Sabtu, 26 Januari 2013

ARTIKEL INTERNATIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARD

Bank Indonesia (BI) telah menetapkan kebijakan International Financial Reporting Standards (IFRS) Indonesia atau biasa disebut sebagai PSAK 50/55. Ini merupakan salah satu persyaratan yang ditetapkan oleh BI pada 2010 nanti, untuk mengikuti standar Accounting Standars (IAS) 32/39.
Salah satu bank yang telah mematuhinya adalah Bank Central Asia (BCA). Anabatic Technologies, salah satu penyedia sosuli IT di Indonesia, kemarin (25/11) mengumumkan bahwa BCA telah memilih solusi FinArch Financial Studio untuk kebijakan IFRS tersebut.
Anabatic Technologies bersama dengan FinArch akan mengimplementasikan solusi berbasis modular serta menangani PSAK 50/55 dimulai dengan transaksi, membuat cash flow, memperhitungkan estimasi IFRS, melakukan posting dan multi-GAAP general ledger. Financial Studio memiliki solusi menyeluruh di pasar, mulai dari transaksi sampai dengan laporan yang berkaitan dengan peraturan.
Handojo Sutjipto, Managing Director Anabatic Technologies mengungkapkan bahwa pihaknya berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh BCA untuk bersama-sama dengan FinArch melakukan implementasi solusi PSAK 50&55.
“Anabatic Technologies terus berupaya mengembangkan solusi yang didukung world best practices untuk mendorong perusahaan-perusahaan termasuk industri perbankan di Indonesia menjadi lebih inovatif dan berdaya-saing tinggi," ujar Handojo.
Solusi FinArch IFRS, bagian dari jajaran produk di Financial Studio adalah solusi berbasis modular dan terintegrasi yang dapat memberikan definisi dan trigger dari setiap aktifitas perbankan yang umum. Produk ini juga mengaitkan template akunting IFRS untuk setiap aktifitas bisnis yang telah teridentifikasi, full multi-GAAP processing to respond to local, head office dan IFRS books.
Solusi ini juga melakukan penjelajahan audit yang lengkap untuk mempermudah pencarian kembali dari IFRS balance ke aktifitas posting awal, dan pelaporan FinRep yang terintegrasi. Roy Marsh, VP Asia Pacific FinArch menyatakan bahwa pihaknya dan Anabatic Technologies sangat antusias menginformasikan bahwa BCA merupakan pelanggan pertama mereka di Indonesia.
“Dengan telah di validasinya template IAS/IFRS oleh Ernst & Young pada awal tahun ini dan BCA telah ditambahkan dalam daftar kami sebagai pelanggan IFRS, FinArch telah dengan jelas mengukuhkan posisinya dalam pasar sebagai partner IAS/IFRS yang mempunyai kapabilitas tinggi dan dipercaya,” jelasnya.
Marsh juga menambahkan, pihaknya terus mencari peluang untuk memperluas jumlah pelanggan FinArch di Indonesia dimana bank-bank juga harus mulai merespon terhadap deadline untuk memenuhi kebijakan PSAK 50/55 pada tahun 2010 nanti. 
Template akutansi Financial Studio dikelompokan berdasarkan jajaran produk yang logis yang memfasilitasi implementasi yang terstruktur dan teratur. Template akutansi tersedia untuk semua produk fixed income, treasury, equities, dan non-fixed income, derivatives, loans, deposit, mutual fund, dan fee business. Lebih lengkap lagi, Financial Studio juga mendukung aktifitas yang tidak berhubungan dengan perbankan, seperti bangunan dan fasilitasnya serta sumber daya manusia.
Sumber : teknopreneur.com(di download tgl 3Nov 2012 22:25)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar