (cash flow) sebagai alat    perencanaan dan pengendalian kas pada PT. Sagita Utama Lestari.
Adapun kegunaan penelitian adalah :
  1. Sebagai bahan pertimbangan kepada pihak manajemen               PT. Sagita Utama Lestari sehubungan dengan Pengaruh Arus kas  (cash flow) sebagai alat perencanaan dan pengendalian kas
2.    Sebagai bahan referensi / pustaka bagi pihak – pihak yang  melakukan penelitian sehubungan dengan hal yang sama.











                                                  

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Kas
Setiap perusahaan dalam menjalankan usahanya selalu membutuhkan kas. Kas merupakan alat yang amat penting dalam perusahaan dan diperlukan baik untuk untuk membiayai operasi perusahaan sehari – hari maupun untuk mengadakan investasi baru dalam aktiva tetap.Dalam kegiatan sehari – hari uang kas merupakan alat pertukaran sehingga segala kegiatan  dalam perusahaan akan bermula dan berakhir pada kas.
Berbeda dengan keterlibatan kas yang sangat aktif, kas itu sendiri merupakan unsur yang paling tidak produktif, karena kas tidak dapat berkembang dengan sendirinya tanpa pengelolaan menjadi unsur produktif lainnya. Oleh sebab itu, kelebihan kas akan mengakibatkan kas tersebut menganggur sehingga perlu adanya pengelolaan yang efektif.Salah satu cara pengelolaan kas agar menjadi aktiva yang produktif adalah ditanamkan dalam bentuk investasi .
Untuk dapat memberikan suatu gambaran yang lebih singkat dan lengkap dalam pengertian kas atau uang tunai dibawah ini penulis mengambil beberapa pendapat dari para sarjana/ ahli.
Menurut Zaki Baridwan ( 2000 : 86 ) kas merupakan suatu alat pertukaran yang dapat diterima untuk pelunasan utang, dan dapat diterima untuk pelunasan utang, dan dapat diterima sebagai suatu setoran ke bank dalam jumlah sebesar nilai nominalnya, juga simpanan dalam bank atau tempat – tempat lain yang dapat diambil sewaktu – waktu.
 Dalam neraca, kas merupakan aktiva yang paling lancar, dalam arti paling sering berubah. Hampir pada setiap transaksi dengan pihak luar selalu mempengaruhi kas. Kas terdiri dari :
  1. Uang kertas
  2. Uang logam
  3. Cek yang belum disetorkan
  4. Simpanan dalam bentuk giro atau bilyet
Kemudian menurut Sofyan Syafri Harahap ( 2002 : 258) kas adalah uang dan surat berharga lainnya yang dapat diuangkan setiap saat serta surat berharga lainnya yang sangat lancar yang memenuhi syarat yaitu :
a.    Setiap saat dapat ditukar menjadi kas,
b.    Tanggal jatuh temponya sangat dekat,
c.    Kecil resiko perubahan nilai yang disebabkan perubahan tingkat bunga.
Selanjutnya menurut Indriyo Gitosudarmo dan Basri ( 2002 : 61) kas dapat diartikan sebagai nilai uang kontan yang dalam perusahaan beserta pos – pos lain yang dalam jangka waktu dekat dapat diuangkan sebagai alat pembayaran kebutuhan financial yang mempunyai sifat paling tinggi likuiditasnnya.
Sedangkan menurut S. Munawir (2004 : 14 ) kas adalah yang tunai yang dapat digunakan untuk membiayai operasi perusahaan termasuk cek, yang dapat diterima dari langganan dan yang disimpan di Bank yang dapat diambil setiap saat diperlukan oleh perusahaan.
Kemudian Menurut Iman Santoso ( 2007 :161) Kas terdiri dari uang tunai yang dikelola oleh perusahaan maupun simpanan komersial di bank (rekening koran/ giro) dan atau tabungan di bank yang tersedia untuk digunakan sebagai alat tukar dan lazim diterima sebagai setoran oleh bank berdasarkan nilai yang tertera pada media alat tukar tersebut (sebesar nilai nominalnya).
 Jadi dapat disimpulkan bahwa kas merupakan unsur aktiva lancar yang terdiri dari uang logam dan uang kertas dan semua media alat tukar lainnya yang berfungsi sebagai alat tukar yang sah dan merupakan dasar pengukuran dalam akuntansi yang siap digunakan tanpa ada pembatasan penggunaanya .

B.  Pengertian Arus Kas (cah flow)
            Arus kas mencerminkan penerimaan kas dan pengeluaran kas perusahaan. Ukuran kas mengakui arus kas masuk saat kas diterima walaupun belum dihasilkan dan mengakui arus kas keluar saat kas dibayarkan walaupun beban belum terjadi.
            Menurut Harnanto (2002 : 228), Arus kas (cash flow) terdiri dari : arus kas masuk (cash in flow) dan arus kas keluar (cash out flow), aliran ini memperlihatkan darimana sumber kas diperoleh dan untuk apa kas itu digunakan oleh perusahaan.
Menurut Bambang Riyanto (2001 : 93) Aliran kas adalah bagaikan darah yang mengalir terus menerus dalam tubuh perusahaan yang memungkinkan perusahaan itu dapat melangsungkan hidupnya.
            Menurut Bambang Kusriyanto dan B. Suwartojo ( 2000 : 286) arus kas (cash flow) adalah merupakan arus masuk uang tunai yang diperoleh dari penjualan, baik penjualan tunai maupun penagihan dari penjualan kredit yang sebelumnya dilakukan.
            Jadi berdasarkan pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa arus kas (cash flow) adalah merupakan  arus kas masuk dan arus kas keluar yang mengalir terus menerus yang dapat memperlihatkan sumber kas diperoleh dan untuk apa penggunaanya  yang memungkinkan perusahaan dapat melangsungkan hidupnya.

C. Pengertian Perencanaan dan pengendalian kas
a. Pengertian Perencanaan
Perusahaan yang sukses senantiasa mempersiapkan masa depannya dan menentukan secara cermat tujuan – tujuan finansial maupun nonfinansialnya melalui fungsi perencanaanlah manajer- manajer menguraikan langkah – langkah yang perlu diambil dalam rangka menggerakkan organisasi menghampiri tujuan – tujuannya. Dengan demikian perencanaan membutuhkan penetapan tujuan – tujuan dan mengidentifikasikan metode- metode untuk mencapai suatu tujuan.
Menurut Hani Handoko (1999 : 20) memberikan definisi perencanaan adalah pemilihan atau penetapan tujuan – tujuan organisasi dan penentuan strategi, kebijaksanaan, prosedur, metode, sistem dan standar yang dipakai untuk mencapai tujuan tersebut.
               Kemudian menurut Sofyan Safri Harahap (2002 : 365) perencanaan adalah fungsi menetapkan kegiatan apa yang akan dilaksanakan dimasa yang akan datang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
               Sedangkan menurut R.A Supriyono (1999:21) Memberikan definisi perencanaan adalah proses manajemen untuk menentukan tujuan organisasi yang ingin dicapai dan mengatur strategi yang akan dilaksanakan.
                  Jadi perencanaan meliputi kegiatan menentukan apa yang harus dikerjakan untuk mencapai tujuan perusahaan, yang meliputi bilamana dan bagaimana pekerjaan akan dilakukan serta komponen- komponen apa saja yang diperlukan.



b. Pengertian Pengendalian
   Pengendalian terhadap kas memerlukan prosedur – prosedur yang memadai untuk melindungi penerimaan kas maupun pengeluaran kas. Manajemen harus mempunyai pandangan dan sikap yang profesional untuk memajukan atau meningkatkan hasil – hasil yang telah dicapainnya. Pandangan dan sikap tersebut diatas dinyatakan dalam melihat, meneliti, menganalisa dan mengambil keputusan atas laporan – laporan yang digunakan sebagai dasar pengendalian kas.
            Menurut Harnanto (2002:75) memberikan pengertian pengendalian adalah usaha untuk menyesuaikan pelaksanaan dengan rencana semula.
            Sedangkan menurut George R. Terry (2006 :163) memberikan definisi pengendalian adalah mendeterminasi apa yang telah dilaksnakan, maksudnya mengevaluasi prestasi kerja dan apabila perlu menerapkan tindakan – tindakan korektif sehingga pekerjaan sesuai dengan rencana.           
         Jadi secara sederhana pengendalian didefinisikan sebagai suatu proses yang menjamin bahwa tindakan yang dilakukan telah sesuai dengan rencana. Pada dasarnya pengendalian merupakan suatu proses yang mengarahkan kegiatan – kegiatan perusahaan pada tujuan yang telah ditetapkan untuk menjamin bahwa sumber daya ekonomis perusahaan telah digunakan secara efektif dan efisien.
         Apabila terjadi perbedaan jumlah kas secara fisik dengan pencatatannya,maka selisih yang terjadi harus dicari penyebabnya. Selisih ini bisa ditimbulkan karena kesalahan pencatatan, kecurangan akibat pembulatan terhadap penerimaan pembayaran, serta pengeluaran yang jumlahnya melibatkan unsur pembayaran atau pengembalian uang kecil.Apabila sebab - sebab terjadinya selisih tidak dapat ditemukan,maka jumlah selisih harus dicatat dalam akun selisih kas ( Cash short and over) dan pada akhir periode dilaporkan dalam perhitungan rugi – laba yang dikelompokkan sebagai pendapatan atau biaya lain – lain.
         Salah satu cara pengendalian kas adalah dengan cara menggunakan jasa perbankan untuk pengeluaran- pengeluaran yang bersifat rutin dan dalam jumlah yang relatif besar dengan cara membuka rekening koran atau rekening giro yang lazim rekening koran, sedangkan untuk keperluan - keperluan relatif kecil, perusahaan membentuk dana kas kecil ( Petty cash funds)

D. Sumber dan Penggunaan Kas
Kas sangat berperan dalam menentukan kelancaran kegiatan perusahaan, oleh karena itu kas harus direncanakan  dan diawasi dengan baik, baik penerimaanya (sumber – sumbernya) maupun pengeluarannya (penggunaannya). Penerimaan dan pengeluaran kas ada yang bersifat rutin atau terus menerus dan ada yang bersifat insidentil.
Menurut S. Munawir ( 2004 : 21 ) sumber penerimaan kas dalam suatu perusahaan pada dasarnya dapat berasal dari :
a.    Hasil penjualan investasi jangka panjang, aktiva tetap baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud.
b.    Penjualan atau adanya emisi saham maupun adanya penambahan modal oleh pemilik perusahaan dalam bentuk kas
c.    Pengeluaran surat tanda bukti hutang baik jangka pendek ( wesel) maupun hutang jangka panjang (hutang obligasi, hutang hipotik) serta bertambahnya hutang yang diimbangi dengan penerimaan kas.
d.    Adanya penurunan atau berkurangnya aktiva lancar selain kas yang diimbangi dengan adanya penerimaan kas
e.    Adanya penerimaan kas karena sewa, bunga, atau deviden dari investasinya, sumbangan atau hadiah maupun adanya pengembalian kelebihan pembayaran pajak pada periode – periode sebelumnya.
Aliran kas masuk ada bersifat rutin dan ada yang bersifat tidak rutin.Aliran kas masuk yang bersifat rutin, antara kas yang diperoleh dari penjualan tunai dan penerimaan piutang, sedangkan aliran kas masuk yang bersifat tidak rutin adalah yang berasal dari penjualan usaha, penerimaan kredit dari kreditur atau dari bank, serta penjualan aktiva tetap yang tidak terpakai lagi.
Sedangkan menurut Bambang Riyanto ( 2004 : 78) mengatakan bahwa sumber dana yang dapat diperoleh untuk membelanjai suatu investasi ialah :
a.    Sumber dana dari dalam perusahaan dapat diartikan sebagai bentuk dana dimana pemenuhan kebutuhan dananya berasal dari dalam perusahaan itu sendiri, dengan kata lain dana dengan kekuatan atau kemampuan sendiri.
b.    Dana yang berasal dari pemilik perusahaan
c.    Saldo keuntungan yang ditanam kembali dalam perusahaan. Saldo ini adalah keuntungan yang tidak diambil oleh anggota.
d.    Surplus dana dan akumulasi penyusutan atau yang disebut sebagai cadangan dana. Terdiri atas nilai buku dan nilai pasar harta yang dimiliki oleh perusahaan.
e.    Sumber dana dari luar perusahaan (external souce) yaitu pemenuhan kebutuhan dana diambil atau beras dari sumber – sumber dan yang ada diluar perusahaan.Dana yang berasal dari pihak bank, asuransi, dan kreditur lainnya.Dana yang berasal dari kreditur adalah hutang bagi perusahaan yang disebut sebagai  dana pinjaman. Dana pinjaman yang dimaksud adalah dana yang didapat dari pihak ketiga ( kreditur).
Jadi pengertian sumber dana adalah : merupakan sumber dana yang diperoleh dari Hasil usaha,penjualan aktiva dan surat – surat berharga lainya, penerimaan kas kerena adanya pembayaran sewa,adanya pinjaman dari bank atau pihak lain yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manajemen perusahaan.
Pengeluaran kas juga dipisahkan ke dalam pengeluaran rutin dan tidak rutin. Pengeluaran rutin misalnya untuk membeli bahan atau barang dagangan dengan tunai, untuk membayar hutang dagang, membayar gaji, dan membayar biaya - biaya lainnya.sedangkan pengeluaran tidak rutin misalnya untuk membayar kredit bank beserta bunganya, membayar deviden dan sebagainnya.
Menurut S. Munawir (1997 : 22) pengeluaran kas dapat disebabkan adanya transaksi – transaksi sebagai berikut :
  1. Pembelian saham atau obligasi sebagai investasi jangka pendek maupun jangka panjang serta adanya pembelian aktiva tetap lainnya.
  2. Penarikan kembali saham yang beredar maupun adanya pengembalian kas perusahaan oleh pemilik perusahaan
  3. Pelunasan atau pembayaran angsuran hutang jangka pendek maupun hutang jangka panjang.
  4. Pembelian barang dagangan secara tunai, adanya pembayaran biaya operasi yang meliputi upah gaji, pembelian supplier kantor, pembayaran sewa, bunga, dan lain – lain
  5. Pengeluaran kas untuk pembayaran deviden ( bentuk pembagian laba lainnya secara tunai), pembayaran pajak, denda dan sebagainya.
Sedangkan menurut Bambang Riyanto ( 2004 : 95) mengatakan bahwa penggunaan dana akan menyebabkan perubahan – perubahan bentuk maupun penurunan jumlah aktiva lancar, tetapi penurunan aktiva tidak selalu diikuti oleh penurunan dana .
Selanjutnya dikatakan bahwa penggunaan aktiva lancar menyebabkan berkurangnya dana, hal ini disebabkan karena :
  1. Pembayaran biaya atau ongkos perusahaan meliputi pembayaran upah, gaji, pembelian bahan baku atau barang dagangan, suplies kantor dan pembayaran biaya – biaya lainnya.
Pembayaran biaya operasi ini akan mengakibatkan terjadinya penjualan atau penghasilan perusahaan yang bersangkutan.
  1. Kerugian yang diderita perusahaan karena adanya penjualan surat berharga atau efek maupun kerugian insindentil lainnya. Adapun kerugian yang rutin atau insidentil akhirnya akan mengakibatkan berkurangnya dana perusahaan.
  2. Adanya pembentukan dana atau pemisahan aktiva lancar untuk tujuan tertentu dalam jangka panjang lainnya, misalnya dana pelunasan obligasi, dan pensiun pegawai dan lain – lain
d.    Pembayaran hutang- hutang jangka panjang yang meliputi hutang hipotik, hutang obligasi, ataupun hutang jangka panjang lainnya yang mengakibatkan penarikan kembali untuk atau seterusnya saham perusahaan yang beredar, atau adanya hutang jangka panjang diimbangi dengan berkurangnya aktiva lancar.
e.    Adanya penambahan atau pembelian aktiva tetap,investasi jangka panjang atau aktiva lancar lainnya yang mengakibatkan berkurangnya aktiva lancar atau timbulnya hutang lancar yang berakibat kurangnya dana.
f.     Pengambilan uang atau barang dagangan oleh pemilik perusahaan untuk kepentingan pribadi (prive) atau adanya pengambilan bagian keuntungan oleh pemilik perusahaan perorangan atau persekutuan atau adanya pembayaran deviden dalam perseroan terbatas.
     Berdasarkan  uraian diatas maka  dapat disimpulkan bahwa pengguanan kas dimaksudkan untuk penggunaan dana dalam hal pembelian saham atau obligasi, pelunasan atau pembayaran angsuran kredit, pembelian barang dagangan, pembayaran biaya operasi ,pembayaran deviden,pembayaran pajak maupun pengambilan uang atau barang dagangan oleh pemilik perusahaan untuk keperluan pribadi.

E. Fungsi Manajemen Kas
         Seorang manejer keuangan suatu perusahaan harus tahu bagaimana mengelola segala unsur dari segi keuangan.Hal ini wajib dilakukan karena keuangan merupakan salah satu fungsi penting dalam mencapai tujuan perusahaan.
         Menurut Suad Husnan ( 2002 : 37 ), ada beberapa permasalahan yang muncul dalam manajemen kas yaitu bagaimana mengembangkan sistem yang efesien untuk penerimaan dan pengeluaran kas, dan bagaimana perusahaan mempunyai cukup uang kas untuk memenuhi kebutuhan pembayaran yang timbul.Untuk mencapai tujuan ini diperlukan 2 ( dua) hal yaitu :
  1. Perusahaan harus dapat memprediksikan secara tepat jumlah saldo kas untuk suatu periode tertentu.
  2. Melakukan sinkronisasi secara tepat penerimaan dan pengeluaran
           kas.
            Ada 4 (empat) motif pokok yang mendasari perusahaan dan perorangan untuk memiliki kas dan surat berharga lainnya adalah:
  1. Motif transaksi, yaitu kebutuhan akan kas untuk pembayaran -    pembayaran yang ditimbulkan oleh pengeluaran sehari-hari dari perusahaan.Pembayaran ini termasuk diantaranya adalah pembelian bahan mentah, gaji pegawai, pajak, deviden dan sebagainnya.
  2. Motif berjaga – jaga, yaitu untuk menahan kas terutama berkaitan bisa tidaknya arus kas masuk dan arus kas keluar diperkirakan. Arus kas yang makin mudah diperkirakan sebelumnya, makin sedikit jumlah kas yang ditahan untuk menghadapi keadaan tidak terduga. Faktor lain adalah untuk kemampuan meminjam tambahan kas secara mendadak. Kebutuhan menahan kas bisa terpenuhi sebagian besar dengan memiliki aktiva yang dapat segera dicairkan seperti surat berharga jangka pendek.
  3. Motif memenuhi kebutuhan dimasa depan, saldo kas dan surat berharga perusahaan suatu saat bisa melonjak tinggi karena kas dikumpulkan untuk memenuhi kebutuhan tertentu dimasa yang akan datang.
  4. Motif memenuhi saldo kompensasi,dimana sistem perbankan secara umum memberikan banyak sekali jenis pelayanan pada dunia usaha. Perusahaan membayar jasa pelayanan ini sebagian dengan cara membayar langsung dan terkadang sebagian lagi dengan mempertahankan sejumlah kas minimal di bank yang disebut saldo kompensasi. Saldo kompensasi ini berupa saldo minimum yang diputuskan untuk tetap berada di bank dalam rekening gironya dan untuk perusahaan tidak perlu membayar jasa pelayanan tertentu kepada bank. Dengan adanya saldo ini bank dapat meminjamkan dana – dana tersebut pada pihak lain dengan jangka waktu yang lebih lama. Bank akan memperoleh penghasilan bunga, yang merupakan biaya jasa tidak langsung yang harus dibayar oleh perusahaan pertama tadi. Inilah yang menyebabkan mengapa perusahaan mempunyai kas.
Kemudian menurut M. Manullang (2005 :1) untuk mencapai tujuan suatu perusahaan, manajer keuangan harus dapat melakukan fungsi – fungsinya. Adapun fungsi – fungsi tersebut adalah :
a.       Manajer keuangan berfungsi mengendaliikan likuiditas dan profitabilitas
b.       Pengendalian likuiditas terdiri atas tiga unsur, yaitu peramalan aliran kas, mencari sumber dana dan penggunaan dana
c.       Didalam pelaksanaan kegiatannya, perusahaan memperoleh dana dari dalam dan luar perusahaan.
d.       Manajer keuangan, dalam mengendalikan profitabilitas, melakukan pengawasan atas biaya, menetapkan harga, meramalkan laba pada masa mendatang dan mengukur biaya modal kerja.
Manajemen kas berusaha memaksimalkan pemanfaatan kas tanpa mengabaikan saldo kas. Dengan kata lain jumlah kas yang ada dalam perusahaan harus maksimal, tetapi juga memaksimumkan bunga yang bisa diperoleh dari menginvestasikan kas tersebut dalam surat - surat berharga dan juga seperti pada deposit jangka pendek.
Dengan demikian keputusan untuk mempertahankan sejumlah kas dan surat berharga memerlukan analisis yang terinci, agar ditemukan saldo yang optimal kegiatan normal perusahaan bisa terganggu karena tidak cukup jumlah kas dan surat berharga. Saldo minimum yang kurang besar bisa mengurangi kemampuan perusahaan untuk membayar kebutuhan – kebutuhan darurat atau untuk menutup peluang bisnis yang menguntungkan. Apabila jumlah kas yang ditahan kurang atau  berlebihan hal ini tetap berarti bahwa manajemen keuangan di bidang ini tidak dilakukan dengan cara optimal. Jadi beberpa fungsi yang penting terlibat dalam manajemen arus kas yang efektif adalah :
      1. Desain dan manajemen yang efektif atau arus kas yang masuk dan
          Arus kas keluar
      2. Kas seharusnya dipertahankan dalam jumlah yang mendekati titik
         optimal
      3. Kas dan surat berharga harus ditempatkan dalam lembaga yang
          tepat   dan dalam bentuk surat berharga yang tepat juga.

F.Pengertian dan Tujuan laporan Arus Kas
Laporan arus kas atau aliran kas dapat memberikan informasi yang memungkinkan para pemakai untuk mengevaluasi perubahan aktiva bersih perusahaan, struktur keuangan ( termasuk likuiditas dan solvabilitas), dan kemampuan untuk mempengaruhi jumlah serta waktu arus kas dalam rangka adaptasi dengan perubahaan keadaan dan peluang.
            Menurut Munawir ( 2002 : 113 ) laporan aliran kas atau arus kas disusun untuk menunjukkan perubahan kas selama satu periode dan memberikan penjelasan mengenai alasan perubahan tersebut dengan menunjukkan dari mana sumber penerimaan kas dan untuk apa penggunaanya. Laporan aliran kas berbeda dengan laporan laba- rugi, laporan  aliran kas (penerimaan dan pengeluaran kas), sedangkan laporan laba – rugi menunjukkan pendapatan yang direalisasi dan biaya yang terjadi dengan tidak memperhatikan ada tidaknya penerimaan atau pengeluaran kas.
            Aktivitas yang berkaitan dengan arus kas pada dasarnya menjadi dua kategori, yaitu : (1) aktivitas yang menghasilkan kas, yang disebut dengan sumber penerimaan kas (souces of cash), dan aktivitas yang mengakibatkan pengeluaran kas, yang dinamakan penggunaan kas       (uses of cash) Pemakai laporan arus kas terutama akan tertarik pada jumlah bersih kas yang diproleh dari operasi daripada laporan secara rinci tentang kas masuk dan kas keluar dari kegiatan operasional.
            Sumber dan penggunaan kas seperti tersebut diatas, namun menggabungkannya menjadi tiga kategori utama yaitu :
1.Aktivitas operasi / cash flow from Operating
   Jumlah arus kas berasal dari aktivitas operasi didefinisikan sebagai seluruh transaksi penerimaan kas yang berkaitan dengan pendapatan penjualan dan kas keluar yang berkaitan dengan biaya operasi, termasuk pembayaran kepada pemasok barang dan jasa, pembayaran upah, bunga dan pajak (arus kas yang diperoleh dari aktivitas penghasil utama pendapatan perusahaan). Oleh karena itu, arus kas tersebut pada umumnya berasal dari transaksi dan peristiwa lain yang mempengaruhi penetapan rugi atau laba bersih (kecuali laba dari transaksi penjualan peralatan pabrik). Beberapa contoh arus kas dari aktivitas operasi  adalah :
a.    Pemasukan
1.    Penerimaan kas dari penjualan barang dan jasa
2.    Penerimaan kas dari royalti, fee, komisi dan pendapatan lain
3.    Penerimaan kembali (restitusi) pajak penghasilan kecuali jika dapat diidentifikasikan secara khusus sebagai bagian dari aktiva   pendanaan dan investasi.
4.    Penerimaan kas dari kontrak yang diadakan untuk tujuan transaksi usaha dan perdagangan.
b.    Pengeluaran
1.    Pembayaran kas kepada pemasok barang dan jasa
2.    Pembayaran kas kepada karyawan
3.    Pembayaran kas kepada perusahaan asuransi sehubungan dengan premi, klaim, anuitas dan manfaat asuransi lainnya
4.    Pembayaran kas pajak penghasilan kecuali jika dapat     diidentifikasikan secara  khusus sebagai bagian dari aktivitas pendanaan dan investasi.
5.    Pembayaran kas dari kontrak yang diadakan untuk tujuan transaksi usaha dan perdagangan.
2. Aktivitas Investasi / Cash flow from investing
            Aktivitas investasi meliputi perolehan aktiva jangka panjang termasuk pembelian surat berharga yang tidak setara dengan kas dan peminjam uang (bon receivable) serta kebalikannya yaitu penjualan aktiva jangka panjang dan pelunasan pinjaman. Namun kenaikan atau penurunan piutang usaha dan persediaan tidak diperlukan sebagai aktivitas investasi karena perubahan tersebut terjadi pada aktiva lancar maka harus diklasifikasikan sebagai aktivitas operasi.
            Pengungkapan terpisah arus kas yang berasal dari aktivitas investasi perlu dilakukan sebab arus kas tersebut mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas sehubungan dengan sumber daya yang bertujuan untuk menghasilkan pendapatan dan arus kas masa depan. Beberapa contoh arus kas yang berasal dari aktivitas investasi adalah :
a.    Pemasukan
1.    Penerimaan kas dari penjualan tanah, bangunan dan peralatan, aktiva tak berwujud dan aktiva jangka panjang lain
2.    Perolehan saham atau instrumen keuangan perusahaan lain.
b.    Pengeluaran
1.    Pembayaran kas untuk membeli aktiva tetap, aktiva tak berwujud, aktiva jangka panjang lain, termasuk biaya pengembangan yang dikapitalisasi dan aktiva tetap yang dibangun sendiri.
2.    Uang muka dan pinjaman yang diberikan kepada pihak lain serta       pelunasannya ( kecuali yang dilakukan oleh lembaga keuangan)
3.    Pendanaan / Cash Flow from Activities
            Meliputi aktivitas peminjaman uang yang meliputi utang hipotik, utang obligasi dan bentuk utang jangka panjang lainnya dan emisi saham baru, pembayaran deviden kepada pemegang saham, pembayaran kembali pinjaman jangka panjang dan penggunaan kas untuk penarikan kembali saham perusahaan.
Namun demikian, perubahan pada utang usaha, utang upah gaji, utang bunga, dan utang pajak tidak diperlukan sebagai aktivitas pendanaan melainkan sebagai aktivitas operasi.
            Pengungkapan terpisah pula bahwa arus kas yang timbul dari aktivitas pendanaan perlu dilakukan sebab berguna untuk memprediksi klaim terhadap arus kas masa depan oleh para pemasok modal perusahaan. Beberapa contoh arus kas yang berasal dari aktivitas pendanaan adalah :
a. Pemasukan
   1. Penerimaan kas dari emisi saham atau instrumen modal lainnya.
   2. Penerimaan kas dari emisi obligasi, pinjaman, wesel, hipotik, dan
       pinjaman lainnya.
     3.Pembayaran kas oleh penyewa guna usaha (lease) untuk mengurangi saldo kewajiban yang berkaitan dengan sewa usaha pembiayaan ( Finansial lease).
b. Pengeluaran
  1. Pembayaran kas kepada para pemegang saham untuk menarik dan
      menebus saham perusahaan
  2. Pelunasan pinjaman
            Kemudian menurut Iman Santoso, (2007 : 139) Laporan arus kas dimaksudkan untuk memberikan ihktisar arus masuk dan arus keluar untuk satu periode tertentu. Tujuan utama suatu laporan arus kas dalah untuk menyediakan informasi relevan tentang penerimaan dan pembayaran kas atas suatu perusahaan selama periode tertentu. Tujuannya untuk membantu investor, kreditor, dan pihak lainnya dalam analisis mereka atas kas. Pada dasarnya terdapat dua sumber utama kas, yaitu sumber internal, yang disediakan dari hasil operasi perusahaan,dan sumber eksternal, yaitu yang disediakan melalui pinjaman dan penjualan saham. Penggunaan kas itu untuk pengeluaran operasi sehari – hari, pembelian mesin dan peralatan, Pembayaran deviden, pelunasan hutang, serta pembelian kembali saham milik sendiri (treasury stock). Laporan arus kas melaporkan hal - hal berikut :
1. Pengaruh kas dalam operasi perusahaan selama suatu periode
2. Aktivitas transaksi investasi
3. Aktivitas transaksi pembiayaan
4. Pertambahan atau pengurangan bersih dalam kas selama periode
    tertentu.

G. Metode Arus Kas
               Perusahaan harus melaporkan arus kas dari aktivitas operasi dengan menggunakan salah satu dari 2 metode berikut :
a. Metode Langsung
            Metode langsung tidak dimulai dari laba bersih, tetapi memerlukan analisis penerimaan dan pembayaran kas untuk setiap aktivitas utama. Karena pencatatan informasi akuntansi biasanya mencerminkan dasar akrual, konversi akun misalnya Penjualan ( sales) dari dasar akrual ke dasar kas biasanya dibutuhkan.
            Bila digunakan metode langsung maka dalam pelaporan arus kas dari aktivitas operasi maka penerimaan kas bruto, pengeluaran kas bruto diungkapkan sendiri – sendiri kemudian digabungkan sehingga diperoleh arus kas bersih dari operasi. Perusahaan melaporkan arus kas dari aktivitas operasi dengan metode langsung, karena akan dapat memberikan informasi yang berguna dalam mengestimasi arus kas masa depan, dan mudah dipahami oleh pemakai yang kurang menguasai atau tidak mempunyai latar belakang pendidikan akuntansi. Informasi penerimaan kas bruto dan pengeluaran kas bruto dapat diketahui baik melalui :
1.Catatan akuntansi perusahaan
2.Dengan menyesuaikan penjualan, harga pokok penjualan, dan                 pos – pos lain dalam laporan rugi – laba untuk : Perubahan persediaan, piutang usaha, dan utang usaha selama periode berjalan, dan pos lain yang berkaitan dengan arus kas investasi dan pendanaan maupun pos bukan kas lainnya.
b. Metode tidak langsung
Dengan metode tidak langsung, laba atau rugi bersih disesuaikan dengan mengoreksi pengaruh dari transaksi bukan kas, penagguhan atau actual dari penerimaan atau pembayaran kas untuk operasi di masa lalu atau masa depan, dan unsur pendapatan atau biaya yang berkaitan dengan arus kas aktivitas investasi atau pendanaan. Ada tiga dasar penyesuaian antara lain :
1.Pendapatan dan beban yang bukan merupakan arus kas masuk dan kas keluar (cash in flow dan cash out flow) misalnya penyusutan aktiva tetap berwujud dan amortisasi  aktiva tetap tidak berwujud.
2. Keuntungan dan kerugian
3. Konversi aktiva operasi lancar dan kewajiban lancar dari dasar accrual basis ke dasar cash basis

I. Kerangaka Pikir
            Perusahaan PT. Sagita Utama Lestari Makassar merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang Kontraktor,yang mana pada  perusahaan ini dalam setiap periode akuntansi yang biasanya setiap akhir tahun akan membuat laporan keuangan yang terdiri dari neraca dan laporan rugi/ laba. Pada laporan Neraca ini kita akan dapat melihat keadaan aktiva (harta), Passiva (hutang), dan Modal perusahaan,sedangkan pada laporan rugi – laba kita dapat mengetahui besarnya pendapatan yang diterima dan biaya - biaya yang dikeluarkan sehingga menghasilkan laba atau rugi  perusahaan.
            Dari kedua laporan ini kita akan melakukan analisis bagaimana sumber dan penggunaan kas yang ada diperusahaan.Untuk itu kita akan menggunakan alat analisis berupa Arus kas (cash flow).Dari analisis ini kita dapat mengetahui sumber kas dan penggunaan kas itu yaitu penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan dalam hal ini arus kas masuk dan keluar.
            Untuk dapat mengoptimalkan laba suatu perusahaan untuk masa yang akan datang maka diperlukan perencanaan kas  yang baik terhadap penerimaan kas dan penggunaan kas yang seefisien mungkin dan diperlukan adanya suatu pengendalian kas terhadap pengeluaran yang akan digunakan guna mencapai suatu tujuan yang diinginkan   
Adapun kerangka pikir yang telah diuraikan dapat digambarkan dalam bagan alur sebagai berikut :







Bagan Alur Kerangka Pikir
 














C. Hipotesis
            Berdasarkan masalah pokok  yang dikemukakan sebelumnya diduga  bahwa Arus kas (cash flow) berpengaruh terhadap perencanaan dan pengendalian kas




BAB III
METODE PENELITIAN

A. Tempat  dan Waktu Penelitian
            Penelitian dilaksanakan di Kantor PT. Sagita Utama Lestari Makassar Jl. A. P. Pettarani Ruko New Zamrud Blok E. 20  MakassarWaktu Penelitian selama 2 ( dua) bulan terhitung mulai November 2007 sampai Januari 2008.

B. Metode Pengumpulan Data
               Dalam hal ini penulis memperoleh data dengan 2 (dua) macam yaitu :
  1. Penelitian Pustaka ( library research) yaitu penulis membaca buku
buku atau literatur – literatur yang erat hubungannya dengan objek penelitian sehingga dapat memberikan informasi yang lebih mendalam terhadap objek yang sedang diteliti.
  1. Penelitian Lapang ( field research ) yaitu kegiatan penelitian lapangan dimana penulis mencari data yang menjadi objek penelitian ,yaitu melakukan pengamatan setempat dan wawancara langsung dengan pimpinan serta beberapa karyawan perusahaan dan mengumpulkan data berupa laporan – laporan  yang disajikan dan menggunakan informasi yang diperlukan serta utamanya laporan keuangan.

C. Jenis dan Sumber Data
    1. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
  1. Data kualitatif Adalah : data yang diperoleh dari instansi dalam  bentuk informasi baik secara  lisan maupun tulisan.
  2. Data kuantitatif adalah : data – data yang diperoleh dari perusahaan  dalam bentuk angka atau bilangan,baik yang diperoleh darai hasil pengukuran maupun dengan jalan mengubah data kualitatif menjadi  kuantitatif.
    2. Sumber data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah :
a.    Data Primer yaitu data yang diperoleh langsung dari perusahaan melelui observasi dan wawancara tentang hal–hal yang berhubungan dengan materi penelitian.
b.    Data Sekunder yaitu data yang melengkapi dan menunjang hasil penelitian yang bersumber dari perusahaan baik berupa laporan-   laporan dan dokumen – dokumen yang berhubungan dengan materi penelitian

D. Defenisi Operasional
            Adapun definisi Operasional yang dikemukakan sebagai berikut :
  1. Laporan neraca  digunakan untuk mengetahui sumber arus kas     (cash flow) yang digunakan oleh perusahaan, yang mana di dalam neraca tampak sumber dan penggunaan kas yaitu terhadap pos aktiva dan passiva perusahaan.
  2.  Demikian juga pada rugi laba yang tampak adalah pada  hasil penjualan dan beban – beban operasi perusahaan. Dalam artian laporan keuangan bertujuan untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan darimana sumber dan untuk apa penggunaanya.
  3. Analisis arus kas (cash flow) merupakan hal yang dianggap sangat penting bagi suatu perusahaan yang mana  akan memperlihatkan dari mana dan kemana dana tersebut diperoleh, dibelanjakan atau dipergunakan agar kegiatan finansial perusahaan dapat terus berjalan dengan baik .Disamping itu untuk mengetahui kondisi kas serta sebab – sebab terjadinya perubahan kas pada suatu periode tertentu dan sebagai dasar dalam menaksir kebutuhan kas dimasa mendatang dan kemungkinan sumber – sumber yang ada atau dapat digunakan sebagai dasar perencanaan dan peramalan kebutuhan kas atau cash flow dimasa yang akan datang.

E. Metode Analisis
            Adapun metode analisis yang digunakan adalah :
1. Analisis deskriptif digunakan untuk menjelaskan arus kas yang   pengaruhnya terhadap perencanaan dan pengendalian kas pada PT    Sagita Utama Lestari.
2. Analisis sumber dan penggunaan  kas  dimaksudkan untuk mengetahui dari mana sumber kas diperoleh dan untuk apa penggunaan kas tersebut, serta untuk mengetahui apakah arus kas (cash flow) dapat dijadikan sebagai alat perencanaan dan pengendalian kas dalam aktivitas operasi perusahaan.


DAFTAR PUSTAKA

Zaki Baridwan,2000, Intermediate Accounting, Edisi kesembilan, BFEE
            Yogyakarta
Safyan Syafri Harahap,2002 Analisa Kritis Atas Laporan Keuangan,
 PT. Grafindo Persada, Jakarta 2002
Indriyono Gitosudarmo dan Basri,2002 Manajemen Keuangan,cetakan
           pertama, edisi keempat, BFEE Yogyakarta                          
S. Munawir, 2004, Analisa laporan Keuangan,Penerbit Liberty, Edisi
            ketujuh, Yogyakarta 2004
Iman Santoso, 2007, Intermediate Accounting,cetakan pertama, PT.
Refika Aditama,2007
Harnanto, 2002, Analisis Laporan Keuangan, Percetakan AMP-YKPN,
 Jakarta 2002
Bambang Riyanto, 2001, Dasar – Dasar Pembelanjaan Perusahaan,
Yayasan badan Penerbit Gajah Mada, 2001
Hani Handoko, 1999, Manajemen, BFEE UGM, Yogyakarta,1999
Bambang Kusriyanto dan Suwarjoyo,2000, Teknik Manajemen
Keuangan, seri Manajemen No. 85, PT. Pustaka Binaman Pressindo, Jakarta ,2000
R.A.Supriyono,1999, Akuntansi Manajemen I, cetakan kelima BEEF-
UGM, Yogyakarta,2000
George R. Terry,2006, Asas – asas manajemen, Alumni Bandung,2006

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar