Sabtu, 13 Agustus 2011

LAPORAN KULIAH KERJA LAPANG (PROGRAM STUDI BANDING) ANGKATAN XXII / 2010 PT. TELKOM INDONESIA.Tbk, BANDUNG ( R & D Center)

BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang.
Sekarang ini, globalisasi menjadi hal yang tidak dapat terelakkan dalam kehidupan. Globalisasi telah menjadi hal yang memberikan pengaruh luar biasa pada sapek kehidupan masyarakat. Seiring dengan hal tersebut maka percepatan perkembangan di era globalisasi akan berdampak pada laju pertumbuhan perekonomian yang semakin tinggi. Hal ini berpengaruh terhadap persaingan perusahaan-perusahaan yang menjadi indicator laju pertumbuhan ekonomi.
Agar usaha yang dijalankan dapat bererkembang, setiap perusahaan harus mampu meningkatkan kualitas dan kemampuan setiap karyawan. Itu semua memerlukan kemampuan sumber daya manusia yang dapat diandalkan, yang memiliki wawasan, kreatifitas, pengetahuan, dan visi yang sama dengan visi perusahaan. Setiap orang dalam perusahaan dapat menjadi pemimpin ( Leadership for everyone). Oleh sebab itu, peningkatan terus-menerus kemampuan dan keahlian karyawan merupakan kebutuhan yang tidak bisa lagi dielakkan. Dengan demikian, pelatihan dan pengembangan telah menjadi bagian dari kebutuhan tersebut. Pelatihan dan pengembangan merupakan bagian human investment.
PT. Telkom Indonesia R&D Center di Bandung sebagai perusahaan yang go publik dan merupakan salah satu perusahaan milik negara memiliki cabang di seluruh Indonesia, di hadapkan dengan persaingan bisnis dalam layanan telekomunikasi dengan sejumlah perusahaan telekomunikasi lainnya. Untuk menghadapi persaingan di era globalisasi maka PT.Telkom Indonesia harus menciptakan terobosan-terobosan baru agar meningkatkan produktifitas perusahaan secara keseluruhan.
Suatu kegiatan usaha (bisnis) yang dijalankan oleh suatu perusahaan, tentulah memiliki beberapa tujuan yang ingin dicapai. Dalam hal ini, dimana R & D Center yang merupakan bagian dari PT.Telkom Indonesia merupakan salah satu perusahaan BUMN yang termasuk dalam sektor publik di Indonesia. Agar tujuan yang ingin dicapai oleh PT.Telkom (R & D center) dapat tercapai, manajemen perusahaan harus memiliki sumber daya manusia yang mumpuni. Di samping itu, manajemen juga harus mampu mengawasi dan mengendalikan kegiatan usaha yang dijalankannya.
B. Rumusan Masalah.
Berdasarkan uraian tersebut, maka masalah yang ada di akan dibahas pada laporan ini adalah :
“ Bagaimana upaya pengembangan SDM pada PT.Telkom Indonesia di bidang R & D Center, Bandung ? ”.

C. Tujuan Kegiatan.
Tujuan dari laporan Kuliah Kerja Lapang Plus (KKLP) ini yaitu :
1.    untuk mengetahui upaya pengembangan SDM pada PT.Telkom Indonesia (R & D Center) di Bandung tiap periode dari tahun 2007 - 2008
2.    Untuk mengetahui sejauh mana tingkat kinerja SDM pada PT.Telkom Indonesia (R & D Center) di Bandung.
D.   Manfaat Kegiatan
Manfaat yang ingin dicapai dari di laksanakannya KKLP program Study Banding yaitu, untuk memenuhi tuntutan mata kuliah serta dapat menjadi acuan dalam penyusunan laporan sekaligus memberikan peluang para peserta program study banding agar dapat melihat secara langsung  bagaimana Proses produksi, Pemasaran, laporan keuangan dan pengembangan SDM yang dimiliki oleh PT.Telkom Indonesia R & D Center, Bandung.
E.   Waktu dan tempat pelaksanaan
Kunjungan studi banding dilaksanakan di tiga perusahaan yaitu PT. Mustika Ratu,tbk (Jakarta), , PT.Telkom Indonesia R&D Center, (Bandung) dan PT. Smesco Indonesia (Jakarta) di mulai pada saat pelaksanaan Kuliah Kerja Lapang (KKLP) yakni  tanggal 28 Oktober 2010 tepatnya hari kamis jam 09.00-12.00 WIB.
Namun demikian, kami dari kelompok III.C focus membahas masalah yang ada di PT.Telkom Indonesia R&D Center, Bandung. Persiapan Kunjungan ke PT.Telkom Indonesia R&D Center Bandung dalam rangka pelaksanaan penelitian secara langsung guna mendapatkan data dan informasi lengkap sesuai dengan kebutuhan terhadap penyusunan laporan.





BAB II
KERANGKA TEORI
A.   Pengertian Sumber Daya Manusia
Suatu hal yang sangat penting dalam upaya mencapai tujuan organisasi atau perusahaan adalah sumber daya manusia yang dimiliki.
Perusahaan sekarang ini tidak lagi berada pada lingkungan bisnis yang stabil, melainkan pada perubahan lingkungan bisnis yang sukar di prediksi. Karena itu, perusahaan tidak lagi bersikap kaku ( organizational rigidity). Perusahaan harus fleksibel. Perusahaan besar sekalipun, tidak bisa lagi bersaing hanya dengan mengandalkan size dan skala yang dimiliki, tetapi juga harus responsive terhadap perubahan. Proses bisnis tidak lagi di jalankan berdasarkan aturan dan hierarki, melainkan dikendalikan oleh visi dan nilai. Itu semua memerlukan kemampuan sumber daya manusia yang dapat diandalkan, yang memiliki wawasan, kreatifitas, pengetahuan, dan visi yang sama dengan visi perusahaan. Setiap orang dalam perusahaan dapat menjadi pemimpin ( Leadership for everyone). Oleh sebab itu, peningkatan terus-menerus kemampuan dan keahlian karyawan merupakan kebutuhan yang tidak bisa lagi di elakkan. Dengan demikian, pelatihan dan pengembangan telah menjadi bagian dari kebutuhan tersebut. Pelatihan dan pengembangan merupakan bagian human investment.
Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia
      Sumbar daya manusia merupakan salah satu factor yang sangat penting dalam suatu perusahaan di samping factor lain seperti modal. Oleh karena itu, SDM harus dikelola dengan baik untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi organisasi.
                       Sumber daya manusia merupakan elemen utama organisasi dibandingkan dengan elemen sumberdaya yang lain seperti modal, teknologi, dan uang, sebab manusia itu sendiri yang mengendalikan yang lain. Manajemen sumber daya manusia merupakan program aktivitas untuk mendapatkan sumberdaya manusia, mengembangkan, memelihara dan mendayagunakan untuk mendukung organisasi mencapai tujuannya. Menurut Mulia Nasution (1996 : 1) mengemukakan bahwa  “Manajemen adalah aktivitas perencanaan pengorganisasian, pengarahan dan pengkoordinasian dengan mempergunakan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya. Menurut Tohardi (2002 : 12) mengemukakan bahwa “ Manajemen sumber daya manusia adalah segala potensi yang ada pada manusia baik berupa akal pikiran, tenaga, keterampilan, emosi, dan sebagainya yang dapat di gunakan baik untuk dirinya sendiri maupun untuk organisasi atau perusahaan”.                       Pengertian Manajemen personalia menurut Flippo (1996 : 5 )Bahwa “ Manajemen personalia adalah perencanaan, pengorganisasian pengarahan dan pengawasan kegiatan-kegiatan pengadaan, pengembangan, pemberian kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan dan pelepasan sumberdaya manusia agar tercapai berbagai tujuan individu, organisasi dan masyarakat.

B.   PENGERTIAN PEMASARAN
         Pemasaran adalah salah satu dari kegiatan – kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, untuk berkembang, dan mendapatkan laba.
         Defenisi yang paling luas yang dapat menerangkan secara jelas arti pentingnya pemasaran dikemukakan oleh Wililam J. Stanton sebagai berikut :
         Pemasaran adalah suatu system keseluruhan dari kegiatan kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.
         Dari definisi di atas dapatlah diterangkan bahwa arti pemasaran adalah jauh lebih luas dari pada arti penjulan. Pemasaran mencakup usaha perusahaan yang dimulai dengan mengindentifisir kebutuhan konsumen yang perlu dipuaskan, menentukan produk yang hendak diproduksi, menetukan harga produk yang sesuai, menetukan cara cara promosi dan penyaluran / penjualan produk tersebut.

         Manajemen pemasaran adalah penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program program yang bertujuan menimbulkan pertukaran dengan pasar yang dituju dengan maksud untuk mencapai tujuan perusahaan.
         Jadi, manajemen pemasaran dirumuskan sebagai suatu proses manajemen, yang meliputi penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan. Kegiatan ini bertujuan menimbulkan pertukaran  yang diinginkan, baik yang menyangkut barang dan jasa, atau benda benda lain yang dapat memenuhi kebutuhan psikologis, social, dan kebudayaan.
                       
KONSEP PEMASARAN DAN ORIENTASI PADA KONSUMEN
         Perusahaan yang sudah mulai mengenal bahwa pemasaran merupakan faktor penting untuk mencapai sukses usahanya, akan mengetahui adanya cara dan falsafah baru yang terlibat di dalamnya. Cara dan falsafah baru ini disebut konsep pemasaran (marketing concept ). Perusahaan itu harus merumuskan dan menyusun suatu kombinasi dari kebijaksanaan produk, harga,  promosi dan distribusi. Jadi secara definitif dapat dikatakan bahwa :
         Konsep pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan social bagi kelangsungan hidup perusahaan.
C.   PENGERTIAN KEUANGAN
Laporan keuangan perusahaan pada dasarnya merupakan perhitungan ratio-ratio untuk memulai keadaan keuangan perusahaan di masa lalu, saat ini, dan kemungkinannya di masa depan.
Ada beberapa cara yang dapat digunakan di dalam menganalisa keadaan keuangan perusahaan, tetapi analisa dengan menggunakan ratio merupakan hal yang sangat umum dilakukan di mana hasilnya akan memberikan pengukuran relative dari operasi perusahaan.
Data pokok sebagai input dalam analisa ratio ini adalah laporan rugi laba dan neraca perusahaan. Dengan kedua laporan ini akan dapat ditentukan sejumlah ratio dan selanjutnya ratio ini dapat digunakan untuk menilai beberapa aspek tertentu dari operasi perusahaan.
C. I. PENGERTIAN LAPORAN KEUANGAN
Dalam prakteknya laporan keuangan oleh perusahaan tidak dibuat secara serampangan, tetapi harus dibuat dan di susun sesuai dengan aturan atau standar yang berlaku. Hal ini perlu dilakukan agar laporan keuangan mudah di baca dan dimengerti. Laporan keuangan yg disajikan perusahaan sangat penting bagi manajemen dan pemilik perusahaan. Di samping itu, banyak pihak yg memerlukan dan berkepentingan terhadap laporan keuangan yg di buat perusahaan, seperti pemerintah, kreditor, investor, maupun para supplier.
Dalam pengertian yang sederhana, laporan keuangan adalah laporan yg menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu.
PERANAN DAN LINGKUNGAN MANAJEMEN KEUANGAN.
Beberapa permasalahan mendasar yang akan dijawab pada awal pembahasan tentang manajeman keuangan adalah; apakah manajeman keuangan itu, bagaimana sifat dasar dan tujuan perusahaan, kerangka dasar keputusan dalam manajemen keuangan.
Hal lain yang juga dibahas dalam bagian pendahuluan berkaitan dengan persoalan apakah tujuan maksimalisasi laba perusahaan ataukah tujuan maksimalisasi nilai perusahaan, dan bagaimana perkembangan manajemen keuangan dalam menjawab dinamika perusaha=an dan dinamika bisnis serta perekonomian pada umumnya.
Sebagai bagian dari manajemen terapan, manajemen keuangan berkaitan dengan bagaimana pendapatan dan pengelolaan asset agar sejalan dengan tujuan perusahaan yaitu meningkatkan penghasilan pemilik perusahaan. Asset perusahaan atau dana dapat berasal dari dalam perusahaan dan juga berasal dari luar perusahaan. Peran manajeman keuangan tidaklah terbatas pada persoalan bagaimana mendapatkan dana, namun juga mencakup permasalahan bagaimana mengalokasikan dan mendistribusikan asset secara tepat pada berbagai alternative investasi. Pada akhirnya peran manajemen keuangan berkaitan dengan permasalahan penentuan persentase pendapatan yang dibagikan kepada pamegang saham dan beberapa besar yang ditahan dalam perusahaan, stabilitas deviden, stock deviden, maupun pembelian kunci saham.
C. II. KEPUTUSAN DALAM MANAJEMEN KEUANGAN.
Berdasarkan peranan dan lingkup manajemen keuangan, maka manajeman keuangan  dapat dinyatakan sebagai kombinasi seni dan ilmu dalam upaya perolehan dan pendistribusian dana, yang berarti terkait dengan pengambilan keputusan keuangan. Keputusan dimaksud meliputi :
a.    Keputusan Investasi
Keputusan investasi berkaitan dengan akuisisi dan deposisi aktiva yang dimiliki perusahaan, oleh karena itu tidak sekedar menyangkut analisa kemampuan menciptakan laba (profitabilitas) tetapi juga penentuan besar (size) perusahaan serta tingkat pertumbuhan.

b.    Keputusan Belanja
Keputusan pembelanjaan berhubungan dengan persoalan bagaimana kebutuhan dana untuk keperluan investasi tersebut dipenuhi, berasal dari sumber mana termasuk berapa jumlah. Beragam alternatif sumber dana tersedia, yang masing – masing memiliki ciri khas tertentu baik menyangkut beban maupun resiko serta persyaratan lain yang diminta para pemodal.
c.    Keputusan Deviden
Keputusan ini menyangkut penentuan persentase laba yang dibagikan kepada para pemegang saham dan beberapa persen yang ditahan, stabilitas deviden, stock deviden, dan pembelian kembali saham. Persentase pendapatan yang akan dibagikan kepada pemegang saham sebagai cash dividend disebut “dividend payout ratio”. Makin tinggi dividend payout ratio berarti makin besar cash dividendnya, namun makin kecil laba yang dapat ditahan, dan sebagai akibatnya menghambat tingkat pertumbuhan modal sendiri, selain itu nilai dividend bagi para investor harus terimbangi oleh oportunity  cost dari kehilangan laba ditahan perusahaan sebagai pembelanjaan modal sendiri (equity).
C.III. ANTARA MAKSIMALISASI LABA DENGAN MAKSIMALISASI KEKAYAAN.
Dengan teridentifikasi ketiga keputusan utama diatas selanjutnya bagaimana sebenarnya keputusan tersebut diambil. Untuk menyikapi permasalahan tersebut maka perlu dipahami 2 hal sebagai kerangka dasar keputusan manajemen keuangan yang meliputi :
a.    Tujuan Perusahaan
Manajemen keuangan sebagai bagian integral dari keseluruhan proses dan fungsi manajemen dalam suatu perusahaan. Filsafah manajemen dan bisnis modern mengatakan bahwa pengambilan keputusan yang rational – efektif dapat dicapai apabila kita telah dapat mengintegrasikan berbagai sumber yang tersedia diatas tujuan yang jelas. Dengan demikian penetapan tujuan yang jelas dan tepat merupakan aktifitas yang tidak dapat di abaikan begitu saja.
Secara umum perusahaan merupakan organisasi yang aktifitasnya bertujuan mendapatkan dan memaksimalkan laba. Tujuan maksimalisasi laba merupakan pernyataan yang paling  mudah dipahami mengingat laba dimaksud merupakan kelebihan pendapatan operasi.
Semantara tujuan maksimalisasi kekayaan (wealth) perusahaan yang ingin di capai perusahaan tidak lain merupakan maksimalisasi nilai perusahaan  bagi para pemegang saham. Nilai perusahaan merupakan nilai sekarang perusahaan terhadap prospek masa depan pengambilan investasi. Selain itu perkembangan ekonomi dan bisnis dewasa ini yang telah menempatkan pasar modal sebagai alternative pendanaan membuka peluang perusahaan untuk menjual belikan saham pada masyarakat luas.
D. PENGERTIAN PRODUKSI
Produksi, diartikan sebagai kegiatan yang  dapat menimbulkan tambahan manfaat atau penciptaan faedah baru. Faedah  atau manfaat ini dapat terdiri dari beberapa macam,misalnya faedah bentuk, faedah waktu, faedah tempat serta kombinasi dari faedah –faedah tersebut diatas. Apabila terdapat suatu kegiatan yang dapat menimbulkan manfaat baru, atau mengadakan penambahan dari manfaat yang sudah ada, maka kegiatan tersebut akan disebut sebagai kegiatan produksi.
Perusahaan, sebagai suatu organisasi produksi ,yang memproduksikan sebagian barang atau jasa tertentu, yang mempunyai beberapa fungsi yang dikoordinir , serta tujuan ekonomisnya tergantung kepada perbandingan kekuasaan yang ada dalam perusahaan tersebut, jelas-jelas sangat memerlukan fungsi produksi ini. Sehingga pada perkembangannya kemudian, produksi dalam perusahaan bukanlah semata-mata hanya berfikir  tentang  penambahan manfaat dari perubahan bentuk., penambahan manfaat tempat  atau penambahan faedah waktu dan lain sebagainya, melainkan apakah dengan proses perubahan bentuk yang dilaksanakan oleh perusahaan, ataupun dengan penambahan  faedah-faedah  yang lain yang telah dilaksanakan oleh perusahaan tersebut perusahaan sudah dapat memberikan kepuasan yang semaksimal mungkin kepada para konsumen.
Sesuai dengan perkembangan yang ada,maka masyarakat konsumen dari produk ( dan jasa ) perusahaan ini akan semakin kritis untuk mengadakan pertimbangan – pertimbangan tertentu terhadap produk ( dan jasa ) yang diperlukannya. Didukung oleh perkembangan teknologi serta perkembanagn keadaan perekonomian pada umumnya, maka pada dewasa ini banyak bermunculan beberapa perusahaan yang baru yang mempergunakan tingkat teknologi yang lebih baik, sehingga dapat menyediakan berbagai macam produk,jasa serta pelayanan yang lebih menarik apabila diperbandingkan  dengan perusahaan-perusahaan yang sudah ada tersebut. Sejalan dengan perkembangan teknologi yang dapat diperoleh dan dipergunakan oleh masing-masing perusahaan tersebut, serta banyaknya bermunculan perusahaan-perusahaan yang baru, akan menyebabkan persaingan dari penjualan  produk  perusahaan –perusahaan sejenis menjadi semakin tajam. Keadaan tersebut akan mendorong perusahaan-perusahaan  yang terlibat dalam persaingan penjualan produk yang sama tersebut untuk dapat menekan harga jual produk perusahaan menjadi serendah-rendahnya, sehingga para konsumen dapat diharapkan untuk membeli produk dari perusahaan yang bersangkutan tersebut. Namun demikian, harga jual perusahaan ini tentunya tidak mungkin akan lebih apabila diperbandingkan dengan harga pokok penjualan dari produk yang terjual oleh perusahaan tersebut, apabila di bawah harga pokok produksinya. Jika harga pokok produksi dalam perusahaan yang bersangkutan berada dalam  tingkat yang cukup tinggi bila diperbandingkan dengan perusahaan-perusahaan sejenis yang lain,maka untuk dapat menyusun harga pokok penjualan yang cukup bersaing dengan perusahaan sejenis nampaknya merupakan  hal yang sangat susah untuk dilaksanakan.
Efesiensi dan efektivitas pelaksanaan proses produksi ini tidak akan dapat terlaksana tanpa adanya pengetahuan dan bekal tentang manajemen produksi yang cukup dalam perusahaan yang  bersangkutan. Didalam keadaan semacam ini, arti dan peranan manajemen produksi dalam suatu perusahaan akan mulai dirasakan. Oleh karena itulah maka manajemen produksi yang dikembangkan sekarang ini justru mengarah kepada adanya bebera penghematan biaya produksi yang dapat dilaksanakan, penentuan tingkat produksi yang optimum dan bukan maksimum, pemanfaatan teknologi baru yang cocok bagi perusahaan yang bersangkutan dan yang lain sebagainya.
Untuk melaksanakan manajemen produksi dalam perusahaan,maka manajemen perusahaan yang bersangkutan tersebut tidak akan dapat untuk melepaskan diri dari persoalan –persoalan yang selalu bermunculan di dalam pelaksanaan proses produksi tersebut. Secara umum berbagai macam persoalan-persoalan yang timbul dalam pelaksanaan proses produksi sehubungan dengan  dilaksanakannya kegiatan produksi dalam suatu perusahaan tersebut dapat dikelompokan menjadi dua bagian besar. Bagian yang pertama adalah persoalan-persoalan yang akan timbul di dalam penyusunan disain dari sistim produksi yang akan dipergunakan  dalam perusahaan yang bersangkutan, sedangkan persoalan-persoalan yang termasuk dalam bagian kedua adalah masalah yang timbul karena adanya kegiatan operasi produksi dalam perusahaan yang bersangkutan. Di dalam hal ini, yang dimaksudkan dengan system produksi dalam perusahaan tersebut bukanlah terbatas kepada fasilitas-fasilitas fisik saja.
Atas dasar wujud dari proses produksi yang dilaksanakan dalam masing –masing perusahaan yang ada,maka proses produksi tersebut akan dapat dibagi menjadi beberapa jenis,yaitu sebagai berikut.
a.    Proses Produksi Kimiawi
Merupakan suatu proses yang menitikberatkan kepada adanya proses analisa atau sintesa serta senyawa kimia.              
b.     Proses Produksi Perubahan Bentuk
Merupakan proses produksi dimana dalam pelaksanaan proses proses produksi tersebut menitikberatkan kepada adanya perubahan bentuk dari masukan ( input ) menjadi keluaran (output).
c.    Proses Produksi Assembling
Merupakan suatu proses produksi yang di dalam pelaksnaan proses produksinya akan lebih mengutamakan kepada proses penggabungan ( penggabungan ) dari  komponen-komponen produk dalam perusahaan yang bersangkutan.
d.    Proses Produksi Transportasi
Merupakan suatu proses produksi dengan jalan menciptakan jasa pemindahan tempat dari barang ataupun manusia/ orang.
e.    Proses Produksi Penciptaan Jasa Administrasi
Merupakan suatu proses produksi yang memberikan jasa administrasi kepada perusahaan-perusahaan yang lain yang memerlukannya.
Dimaksudkan dengan arus proses produksi dalam hal ini adalah aliran proses produksi dari bahan baku sampai dengan menjadi produk akhir dalam perusahaan yang bersangkutan. Proses produksi dengan urutan proses yang sama ini pada umumnya sering disebut dengan proses produksi terus-menerus sedangkan proses produksi dengan urutan yang tidak selalu sama seringkali disebut dengan proses produksi terputus-putus.
Untuk menenentukan apakah suatu perusahaan mempergunakan proses produksi terus  menerus ataukah proses produksi terputus-putus bukanlah dilihat dari produk yang dihasilkannya,melainkan kepada pelaksanaan dari proses produksi  yang ada dalam perusahaan yang bersangkutan. Perbedaan antara proses produksi dari perusahaan yang pertama dan kedua tersebut adalah terletak dalam pelakasanaan proses produksinya. Perusahaan yang pertama akan mempunyai urutan yang pasti dan tidak berubah-ubah dalam pelaksanaan proses produksinya. Perusahaan yang pertama akan mempunyai urutan yang pasti dan tidak berubah –ubah dalam pelaksanaan proses produksinya,meskipun terdapat beberapa jenis produk dalam perusahaannya.
E.   Pelayanan
Pelayanan adalah suatau kegiatan atau urutan kegiatan yang terjadi dalam interaksi langsung antara seseorang dengan orang lain atau mesin secara fisik, dan menyediakan kepuasan pelanggan. Dalam kamus besar bahasa Indonesia dijelaskan pelayanan sebagai usaha melayani kebutuhan orang lain. Sedangkan melayani dalah membantu menyiapkan (merumuskan) apa yang diperlukan seseorang. Kep. MenPan No.81/93 menyatakan baha pelayanan umum adalah segala bentuk pelayanan yang diberikan oleh pemerinta pusat/daerah, BUMN/BUMD, dalam rangka pemenuhan kebutuhan masayrakat, dan atau peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Servis berasal dari orang-orang bukan dari perusahan. Tampa memberikan nilai pada diri sendiri, tidak akan mempunyai arti apa-apa. Demikian halnya pada organisasi atau perusahan yang secara esensial merupakan kumpulan orang-orang. Oleh karena itu, harga diri yang tinggi adalah unsur yang paling mendasar bagi keberhasilan organisasi yang menyediakan jasa pelayanan yang berkualitas.
Kata kualitas memiliki banyak definisi yang berbeda dan bervariasi mulai dari yang konvensional hingga yang lebih strategis. Defnisi konvensional dari kualitas biasanya menggambarkan karakteristik suatu produk seperti : kinerja (performance), keandalan (reliabilitiy), mudah dalam penggunaan (easy of use), estetika (esthetics), dan sebagainya.
Sedangakan dalam definisi strategis  dinyatakan bahwa kualitas adalah segala sesuatu yang mampu memenuhi keinginan dan kebutuhan pelanggan (meetingkan the needs of customers).
Berdasarkan pengertian kualitas , baik yang konvensional maupun yang lebih strategis dinyatakan bahwa kualitas adalah segala sesuatu yang mampu memenuhi keinginan dan kebutuhan pelanggan (meeting the needs of customers).
Berdasarkan pengetrian kualitas , baik yang konvensional maupun yang lebih strategis oleh Gaspersz (1997) dinyatakan bahwa pada dasar kualitas mengacu kepada pengertian pokok yaitu kualitas terdiri dari jumlah keistimewaan produk, baik keistimewaan langsung, maupun keistimewaan atraktif yang memenuhi keinginan pelanggan dan dengan demikian memberikan kepuasan atas penggunaan produk. Kualitas terdiri dari segala sesuatu yang bebas dari kekurangan atau kerusakan.
Ada beberapa pengertian tentang Pelayanan, antara lain :
Pelayanan merupakan serangkaian kegiatan, karena itu pelayanan juga merupakan suatu proses. Sebagai proses, pelayanan berlangsung secara rutin dan berkesinambungan yang meliputi seluruh kehidupan orang dalam masyarakat (Munir, 2000; 17). Yang dimaksud pelayan umum adalah setiap kegiatan yang dilakukan oleh pihak lain yang ditujukan guna memenuhi kepentingan orang banyak. Menurut Ahmad Batinggi (1999; 12) Pelayanan Umum dapat diartikan sebagai perbuatan atau kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengurus hal-hal yang diperlukan masyarakat/ khalayak umum. Dengan demikian, pelayanan yang baik dan berkualitas adalah pelayanan yang cepat, menyenangkan, tidak mengandung kesalahan, mengikuti prosedur yang telah ditetapkan. Masih banyak pengertian pelayanan yang dikemukakan oleh beberapa pakar, diantaranya Fandi Ciptono dan lain-lainnya. Pada prinsipnya dapat disimpulkan bahwa pelayanan yang baik yang dilakukan oleh suatu organisasi baik pemerintah maupun swasta termasuk bidang ketata usahaan harus memuat beberapa aspek, antara lain :
1. Keterbukaan, yaitu adanya informasi pelayanan yang berupa loket informasi yang dimilikinya dan terpampang dengan jelas ;
2. Kesederhanaan yaitu mencakup prosedur palayanan dan persyaratan pelayanan
3. Kepastian yaitu menyangkut informasi waktu, biaya dan petugas  pelayanan yang jelas ;
4. Keadilan yaitu memberi perhatian yang sama terhadap pelanggan tanpa  adanya diskriminasi yang dapat dilihat dari materi atau
kedekatan seseorang ;
5. Keamanan dan kenyamanan hasil produk pelayanan memenuhi
kualitas teknis dan dilengkapi dengan jaminan purna pelayanan
secara administrasi ;                              
6. Perilaku petugas pelayanan menyenangkan pelanggan, yaitu harus tanggap dan peduli dalam memberikan pelayanan dengan tidakmempersulit pelanggan untuk mencari keuntungan pribadi.

BAB III
HASIL KUNJUNGAN
A.   Sejara singkat  PT.Telkom Indonesia R & D Center
PT.Telekomunikasi Indonesia Tbk., yang selanjutnya dalam laporan ini disebut TELKOM, merupakan perusahaan yang bergerak di dalam bidang industri informasi dan komunikasi (InfoCom). TELKOM merupakan penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi secara lengkap (full service and network provider) yang terbesar di Indonesia. Secara umum PT.Telekomunikasi Indonesia (TELKOM) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam bidang pelayanan jasa telekomunikasi.
Berawal pada tahun 1884 dimana, Pemerintah kolonial Belanda mendirikan perusahaan swasta untuk menyediakan layanan pos dan telegraf dosmetik dan, selanjutnya, layanan telegrap internasional. Pemerintah kolonial Belanda membentuk instansi pemerintah untuk mengontrol seluruh layanan pos dan telekomunikasi di Indonesia. Sebagian besar dari layanan ini dialihkan ke perusahaan milik negara yang baru didirikan untuk menyediakan layanan pos dan telekomunikasi di Indonesia.
Kemudian pada tahun 1965 pemerintah memisahkan antara  layanan pos dan telekomunikasi menjadi dua perusahaan milik negara, yaitu PN Pos dan Giro serta PN Telekomunikasi. PN Telekomunikasi selanjutnya dipecah menjadi dua perusahaan milik negara pada tahun 1974, yaitu Perusahaan Umum Telekomunikasi (“Perumtel”) untuk menyediakan layanan telekomunikasi domestik dan internasional serta PT Industri Telekomunikasi Indonesia Tbk (“PT INTI”) untuk menyediakan manufakturing peralatan telekomunikasi.
Pada tahun 1991 perumtel diubah menjadi “Persero”  atau perseroan terbatas milik negara dengan tujuan komersial dan diganti namanya menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia, yang dikenal sebagai TELKOM. Pemerintah melakukan penjualan saham TELKOM melalui penawaran saham di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya pada tahun 12995. Kemudian pada tahun 1999 Pemerintah mengeluarkan Undang-undang Telekomunikasi No. 36 tentang perusahaan monopoli penyelenggaraan telekomunikasi.









B.   Struktur Organisasi PT.Telkom R & D Center
Struktur organisasi menetapkan bagaimana tugas akan dibagi, siapa melapor kepada siapa, dan mekanisme koordinasi yang formal serta pola interaksi yang akan diikuti. Tujuan adanya struktur organisasi adalah yaitu untuk mengendalikan, menyalurkan dan menggerakkan untuk mencapai tujuan organisasi tertentu.
Struktur organisasi TELKOM terdiri dari Dewan Komisaris, Direksi dan unit-unit usaha. Dewan Komisaris dipimpin Komisaris Utama, yang bertanggung jawab terhadap pengawasan operasional Perusahaan. Dalam melaksanakan tugasnya, Dewan Komisaris dibantu oleh beberapa komite, yaitu Komite Audit, Komite Nominasi dan Remunerasi dan Komite Pengkajian Perencanaan dan Risiko. Rapat koordinasi antara Dewan Komisaris dan Direksi diadakan sekali dalam setiap dua pekan. Direksi TELKOM dipimpin oleh Direktur Utama dan memiliki tujuh anggota, yang masing-masing memiliki tanggung jawab atas bagian tertentu: Network and Solutions, Consumer Enterprise and Wholesale, Financial, Human Capital and General Aff airs, Information Technology and Supply serta Compliance and Risk Management.
Selanjutnya, struktur organisasi TELKOM dibagi berdasarkan fungsinya menjadi Corporate Offi ce Group dan Business Operations Group. Corporate Office Groups terdiri dari Direktorat Human Capital & General Aff air, Direktorat Keuangan, Direktorat Information Technology, Direktorat Compliance & Risk Management, Unit Strategic Investment and Corporate Planning, Internal Auditor Department, Corporate Aff airs dan Corporate Communications Department. Sementara itu, Business Operations Group terdiri dari Direktorat Konsumer, Direktorat Enterprises and Wholesale dan Direktorat Network & Solution.
Struktur organisasi TELKOM saat ini di rancang khusus untuk menghadapi berbagai tantangan dalam mengelola pertumbuhan dan perkembangan jangka panjang Perusahaan secara berkesinambungan, fokus dalam pencapaian tingkat kepuasan pelanggan yang tinggi, mengembangkan infrastruktur yang canggih, memberikan layanan berkualitas dan mempekerjakan, mengembangkan dan mempertahankan human capital yang baik.
C.   Produk dan Layanan PT.Telkom R&D Center
Portofolio TELKOM Group meliputi lebih dari 200 produk dan layanan yang dikategorikan menjadi portofolio bisnis sebagai berikut: sambungan telepon tidak bergerak kabel, sambungan telepon tidak bergerak nirkabel, selular, data & internet dan jaringan & interkoneksi.
Ø  Sambungan telepon tidak bergerak kabel
Jaringan sambungan telepon tidak bergerak kabel TELKOM melayani pelanggan rumahan, bisnis dan institusional dengan layanan lokal, jarak jauh domestik dan internasional yang disediakan melalui layanan TELKOMSLI 007. Layanan berikut adalah yang memberikan pendapatan yang signifi kan dari segmen ini:
• TELKOMLokal
• TELKOMSLJJ
• TELKOMSLI-007
• TELKOMSpeedy
Ø  Sambungan telepon tidak bergerak nirkabel
TELKOM menawarkan layanan sambungan telepon tidak bergerak nirkabel melalui TELKOMFlexi yang melayani pelanggan bergerak pascabayar FLEXIClassy dan pelanggan bergerak prabayar FLEXYTrendy. Pengguna layanan sambungan telepon tidak bergerak juga dapat menggunakan Terminal Sambungan Telepon Tidak Bergerak Nirkabel untuk mengakses layanan melalui FLEXIHome. Layanan FLEXICombo yang inovatif di rancang untuk pelanggan yang memiliki kebutuhan untuk layanan mobilitas di dalam kota atau kerap kali melakukan roaming dan memungkinkan pelanggan untuk menggabungkan dua atau tiga nomor Flexi dalam satu kartu. TELKOMFlexi memberikan layanan suara, SMS dan data dengan kecepatan rendah serta Ring Back Tone (RBT) sebagai bagian dari layanan bernilai tambah.
Ø  Selular
Layanan selular TELKOM yang lengkap disediakan melalui anak perusahaannya, Telkomsel, yang memberikan layanan selular dengan cakupan sebanyak 95% dari wilayah Indonesia yang menggunakan teknologi berbasis GSM dan 3G. Pelanggan Telkomsel dapat memilih antara satu pilihan layanan kartu pascabayar (kartuHALO) dan dua pilihan layanan kartu prabayar (simPATI dan Kartu As) dan memiliki beragam pilihan seperti fi tur, aplikasi dan layanan bernilai tambah, termasuk SMS, WAP, GPRS, MMS, WiFi, International Roaming, Mobile Banking, CSD dan EDGE. Fiturfi tur tersebut memiliki kombinasi dari cakupan jaringan yang luas, fl eksibilitas, keamanan dan harga yang terjangkau. Telkomsel melakukan kerja sama dengan 288 mitra International Roaming di 155 negara yang menyediakan layanan global secara penuh.
Ø  Data dan Internet
Selain layanan SMS yang diberikan melalui layanan sambungan telepon tidak bergerak kabel, sambungan telepon tidak bergerak nirkabel dan selular, TELKOM juga merupakan pemimpin pasar sebagai penyedia layanan akses internet dial-up, jaringan data, VOIP untuk panggilan ke luar negeri dan jaringan data lainnya.
·         TELKOMGlobal-01017 merupakan layanan premium untuk panggilan VoIP internasional yang memanfaatkan jaringan internet untuk panggilan ke lebih dari 253 kode negara tujuan dengan tarif yang lebih rendah dibandingkan dengan tarif SLI dan hanya dengan metode one stage dialing. Sementara itu, TELKOMSave adalah layanan panggilan Internasional VoiP standard yang sejenis dengan TELKOMGlobal- 01017 namun dengan tarif yang lebih rendah lagi, namun menggunakan metode dialing dua tahap.
·         TELKOMNet Instan menyediakan layanan akses internet dial-up untuk siapa  pun yang memiliki akses sambungan telepon dan sebuah modem.
·         Plasa.com (www.plasa.com) adalah layanan komprehensif portal web TELKOM yang menyajikan layanan informasi serta komunitas internet berbahasa Indonesia yang didukung dengan akses internet yang cepat. Plasa.com memiliki beberapa layanan portal di antaranya: layanan email gratis, Online Web Forum.
·         i-VAS Card adalah Internet Value Added Service (“i-VAS”) Card yang merupakan alat pembayaran (micropayment) prabayar untuk mengakses berbagai konten atau layanan internet, seperti ring tone, games dan e-mail. Sejalan dengan penggunaan internet yang semakin luas dan keragaman konten di dunia maya itu semakin banyak. Hal ini tentunya menciptakan kebutuhan sebuah alat pembayaran online terpercaya untuk dapat memfasilitasi proses pembayaran dengan nilai nominal yang tidak terlalu besar. Kartu i-VAS adalah solusi micropayment dari TELKOM yang digunakan untuk pembayaran beragam layanan konten atau internet dengan nilai transaksi dibawah Rp.100.000.
·         Ventus merupakan layanan mobile push e-mail yang memungkinkan pengguna selular melakukan relay e-mail melalui telepon selular atau telepon PDA.
Ø  Jaringan dan Interkoneksi
Melalui TELKOMIntercarrier, TELKOM menyediakan layanan interkoneksi domestik, layanan interkoneksi internasional, layanan satelit, jaringan sewa, infrastruktur & berbagi fasilitas, layanan data dan layanan akses jaringan untuk operator berlisensi lainnya. Untuk pelanggan domestik dan bisnis,TELKOMVision menawarkan layanan pita lebar internet dengan kecepatan tinggi, TV kabel dan TV satelit. TELKOMVision adalah merek dagang anak perusahaan TELKOM, yaitu PT Indonusa Telemedia. Layanan satelit TV untuk Direct to Home (DTH) memanfaatkan infrastruktur yang disediakan oleh satelit milik TELKOM.
D.   Upaya Pengembangan Sarana dan Prasarana
Untuk menjadi perusahan infoComm terkemuka di regional serta menyediakan layanan InfoComm terpadu dan lengkap dengan kualitas terbaik dan harga kompetitif dan menjadi model pengelolaan korporasi terbaik di Indonesia maka PT.Telkom melakukan beberapa hal yaitu:
1.    Mengoptimalkan layanan jaringan telepon tidak bergerak kabel/fi xed wire line (“FWL”).
2.    Menyelaraskan layanan selular-akses jaringan tidak bergerak nirkabel/fi xed wireless access (“FWA”) dan mempersiapkan FWA sebagai unit usaha tersendiri.
3.    Investasi dalam jaringan pita lebar (broadband).
4.    Solusi enterprise terintegrasi.
5.    Mengintegrasikan Next Generation Network (“NGN”).
6.    Mengembangkan layanan teknologi informasi.
7.    Mengembangkan bisnis portal.
8.    Menyederhanakan portofolio anak perusahaan.
9.    Menyelaraskan struktur bisnis dan pengelolaan portofolio.
10. Transformasi budaya.
E.    Pengembangan SDM
TELKOM sangat menghargai kompetensi dan keahlian setiap karyawannya yang tercermin dalam paket remunerasi dan tunjangan komprehensif yang diberikan oleh Perusahaan. Paket remunerasi ini juga didukung oleh beragam tantiem dan penghargaan bagi karyawan, termasuk yang berkaitan dengan kinerja unit usaha masing-masing karyawan.
Dari waktu ke waktu, TELKOM melakukan survey terhadap gaji karyawan untuk menjaga standar remunerasi yang kompetitif, terutama untuk manajemen senior dan karyawan. Tidak ada perbedaan antara tingkatan gaji antara karyawan laki-laki dan wanita.
Antara tahun 2004 dan 2008, jumlah karyawan TELKOM, tidak termasuk karyawan anak perusahaan, mengalami penurunan rata-rata sebesar 3,9% setiap tahunnya setelah TELKOM menerapkan program multi exit, terutama program pension dini yang dilaksanakan antara tahun 2003 sampai dengan 2005 dan juga di tahun 2007 dan 2008.
Sampai dengan 31 Desember 2008, TELKOM dan anak perusahannya memiliki 30.213 karyawan, dimana 25.016 adalah karyawan yang langsung berada dibawah manajemen TELKOM dan sisanya, 5.197 adalah karyawan anak perusahaan. Hal tersebut menunjukkan penurunan dari tahun 2007, ketika TELKOM memiliki 32.465 karyawan, dimana 25.361 adalah karyawan yang langsung berada di bawah TELKOM dan sisanya sebanyak 7.104 orang adalah karyawan anak perusahaan.
Pada tahun 2008, sebanyak 972 karyawan dipekerjakan di unit korporat TELKOM, dimana perusahaan joint-venture terhitung sebanyak 443 karyawan. Sampai dengan Desember 2008, sebanyak 2.641 karyawan bekerja pada Divisi Regional I, 4.854 karyawan bekerja pada Divisi Regional II, 1.242 karyawan bekerja pada Divisi Regional III, 1.443 karyawan bekerja pada Divisi Regional IV, 1.820 karyawan bekerja pada Divisi Regional V, 688 karyawan bekerja pada Divisi Regional VI dan 2.056 karyawan bekerja pada Divisi Regional VII.
Pada unit bisnis lainnya, selama tahun 2008, TELKOM memiliki sebanyak 278 karyawan di Divisi Layanan Carrier & Interconnection, 1.443 karyawan di Divisi Layanan Korporasi, 489 karyawan di Divisi Jaringan Tetap Nirkabel, 3.097 karyawan di Divisi Infrastruktur Telekomunikasi dan 319 karyawan di Divisi Multimedia. TELKOM juga memiliki 175 karyawan di Pusat Pengembangan Masyarakat, 13 karyawan di Pusat Konstruksi, 705 karyawan di Pusat Keuangan, 551 karyawan di Pusat SDM, 746 karyawan di Pusat Sistem Informasi, 286 karyawan di Pusat Pembelajaran, 196 karyawan di Pusat Layanan Pemeliharaan, 163 karyawan di Pusat Konsultasi Manajemen, 179 karyawan di Pusat Penelitian dan Pengembangan, 178 karyawan di Pusat Persediaan, 16 karyawan di Pusat Pelatihan dan 33 karyawan di Unit Layanan Penilaian SDM.
Jika dilihat dari pembagian berdasarkan usia, maka pada tahun 2008, karyawan TELKOM dengan usia 45 tahun keatas menunjukkan kelompok terbesar dari seluruh sumber daya Perusahaan. Kelompok usia ini adalah sebanyak 51,5% dari seluruh sumber daya TELKOM. Karyawan yang berusia antara 31 sampai 45 tahun adalah sebanyak 44,5% dari seluruh sumber daya dan karyawan yang berusia dibawah 30 tahun adalah sebanyak 3,9% dari seluruh sumber daya TELKOM.
Sementara itu, komposisi berdasarkan jenis kelamin, pada tahun 2008 menunjukkan jumlah karyawan laki-laki adalah sejumlah 20.917 orang atau 83,6% dari seluruh karyawan TELKOM dimana jumlah karyawan wanita adalah sebanyak 4.099 orang yang menunjukkan 16,4% dari seluruh karyawan TELKOM.
Uraian latar belakang pendidikan karyawan TELKOM pada tahun 2008 menunjukkan statistik sebagai berikut: pra-kuliah 40,9%; lulusan diploma (D1-D3) 25,9%; lulusan universitas (S1) 27,2%; pasca sarjana 6,0%.
Komposisi karyawan TELKOM berdasarkan pendidikan mengalami sedikit perubahan di tahun 2008. Jumlah karyawan dengan latar belakang pendidikan pra-kuliah, D1, D2 dan D3 mengalami penurunan dan karyawan dengan pendidikan S1 dan S2 mengalami peningkatan, yang menunjukkan perubahan signifi kan yang condong ke arah karyawan dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Hal ini mencerminkan keberhasilan kebijakan rekrutmen TELKOM dan juga program pensiun dini yang ditawarkan kepada para karyawan yang hanya memiliki pendidikan pra-kuliah dan tingkat diploma.
Pengembangan SDM TELKOM disesuaikan dengan strategi bisnis Perusahaan, berdasarkan Corporate Strategy Scenario (CSS), Rencana Induk untuk Human Capital (MPHC), Analisa Kebutuhan untuk Pelatihan, transformasi organisasi dan pertumbuhan keuangan. Selama tahun 2008, TELKOM melaksanakan sebanyak 1.198 program pelatihan dan pendidikan yang terhitung sebanyak 67.088 jam pelatihan. Jumlah ini juga sama dengan 2,7 jam pelatihan bagi setiap karyawan. Pada tahun 2008, TEKLOM melanjutkan peningkatan kompetensi dari human capital melalui sejumlah program pendidikan dan pelatihan yang fokus kepada:
·         Pengembangan kepemimpinan;
·         Mendukung tujuan strategis Perusahaan sesuai dengan CSS dan rencana kerja seluruh unit bisnis  TELKOM;
·         Menutup kesenjangan kompetensi antara karyawan.
Pelatihan dilaksanakan melalui Program Wajib Korporasi yang diorganisir oleh Kantor Pusat SDM dan kegiatannya diselenggarakan di Indonesia dan luar negeri dan Program Biasa diselenggarakan oleh unit SDM lokal.
TELKOM juga menyelenggarakan sejumlah pelatihan eksekutif melalui berbagai program kepemimpinan, seperti Suspim 135, Pelatihan Commander, Program Forum Kepemimpinan TELKOM, Program Kepemimpinan Lanjutan dan Program Kepemimpinan Luar Biasa. Pada tahun 2008, sebanyak 1.408 staff turut berpartisipasi dalam pelatihan eksekutif dan sebanyak 34.233 peserta mengambil kelas untuk menutup kesenjangan kompetensi antara karyawan dan program pelatihan operasional lainnya. Dalam mendukung program pelatihan dan pendidikan di tahun 2008, TELKOM telah mengalokasikan sebanyak Rp.146,8 miliar atau setara dengan alokasi per karyawan sebanyak Rp.4,12 juta. Hal tersebut berdasarkan perhitungan dari jumlah peserta sebanyak 35.641 yang telah mengikuti pelatihan selama tahun 2008 dari seluruh jumlah karyawan sebanyak 25.016.
Untuk mempermudah transisi dari berakhirnya karir para karyawan, TELKOM memberikan program pelatihan bagi para karyawannya sebelum mencapai masa pensiun (pelatihan purna bakti). Program tersebut dilaksanakan sebanyak 10 angkatan selama tahun 2008 yang masing-masing angkatan sebanyak 36 orang.
TELKOM menggunakan Pengelolaan SDM Berbasis Kompetensi (CBHRM) untuk mengukur kinerja karyawan secara individual. Pada saat peluncuran parsialnya di tahun 2004, CBHRM tidak saja digunakan untuk mengevaluasi setiap kinerja karyawan, tapi juga digunakan untuk meningkatkan persaingan yang sehat antara karyawan dan mendorong mereka untuk mencapai kinerja yang lebih tinggi. Implementasi CBHRM secara penuh dimulai pada tahun 2007 dimana TELKOM mulai menetapkan susunan gaji dan mengembangkan persyaratan kompetensi. Hal ini akan memudahkan proses peningkatan Direktori Kompetensi dan proses formulasi Rencana Induk yang akan memberikan pedoman untuk pengembangan human capital TELKOM untuk periode 2008-2012. Pengembangan human capital TELKOM sejalan dengan strategi bisnis Perusahaan yang berdasarkan Skenario Strategy Korporat (CSS), Rencana Induk untuk Human Capital (MPHC), Analisa Kebutuhan Pelatihan (TNA), transformasi organisasi dan pertumbuhan keuangan. Pada tahun 2008, kebijakan CBHRM, antara lain, mencakup:
·         Pengembangan Kompetensi, dimana TELKOM memperbaiki Direktori Kompetensinya untuk mendukung penerapan dan evaluasi dari aplikasi Alat Penilaian. TELKOM juga telah meng-update pedoman pengembangan kompetensi guna mendukung transformasi TELKOM untuk menjadi perusahaan InfoComm;
·         Pengelolaan Karir, dimana TELKOM menerapkan proses job tendering dan pengujian untuk fi t and proper test bagi beberapa jabatan;
·         Pengelolaan Kinerja, dimana TELKOM mengevaluasi dan meningkatkan aplikasi Alat Penilaian bersama dengan sistem penilaian kompetensi 360°. Selama tahun 2008, TELKOM telah melakukan tinjauan kinerja berkala untuk 25.016 karyawan, yang merupakan 100% dari seluruh sumber daya manusia. Selanjutnya, sebagai bagian dari program pengembangan karir, TELKOM memberikan kenaikan jabatan kepada 2.314 karyawan dan mutasi internal kepada 628 karyawan. Kenaikan jabatan ini menggunakan hasil dari Alat Penilaian dan Job Tender.
F.    Kegiatan Kunjungan
Laporan kronologis perjalanan ke perusahaan
Penelitian yang dilaksanakan di PT.Telkom Bandung di mulai pada saat pelaksanaan Kuliah Kerja Lapang (KKLP) yakni  tanggal 28 Oktober 2010 tepatnya hari kamis , pada pukul 07.00-08.00 melakukan persiapan kunjungan. Tepat pada pukul 08.00-12.00 kami berkunjung ke PT.Telkom Bandung.  Kunjungan ke PT Telkom Bandung dalam rangka pelaksanaan studi banding secara langsung guna mendapatkan data dan informasi lengkap sesuai dengan kebutuhan terhadap penyusunan laporan.  
Kunjugan resmi ke PT.Telkom Indonesia, Bandung diterima oleh Bapak H. Iskandar Kepala bagian teknisi. Adapun kegiatan pada kunjungan tersebut antara lain mengunjungi bagian Research & Development ( R&D)  Center Telkom dan  meninjau e-Auction building room.
Adapun secara singkat gambaran dari hasil presentasi tentang PT.Telkom Indonesia, Bandung adalah sbb:
TELKOM adalah perusahaan penyedia layanan telepon tidak bergerak terkemuka di Indonesia, dimana anak perusahaan yang mayoritas sahamnya dikuasai oleh TELKOM, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), merupakan perusahaan operator layanan telepon selular yang terbesar di Indonesia. TELKOM yang sebagian besar dari sahamnya dimiliki oleh Pemerintah, menyediakan beragam layanan telekomunikasi lainnya, termasuk interkoneksi, jaringan, data dan internet serta layanan terkait lainnya. Tujuannya adalah untuk memberikan layanan jaringan telekomunikasi yang handal serta layanan telekomunikasi dan informasi berkualitas tinggi.
Visi dan Misi
Visi TELKOM adalah "To Become a Leading Info Com Player in the Region', menunjukkan suatu tekad bahwa TELKOM untuk menjadi penyelenggara jasa Informasi dan Komunikasi yang handal di level Regional. Misi TELKOM adalah memberikan layanan "One Stop Infocom" dengan kualitas yang prima dan harga kompetitif, mengelola usaha dengan cara yang terbaik dengan mengoptimalkan SDM yang unggul, dengan teknologi yang kompetitif dan dengan Business Partner yang sinergi.

 Materi presentasi yang di sampaikan
ü  Tentang Telkom
ü  Produksi dan Layanan
ü  Ikhtisar Kinerja Keuangan
ü  Sumber daya manusia (SDM), dan
ü  Pemasaran

Untuk lebih jelasnya sebagai berikut :
ü  Tentang Telkom
PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. (“TELKOM” atau “Perusahaan”) merupakan perusahaan penyelenggara layanan informasi dan telekomunikasi (InfoComm) yang memiliki layanan paling lengkap dan jaringan terbesar di Indonesia. TELKOM menyediakan layanan telepon tidak bergerak kabel (fi xed wireline) dan telepon tidak bergerak nirkabel (fi xed wireless), layanan telepon selular, data dan internet, jaringan dan interkoneksi, baik secara langsung maupun melalui anak perusahaan.
Selama 2008, pertumbuhan pelanggan TELKOM adalah sebesar 37%, yang mencapai 86,6 juta pelanggan, terdiri dari 8,6 juta pelanggan telepon tidak bergerak kabel, 12,7 juta pelanggan telepon tidak bergerak nirkabel, dan 65,3 juta pelanggan telepon selular.
Saham TELKOM, sampai dengan 31 Desember 2008, dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia (52,47%) dan pemegang saham publik (47,53%). Saham TELKOM tercatat di Bursa Efek Indonesia (“BEI”), New York (“NYSE”), London Stock Exchange (“LSE”) dan Tokyo Stock Exchange, tanpa tercatat. Harga saham TELKOM di BEI pada akhir Desember 2008 adalah Rp 6.900. Nilai kapitalisasi pasar saham TELKOM pada akhir tahun 2008 mencapai Rp 139,104 miliar atau 12,92% dari kapitalisasi pasar BEI.
TELKOM dalam keorganisasian bergabung dengan perusahaanperusahaan sejenis baik lokal maupun internasional. Untuk lingkup nasional TELKOM menjadi anggota di Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL), Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI), Asosiasi Kliring Telekomunikasi Indonesia (ASKITEL). Untuk lingkup Internasional TELKOM menjadi anggota di APNIC, yaitu organisasi non profi t yang bertujuan untuk menjaga sumber daya internet di kawasan Asia Pasifi k agar stabil dan reliabel. Keanggotaan di ITU-D (bertanggungjawab membuat kebijakan dan menyediakan program pelatihan serta strategi pendanaan untuk negara-negara berkembang di bidang telekomunikasi) dan ITU-T (Bertanggungjawab dalam pembuatan standar-standar telkomunikasi)
ü  Produk dan Layanan
Portofolio TELKOM Group meliputi lebih dari 200 produk dan layanan yang dikategorikan menjadi portofolio bisnis sebagai berikut: sambungan telepon tidak bergerak kabel, sambungan telepon tidak bergerak nirkabel, selular, data & internet dan jaringan & interkoneksi.
ü  Ikhtisar Kinerja Keuangan
TELKOM menunjukkan kinerja keuangan yang sehat di tahun 2008. Total pendapatan operasional tumbuh menjadi Rp.60,7 triliun dari Rp.59,4 triliun pada tahun 2007 dimana Perusahaan tidak hanya dapat mempertahankan pelanggan yang telah ada, tapi juga berhasil menarik pelanggan baru. Namun, persaingan yang ketat dan peraturan interkoneksi baru yang dikeluarkan oleh Pemerintah memberikan tekanan atas laba bersih TELKOM, yang anjlok sebesar 24% dari posisi di 2007. Fundamental TELKOM masih tetap kuat dan Perusahaan melakukan investasi strategis untuk infrastruktur dan system guna mendukung pertumbuhan bisnis sebagai penyedia layanan telekomunikasi dan informasi di masa mendatang. Hasil kinerja TELKOM di tahun 2008 dijelaskan secara rinci dapat dilihat di Laporan Tahunan 2008.
Kemampuan TELKOM untuk menciptakan nilai fi nancial membuat Perusahaan mampu untuk memberikan keuntungan bagi semua stakeholder dan juga memperkokoh prinsip triple bottom line-nya. Pada saat yang bersamaan, Perusahaan menerapkan sistem check and balance dalam bentuk kerangka kerja tata kelola perusahaan dan etika dan kebijakan CSR guna memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi dilakukan tanpa mengorbankan tanggung jawab sosial dan pertanggungjawaban terhadap lingkungan.
ü  Sumber Daya Manusia (SDM)
A.   Hubungan dengan karyawan
Lingkungan kerja yang kondusif dan harmonis adalah factor penting yang menentukan kesuksesan dalam industri yang dinamis dan kompetitif. Manajemen dan karyawan TELKOM berupaya untuk memelihara lingkungan tersebut dengan membentuk sebuah forum yang dikenal dengan “Serikat Karyawan TELKOM” (SEKAR), serikat pekerja yang dibentuk oleh karyawan pada tahun 2000. Keanggotaan untuk serikat pekerja ini tidak merupakan sebuah kewajiban dan pembentukannya telah mematuhi Keputusan Presiden No. 83 tahun 1998 yang sesuai dengan pengesahan dari Konferensi ILO No. 87/1948 mengenai kebebasan untuk membentuk sebuah serikat pekerja dan perlindungan atas hak untuk berorganisasi.
Saat ini, hubungan tiga arah yang saling menguntungkan antara TELKOM, para karyawannya dan serikat pekerja difasilitasi dan didasari oleh Perjanjian Kerja Bersama Ketiga (PKB III) yang ditandatangai pada tanggal 17 Juli 2007. Perjanjian ini mencakup semua peraturan terkait hak dan tanggung jawab dari setiap pihak, yaitu TELKOM, para karyawan dan serikat pekerja). Semua karyawan tetap (100%) berada dibawah naungan PKB III.
PKB III ini juga mencakup perjanjian mengenai Lembaga Kerja Sama atau LKS yang lebih fokus dalam meningkatkan komunikasi dua arah antara pihak serikat pekerja dengan pihak TELKOM yang bertujuan untuk memperbaiki produktivitas karyawan dan juga kinerja perusahaan. Sesuai dengan PKB III, dimasa mendatang, Lembaga Kerja Sama ini juga akan dibentuk pada tingkat regional.
Komunikasi kebijakan SDM dilakukan kepada seluruh lingkungan TELKOM Group melalui berbagai cara termasuk melalui media elektronik seperti siaran televisi internal perusahaan Indonet, portal situs web, mailing list dan nota dinas.
B.   HAK AZASI MANUSIA
TELKOM menjunjung tinggi hak-hak asasi karyawannya terkait dengan tempat kerjanya. TELKOM memberikan dukungan penuh terhadap pembentukan sebuah serikat pekerja, yaitu SEKAR, dan menghargai hak dari para karyawan untuk mengekspresikan opini dan aspirasinya secara bebas serta bertindak secara individu atau secara kelompok melalui partisipasinya dalam salah satu serikat pekerja tersebut.
Seperti yang telah ditetapkan pada No. 5k of PKB III, TELKOM dan SEKAR telah sepakat untuk mematuhi Perjanjian ILO 87 tahun 1948 mengenai kekebasan karyawan untuk membentuk dan melindungi haknya untuk membentuk sebuah organisasi. Perjanjian tersebut disahkan Pemerintah Indonesia pada tanggal 5 Juni 1998, melalui Keputusan Presiden No. 83/1998. TELKOM mendukung kegiatan SEKAR dengan menyediakan fasilitas, pendanaan dan ijin untuk penyelenggara SEKAR dan anggotanya untuk menjalankan kegiatan serikat selama jam kerja selama hal tersebut tidak melanggar peraturan yang berlaku (Artikel 8 dan 9 dari PKB III).
TELKOM menghargai hak asasi manusia dan hal tersebut tercermin pada praktek rekrutmen dan dalam lingkungan tempat kerja. TELKOM menerapkan praktek non-diskriminasi berdasarkan usia, jenis kelamin, etnik, agama atau afi liasi politik. TELKOM juga sangat taat terhadap kebijakan untuk tidak memperkerjakan anak-anak dibawah umur dan menetapkan usia minimum 18 tahun untuk karyawan tetap maupun karyawan tidak tetap. Selanjutnya, TELKOM tidak menerapkan praktek untuk mempekerjakan karyawan secara paksa atau yang merupakan kewajiban.
Para karyawan TELKOM, terutama yang terkait dengan proses perekrutan, mendapat bimbingan secara rutin mengenai praktek nondiskriminasi dan hak-hak asasi manusia lainnya. Para anggota satuan pengamanan juga menjalani pelatihan secara berkala tentang masalah-masalah hak sasi manusia yang berkaitan dengan tugas mereka. Sampai saat ini, tidak ada laporan atas TELKOM yang melibatkan tindakan atau halhal lainnya yang melanggar hak asasi masyarakat setempat dimana Perusahaan melakukan kegiatan operasionalnya.
C.   PAKET KESEJAHTERAAN
TELKOM memberikan remunerasi dasar dan tunjangan lainnya, bonus dan manfaat lainnya termasuk program pension, program kesehatan pasca pension, tunjangan kesehatan untuk setiap karyawan termasuk beberapa anggota keluarga langsung, tunjangan perumahan dan penghargaan terkait kinerja setiap karyawan dari sebuah unit kerja. Tunjangan tersebut tidak tersedia bagi karyawan sementara.
Karyawan tetap TELKOM yang direkrut sebelum tanggal 1 Juli 2002 berhak mendapat program pensiun manfaat pasti, sedangkan karyawan tetap lainnya mendapat program pensiun iuran pasti. Program pensiun iuran pasti dihitung berdasarkan persentase tertentu dari gaji karyawan dengan jumlah masing-masing sebesar Rp.1.858,0 juta, Rp.2.196,0 juta dan Rp.3.001,2 juta pada tahun 2006, 2007 dan 2008.
Karyawan Perusahaan yang telah memenuhi masa jabatan tertentu berhak menerima penghargaan sejumlah uangkontan yang dibayarkan pada saat karyawan yang dimaksud mengakhiri masa jabatan atau pada saat pensiun. TELKOM juga menyediakan manfaat kesehatan pasca-pensiun untuk seluruh karyawan yang pensiun, termasuk istri atau suami dan anak mereka. TELKOM menyediakan layanan kesehatan kepada para karyawannya melalui Yayasan Kesehatan TELKOM (Yakes). Sampai dengan 31 Desember 2008, Yakes mengoperasikan sebanyak 947 fasilitas pelayanan kesehatan yang terdiri dari 17 pusat kesehatan TELKOM dan 930 fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Kontribusi TELKOM untuk program yang didanai oleh Yayasan Pelayanan Kesehatan TELKOM adalah sebesar Rp.714,8 miliar, Rp.900,0 miliar dan Rp.1.100,0 miliar, masing-masing untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006, 2007, dan 2008. Kontribusi TELKOM untuk program yang diberikan dalam bentuk asuransi sejak tahun 2008 berjumlah Rp.24,2 miliar.
Karyawan tetap juga berhak untuk mendapat bonus yang jumlahnya ditentukan oleh Direksi dan Dewan Komisaris dan dibayarkan pada tahun berikutnya setelah tahun dimana jumlah bonus tersebut diakumulasi. Dalam lima tahun terakhir ini, jumlah bonus tahunan telah mencapai antara Rp.113,5 miliar dan Rp.391,3 miliar. TELKOM akan membayar bonusbonus untuk tahun 2008 setelah laporan keuangan tahun 2008 selesai di audit. RUPS tahun 2009 akan memutuskan besaran jumlah bonus sebelum didistribusikan kepada seluruh karyawan berdasarkan jabatan dan tingkatan.
Berdasarkan skema penghargaan yang dikenal sebagai TELKOM Employee Reward (TER) karyawan atau unit kerja dengan pencapaian tertinggi akan menerima penghargaan di bidang keagamaan serta dalam hal produktivitas. Pada bulan Oktober 2008, TELKOM melakukan perubahan kebijakan terhadap pemberian reward yaitu tidak hanya diberikan kepada internal TELKOM, tapi juga diberikan kepada pihak eksternal. TELKOM juga memberikan penghargaan selain kepada individu, juga kepada kelompok atau masyarakat, antara lain Smart Campus Award dan Corporate Social Responsibility (“CSR”) Award. Selain itu TELKOM juga menyediakan penghargaan The Healthiest Family, Best Tactical Innovator, Champion Award dan Best Regional Offi ce Award.
Karyawan tetap TELKOM memiliki kesempatan untuk turut berpartisipasi dalam Program Pengelolaan Saham Karyawan (ESOP). Pada saat penawaran saham perdana TELKOM pada tanggal 14 November 1995, sebanyak 43.218 karyawan mendapat kesempatan untuk memiliki sebanyak 116.666.475 lembar saham TELKOM. Sampai dengan 31 Desember 2008, sebanyak 15.442.126 lembar saham TELKOM telah dimiliki oleh 12.212 karyawan dan pensiunan TELKOM.  
D.   KOMPOSISI BOC/BOD DAN KARYAWAN BERDASARKAN JENIS KELAMIN DAN KELOMPOK UMUR.
Pada tahun 2008, anggota Dewan Komisaris dan Direksi TELKOM terdiri dari 100% karyawan laki-laki. Dari semua anggota dewan, semua berusia 40 tahun keatas.

E.   KESELAMATAN, KESEHATAN DAN KEAMANAN
LINGKUNGAN KERJA (K3)
Kebijakan mengenai keselamatan, kesehatan dan keamanan lingkungan kerja (K3) TELKOM berdasarkan standar Zero Accident. Penerapan kebijakan K3 terpadu dilakukan secara tegas guna menjamin keselamatan, kesehatan dan keamanan semua karyawan selama berada didalam dan diluar area operasional TELKOM serta untuk menjaga sumber daya, proses produksi, peralatan dan lingkungan kerja. Program K3 juga merupakan salah satu kewajiban TELKOM, yang ditetapkan pada perjanjian kerja bersama yang berlaku (PKB III).
Pelaksanaan penilaian K3 dilakukan setiap tahun dan hasil penilaian tahun 2008 akan diumukan pada tahun 2009. Pengelolaan K3 dilaksanakan sesuai dengan regulasi serikat buruh dan aturan K3 Dinas Tenaga Kerja setempat melalui Dinas Pengawasan Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
Pada tahun 2008, TELKOM menyelenggarakan survey K3 bersamaan dengan survei TEOS. Survei K3 tersebut merupakan survei pertama yang dilakukan untuk mengetahui apakah lingkungan kerja karyawan sudah memenuhi criteria yang ditentukan. Berdasarkan hasil survei, pengukuran K3 TELKOM memperoleh skor 81.43% yang dikategorikan sebagai “Baik”. Pada tahun 2008, kecelakaan di tempat kerja pada setiap unit usaha mencapai 0%. Hal tersebut terbukti dengan undangan penyerahan penghargaan kecelakaan nihil (zero accident) dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI No. B119/PPK-P2K/III/2009 pada tanggal 19 Maret 2009 di Istana Negara RI, Jakarta.
Sebagai bagian dari tindakan proaktif terhadap kesehatan masyarakat dan pencegahan terhadap penyebaran penyakit menular, TELKOM menyelenggarakan sejumlah progam pendidikan, pelatihan dan konseling selama tahun 2008, yang juga melibatkan karyawan dan semua tingkatan manajemen.
ü  Pemasaran
TELKOM melakukan bisnis dengan berbagai mitra usaha, termasuk pemasok, penjual, agen, pengecer (wartel, Plasa TELKOM) dan pemasang peralatan (PSB, IKR/G). Guna menjamin hubungan yang harmonis dan saling mendukung tetap terpelihara antara mitra-mitra usaha tersebut, TELKOM berikut karyawannya diharapkan untuk mematuhi beberapa standar perilaku sebagai berikut:
ü  TELKOM berkewajiban untuk memberikan kesempatan kepada agen dan pengecer untuk mengembangkan ilmu, keahlian dan kompetensi mengenai produk dan layanan, prosedur penjualan dan etika sebagai upaya untuk meminimalkan keluhan pelanggan;
ü  TELKOM berkewajiban untuk melakukan semua pembelian produk dan layanan secara layak, terbuka dan bertanggung jawab dengan melakukannya bersama pemasok dan penjual yang memiliki reputasi baik agar sesuai dengan peraturan dan regulasi yang berlaku serta sesuai dengan prinsipprinsip tata kelola perusahaan yang baik; dan
ü  Saat memilih mitra bisnis, TELKOM harus melakukan seleksi secara obyektif dan penilaian sesuai dengan kualitas, kuantitas, biaya dan waktu pengiriman yang menguntungkan bagi TELKOM.
Komunikasi pemasaran TELKOM menggunakan media iklan cetak dan televisi, layanan kepada pelanggan dan personil untuk distribusi, infrastruktur dan kampanye promosi khusus guna memperkuat merek dagang TELKOM, memperbaiki profi l perusahaan dan mengedukasi masyarakat umum tentang TELKOM beserta produk dan layanan yang ditawarkan. Hal ini mencakup seluruh Komunikasi Pemasaran Terpadu yang dikembangkan oleh Unit Public and Marketing Communication (PMC), yang mengoptimalkan baik semua kegiatan ATL (Above the Line) serta BTL (Below the Line). Iklan kampanye ATL menggunakan media elektronik dan media massa dengan cakupan nasional. Sedangkan iklan kampanye BTL menggunakan media seperti poster, fl yer, brosur, papan iklan, sisipan dan point-of-sale display yang berkomunikasi langsung dengan pelanggan, program targeting, acara dan promosi pada segmen-segmen pasar tertentu. Telkomsel menggunakan analisa pasar berjalan agar dapat lebih mengerti pelanggan yang dituju dan mengumpulkan umpan balik atas preferensi pelanggan. Pada saat yang bersamaan dan untuk memastikan agar dapat lebih menjangkau masyarakat pada pasar tertentu, maka TELKOM bekerja sama dengan para pemegang jabatan di masyarakat tersebut.
`TELKOM bekerja sama dengan para agen lainnya mengenai materi promosi dan selalu memastikan bahwa mereka mematuhi peraturan yang berlaku di Indonesia. TELKOM tidak pernah menerima keluhan apa pun terkait dengan pengiklanan tersebut. Hal ini mencerminkan konsistensi dari kepatuhan TELKOM terhadap peraturan yang berlaku.














BAB IV
KESIMPULAN
A.   Kesimpulan
berdasarakan pembahasan hasil penelitian dan telah di kemukakan dalam Bab-Bab terdahulu maka dapat di simpulkan hal-hal sebagai berikut:
1.    PT.Telekomunikasi Indonesia, Tbk. (“TELKOM” atau “Perusahaan”) merupakan perusahaan penyelenggara layanan informasi dan telekomunikasi (InfoComm) yang memiliki layanan paling lengkap dan jaringan terbesar di Indonesia. TELKOM menyediakan layanan telepon tidak bergerak kabel (fi xed wireline) dan telepon tidak bergerak nirkabel (fi xed wireless), layanan telepon selular, data dan internet, jaringan dan interkoneksi, baik secara langsung maupun melalui anak perusahaan.

2.     Portofolio TELKOM Group meliputi lebih dari 200 produk dan layanan yang dikategorikan menjadi portofolio bisnis sebagai berikut: sambungan telepon tidak bergerak kabel, sambungan telepon tidak bergerak nirkabel, selular, data & internet dan jaringan & interkoneksi
3.    Keuangan perusahaan TELKOM menunjukkan kinerja keuangan  yang sehat di tahun 2008. Total pendapatan operasional tumbuh menjadi Rp.60,7 triliun dari Rp.59,4 triliun pada tahun 2007 dimana Perusahaan tidak hanya dapat mempertahankan pelanggan yang telah ada, tapi juga berhasil menarik pelanggan baru. Namun, persaingan yang ketat dan peraturan interkoneksi baru yang dikeluarkan oleh Pemerintah memberikan tekanan atas laba bersih TELKOM, yang anjlok sebesar 24% dari posisi di 2007. Fundamental TELKOM masih tetap kuat dan Perusahaan melakukan investasi strategis untuk infrastruktur dan system guna mendukung pertumbuhan bisnis sebagai penyedia layanan telekomunikasi dan informasi di masa mendatang. Hasil kinerja TELKOM di tahun 2008 dijelaskan secara rinci dapat dilihat di Laporan Tahunan 2008.
4.    Pada tahap pemasaran PT TELKOM melakukan bisnis dengan berbagai mitra usaha, termasuk pemasok, penjual, agen, pengecer (wartel, Plasa TELKOM) dan pemasang peralatan (PSB, IKR/G). Guna menjamin hubungan yang harmonis dan saling mendukung tetap terpelihara antara mitra-mitra usaha tersebut.
5.    Pengembangan pada SDM TELKOM disesuaikan dengan strategi bisnis Perusahaan, berdasarkan Corporate Strategy Scenario (CSS), Rencana Induk untuk Human Capital (MPHC), Analisa Kebutuhan untuk Pelatihan, transformasi organisasi dan pertumbuhan keuangan. Selama tahun 2008, TELKOM melaksanakan sebanyak 1.198 program pelatihan dan pendidikan yang terhitung sebanyak 67.088 jam pelatihan. Jumlah ini juga sama dengan 2,7 jam pelatihan bagi setiap karyawan. Pada tahun 2008, TEKLOM melanjutkan peningkatan kompetensi dari human capital melalui sejumlah program pendidikan dan pelatihan yang fokus kepada:
·   Pengembangan kepemimpinan;
·   Mendukung tujuan strategis Perusahaan sesuai dengan CSS dan   rencana kerja seluruh unit bisnis  TELKOM;
·   Menutup kesenjangan kompetensi antara karyawan.
B.   Focus Group Discussion
1.    Bagaimana perkembagan atau pertumbuhan pelanggan PT Telkom dalam era   persaingan yg semakin ketat ini??
Selama 2008, pertumbuhan pelanggan TELKOM adalah sebesar 37%, yang  mencapai 86,6 juta pelanggan, terdiri dari 8,6 juta pelanggan telepon tidak bergerak kabel, 12,7 juta pelanggan telepon tidak bergerak nirkabel, dan 65,3 juta pelanggan telepon selular.
2.    PT.Telkom merupakan salah satu BUMN yang bergerak dalam bidang pelayanan jasa telekomunikasi dan informasi, dimana dalam perusahan melibatkan para sekholder dan pemerintah sebagai pemegang saham, bagaimana system pembagian saham  antara pemerintah dan stekholder??
Saham TELKOM, sampai dengan 31 Desember 2008, dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia (52,47%) dan pemegang saham publik (47,53%). Saham TELKOM tercatat di Bursa Efek Indonesia (“BEI”), New York (“NYSE”), London Stock Exchange (“LSE”) dan Tokyo Stock Exchange, tanpa tercatat. Harga saham TELKOM di BEI pada akhir Desember 2008 adalah Rp 6.900. Nilai kapitalisasi pasar saham TELKOM pada akhir tahun 2008 mencapai Rp 139,104 miliar atau 12,92% dari kapitalisasi pasar BEI.
3.    Bagaimnakah Jenjang karir karyawan pada PT.Telkom?
Pengembangan SDM TELKOM disesuaikan dengan strategi bisnis Perusahaan, berdasarkan Corporate Strategy Scenario (CSS), Rencana Induk untuk Human Capital (MPHC), Analisa Kebutuhan untuk Pelatihan, transformasi organisasi dan pertumbuhan keuangan.Selama tahun 2008, TELKOM melaksanakan sebanyak 1.198 program pelatihan dan pendidikan yang terhitung sebanyak 67.088 jam pelatihan. Jumlah ini juga sama dengan 2,7 jam pelatihan bagi setiap karyawan. Pada tahun 2008, TEKLOM melanjutkan peningkatan kompetensi dari human capital melalui sejumlah program pendidikan dan pelatihan yang fokus kepada:
      Pengembangan kepemimpinan;
      Mendukung tujuan strategis Perusahaan sesuai dengan CSS dan rencana kerja seluruh unit bisnis TELKOM;
      Menutup kesenjangan kompetensi antara karyawan.
4.    Pelatihan dilaksanakan melalui Program Wajib Korporasi yang diorganisir oleh Kantor Pusat SDM dan kegiatannya diselenggarakan di Indonesia dan luar negeri dan Program Biasa diselenggarakan oleh unit SDM lokal.
Pelayanan khusus pada jaringan untuk ke mancanegara biasanya disebut Sambungan Langsung Internasional (SLI)??
PT.Telkom tetap melakukan kerjasama pada pihak-pihak telekomunikasi luar negeri untuk memedapatkan sambungan jaringan, sehingga sambungan telepon internasional secara langsung dan baik dapat terjalin, Sebagai contoh : Panggilan dari Indonesia ke Amerika, dial : 007 + 1 + XXX + XXXXXXX  dan Kode negara bisa diperoleh dari leaflet yang dipasang pada Service Point Telkom, Warung Telkom & Wartel, serta pada buku Telepon.
Adapun untuk pembagian hasil yang digunakan yakni Pola bagi  Hasil (PBH) antara pihak-pihak yang terlibat dalam kerjasama.
C. Saran
1.  Perbaikan studi banding berikutnya
Dari hasil kunjungan ke beberapa perusahaan tersebut tentunya masih terdapat beberapa kekurangan, untuk itu perlu adanya evaluasi dan perbaikan secara terus menerus di beberapa area antara lain :
1.  Study banding harus lebih difokuskan ke area / proses yang diinginkan,paling banyak 1 kelompok kecil mendalami satu masalah saja (contoh kel.A khusus mendalami strategi pemasaran, kel B hanya mendalami proses rekrutmen karyawan) namun sebelumnya kel. A tsb harus sudah dibekali oleh teori maupun critical point yg ingin ditanyakan tentang strategi pemasaran (sebelum berangkat harus ada proses diskusi dari setiap kelompok untuk membuat rumusan teori maupun persalahan). Dengan demikian sebelum berangkat study tsb setiap kelompok sudah mengetahui masalah apa yang harus di dalami secara lebih fokus, sehingga hasil study akan lebih  lengkap dan bermanfaat.

2.  Pembagian tugas kepada setiap indvidu kelompok sudah dipahami sejak awal (siapa bertugas apa) sehingga setelah selesai study banding setiap kelompok dan individu sudah mengetahui peran dan tugasnya selama studi banding dan setelahnya.

3.  Adanya sosialisasi sejak awal tentang tata cara dan kerangka laporan yang telah dirancang secara baku, sehingga dalam melaksanakan study tsb setiap mahasiswa sudah memiliki konsep yang ingin didapat dari perusahaan yang dituju.

4.  Hal yang paling penting adalah agenda perjalanan ke perusahaan yang dikunjungi harus bisa dipastikan sebelumnya, karena terkait persiapan sebelumnya tentang perusahaan2 yang dituju. 

5.  Rute perjalanan direncanakan lebih baik sehingga lebih efisien dan nyaman
 Perbaikan untuk PT.Telkom Indonesia,Tbk Bandung
PT.Telkom sebaiknya menerapkan sistem berbasis kinerja terhadap efektivitas pengendalian yang meliputi efektivitas pengendalian keuangan dan efektivitas pengendalian kinerja,  sehingga PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. (“TELKOM” atau “Perusahaan”) yang merupakan perusahaan penyelenggara layanan informasi dan telekomunikasi (InfoComm) yang memiliki layanan paling lengkap dan jaringan terbesar di Indonesia. Dapat memaksimalkan  dan mengoptimalkan baik dari segi peningkatan kualitas SDM, peningkatan pelayanan yang kemudian mempengaruhi penjualan produk, sehinga  efektivitas  penggunaan kinerja keuangan dapat berjalan optimal dan mendapatkan pencapaian laba yang maksimal.




BAB V
LAMPIRAN
DOKUMENTASI  KEGIATAN
Gambar 1                                                       Gambar 2
DSC04934.JPG    DSC04915.JPG

Gambar.3                                                       Gambar.4
 IMG_9478.JPG   IMG_8805.JPG


Gambar 5                                                       Gambar 6
IMG_9246.JPG     DSC00017.JPG

Gambar 7                                                       Gambar 8
DSC05111.JPG   DSC06926.JPG

Keterangan :
1.    Dosen pembimbing, memberikan cendera mata kepada PT.Mustika Ratu,TBk, Jakarta.
2.    Dekan dan para dosen Universitas Trisakti sedang presentasi.
3.    Marketing Manager PT.Smesco sedang berdalog dengan dosen pembimbing.
4.    Menanti acara dimulai di Universitas Pasundan Bandung.
5.    Mendengarkan presentasi di PT.Telkom Bandung.
6.    Meninjau e-Auction building room.
7.    Dosen pembimbing  memberikan cendera mata kepada PT.Telkom Indonesia,tbk, Bandung.
8.    Foto Gedung R & D Center PT.Telkom Bandung.                  











TIME SCHEDULE
UNIT KEGIATAN
OKTOBER
KETERAGAN
23
24
25
26
27
28
29
30
Mengadakan rapat persiapan pemberangkatan








Membahas mengenai pembekalan selama mengadakan penelitian di Jakarta dan bandung.
Berangkat menuju Jakarta








Pukul 14.30 wita
Merumuskan kegiatan yang akan dilaksanakan selama kunjugan








Pembagian tugas  kelompok dan hal-hal yang akan didiskusikan
Kunjungan resmi ke Univ.Trisakti dan PT.Mustika Ratu








Pukul 09.00-12.00 di terima oleh rektor dan para dosen di universitas trisakti fakultas ekonomi. Dan pada pukul 14.00-15.00 di terima oleh ibu ince selaku manager d factory         
Berangkat menuju Bandung








Pukul 09.00 wita
Kunjungan resmi ke Univ.Pasundan








Pukul 013.00-14.00 di terima oleh Badan eksekutif mahasiswa dan para dosen di universitas Pasundan fakultas ekonomi.
Persiapan City tour








Pukul 08.00 wita
Kunjungan resmi ke PT.Telkom,tbk Indonesia R&D  Center Bandung








Kunjugan resmi ke PT.Telkom Indonesia, Bandung diterima oleh  bagian teknisi. Adapun kegiatan  mengunjungi bagian Research & Development ( R&D)  Center Telkom dan  meninjau e-Auction building room.
Berangkat menuju Jakrata








Pukul 18.00 wita
Kunjungan resmi ke PT.Semesco Jakarta








Kunjungan ke PT.Smesco diterima oleh Marketing Manager di gedung utama. Adapun kegiatan pada kunjungan tsb antara lain meninjau ruang gallery Lt-1 / Lt- 2 dan presentasi tentang latar belakang, peran dan tugas PT.Smesco.
Berangkat menuju Makassar








Kembali ke Makassar 23.00 wita dan,
Berakhirlah perjalan PKL STIEM Bongaya Makassar


DAFTAR PUSTAKA
Laporan Keberlanjutan, (2008).  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA, Tbk
Afif Faisal, (1994). Strategi Pemasaran-Bandung : Angkasa
Tohardi, (2002 ).  Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta
Flippo (1996) Manajemen personalia, Jakarta
Kotler Philip, (1991). Manajemen Pemasaran, Terjemahan Jaka Wasana
Alma Buchari, (1992). Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa , Bandung : Alfabeta
A.Marius P, (2002). Dasar-dasar Pemasaran, Jakarta-PT.Raja Grafindo Persada
Astuti , Dewi. 2004. Manajemen Keuangan Perusahaan. Ghilia Indonesia, Jakarta.
Nur Hasyimadunair, (2004). Tentang Pengertian Pelayanan. Delta@RACIKS-DELTA
WWW.Telkom.co.id




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar